Ekstra Puding PTPN III Sei Silau Tetap Diberikan Tanpa Diganti Uang

Kamis, 27 Februari 2020 | 00:40 WIB

Asahan – Merujuk penegasan Direksi, Kepala Humas Kantor Direksi PTPN III di Medan, Ali Imran Lubis SH mengatakan, pemberian ekstra puding natura kepada karyawan harus diberikan dan diimplementasikan di seluruh unit kebun dan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) di PTPN III sesuai mekanismenya. Pemberian puding tersebut sebagai kewajiban dan tanggung jawab perusahaan, yang harus dilaksanakan tanpa bisa diganti dengan uang, tegas Ali Imran Lubis, lewat siaran persnya, belum lama ini.

Bersamaan itu, ketika hal ini dikonfirmasi Medan Pos kepada Ir. Hadi Putra melalui Staf Ahli Manager Unit Kebun PTPN III Sei Silau Distrik Asahan, Sigit SH, yang juga APK (Asisten Personalia Kantor), Rabu (26/2) di kantornya, membenarkan ekstra puding natura siap saji seperti susu dan telur tetap diberikan kepada karyawan yang berhak. Dan disalurkan ke lini dan bahagian manajemen yang sudah ditentukan setiap hari tanpa bisa diganti dengan uang.

Dikatakan Sigit SH, puding tersebut diantaranya diberikan kepada karyawan di pengolahan, PKS, teknik, petugas jaga malam (centeng), karyawan yang berhampiran dengan aroma kimia, karyawan gudang pupuk dan karyawan semprot racun rumput di lapangan. Ekstra puding ini merupakan kewajiban perusahaan yang erat kaitanya dengan SMK3 (Sistem Managemen, Kesehatan dan Keselamatan Kerja), katanya.

Oleh karenanya, instruksi dan kebijakan Direksi untuk kebun unit PTPN III Sei Silou penyaluran puding tersebut tidak pernah absen. Ia membantah, jika ada isu dari sementara pihak yang memprediksi bahwa puding di unit kebun dan PKS PTPN III Sei Silau tidak pernah diberikan oleh manajemen perusahaan. Bahkan tidak benar jika disebutkan pudding itu diganti dengan uang. “Prediksi dan isu tersebut tidak benar,” tegas Sigit SH.

Bahkan berkat sinerjitas Manager Ir.Hadi Putra dan jajaranya serta pihak keamanan (Papam), kondisi dan situasi keamanan di unit kebun PTPN III Sei Silau Asahan pada umumnya aman, terkendali dan kondusif. Upaya untuk menekan kebocoran produksi dari lapangan secara berangsur dapat diperkecil. Sehingga bisa memotivasi target produksi merambat naik mengejar plus produksi tanpa harus dilakukan panen paksa.Melainkan bersih panen,dan mutu panen dan tidak memanen buah mentah, pungkas Sigit SH. (KS.02/AK.02)