Gelar Ritual Mangelek TaoToba Jelang Kejuaraan Poldasu Water Ski Championship 2020

Rabu, 4 Maret 2020 | 23:02 WIB

Simalungun – Selama beberapa tahun belakangan ini terlupakan, ritual mangelek Tao Toba kembali di gelar oleh Tokoh Masyakarat Parapat dan Pegiat Budaya Yayasan Pusuk Buhit Sakti, Rabu (4/3) sekira pukul 09.50 WIB.

Digelarnya ritual mangelek Tao Toba di perairan Danau Toba, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara ini dalam rangkaian kegiatan Poldasu Water Ski Championship 2020 yang akan berlangsung pada 20-22 Maret 2020 mendatang.

Lengkap dengan persembahan/sesajen, prosesi ritual mangelek (membujuk)  tersebut dilaksanakan di atas kapal kayu, diawali dengan menyiapkan segala perlengkapan upacara ritual yang dihadiri Camat Girsang Sipangan Bolon, Danramil 11/Parapat, ASN Pemkab Simalungun dan masyarakat Parapat.

Selain Parapat, ritual juga dilakukan di area Batu Gantung di atas kapal. Lalu peserta upacara ritual kembali bergerak menuju arah sekitaran pantai bebas Wisma Pandu. “Saya mewakili seluruh masyarakat di Girsang Sipangan Bolon ini, mengucapkan terima kasih atas acara ritual adat yang dilakukan hari ini. Menurut mereka, tujuan dilakukannya upacara ritual ini untuk memberi penghargaan kepada leluhur kita, kami berterimakasih kepada tim yang tidak melupakan kearifan lokal yang sudah lama tidak dilaksanakan di sini,” ungkap Oppung DH Sinaga usai gelar ritual didampingi Pegiat Budaya Pusuk Buhit Sakti dan Panitia Kreatif Poldasu Water Ski Championship 2020 Andi Sitompul.

Ditegaskannya, dalam kegiatan ritual ini dipanjatkan doa kepada Tuhan agar acara Water Ski dan Kejuaraan Nasional dan kejuaraan terbuka dapat terlaksana dengan baik dan semua kita selamat dalam kegiatan nantinya.

“Sekali lagi kami sangat berterima kasih kepada Kapoldasu dan Kapolres Simalungun yang telah membuat acara penghargaan kepada leluhur kami,” kata Oppung Sinaga lagi.

Sementara itu Tim Kreatif Poldasu Water Ski Championship 2020 kepada wartawan menyampaikan, persiapan kegiatan yang akan berlangsung sudah mencapai 40%. Nantinya pada tanggal 6 Maret 2020 sejumlah peralatan yang diantaranya berasal dari Surabaya, Jakarata dan Pekanbaru yang akan mengikuti kejuaraan akan tiba di Parapat. (PS.05)