Ratusan Batang Tanaman Dirusak, Warga Sesalkan Sikap Kades Sampali

Minggu, 4 April 2021 | 23:40 WIB

Medan,MPOL: Warga Desa Sampali menyesalkan sikap dan tindakan Kepala Desa (Kades), Ruslan yang merusak ratusan Batang tanaman jenis buah-buahan di lahan kosong, Dusun 10 Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan.

Ironisnya hanya untuk merusak tanaman itu, melibatkan puluhan anggota Ormas dan OKP. Tidak diketahui secara pasti apa kepentingan ormas terlibat dalam aksi itu.

“Tanaman itu dirusak pada Rabu (31/3) pagi melibatkan Kades Sampali dan sejumlah anggota Ormas. Sebanyak 200 batang lebih tanaman jenis jambu, mangga dan lainnya habis dibabat,” kata Rahmad, salah seorang penghuni komplek kawasan lahan tersebut.

Rahmad mengaku sangat menyayangkan sikap Kades Ruslan yang memperlihatkan over aktingnya tanpa menghargai masyarakat sekitar lapangan yang menanam tanaman dilahan tersebut.

“Kami terkejut, pagi-pagi sudah banyak datang anggota Ormas dan OKP mencabuti tanaman dengan membawa traktor juga. Oknum Kades itu tidak permisi atau memberitahukan kepada kita. Padahal Kades itu tahu siapa yang menanam pohon dimaksud,” ujar Rahmad.

Dia menceritakan, awalnya lahan tersebut kosong ditumbuhi tumbuhan liar lalu sekitar setahun lalu ditraktor namun tidak dilanjutkan sehingga lahan tersebut berlobang-lobang dan ditumbuhi semak-semak yang dikwatirkan menjadi tempat ular dan binatang berbisa.

Oleh warga sekitar meratakan lahan tersebut dan menanami pohon mangga, jambu dan tanaman lainnya. “Ada 200 batang lebih pohon dilahan itu. Satu batang kisaran Rp.250.000. Jika ditotal kerugian puluhan juta rupiah,” aku Rahmad

“Kalau tidak ada ganti rugi, minimal permisi atau diberitahukan, sebagai bentuk penghargaan. Janganlah main Mbat aja seperti tidak punya moral,” ungkapnya.

Ada dugaan, sebut Rahmad dan beberapa warga lainnya kalau lahan luas sekitar 100x 70 meter itu sudah dijual kepada pengembang bernama Dar. Bahkan, informasinya puluhan rumah yang berada di komplek eks PTPN II itu sudah dijual kepada Dar. Satu areal rumah dipajar Rp.150. juta

“Boleh jug dipertanyakan kepada pihak PTPN II, karena kabar beredar bahwa 77 rumah di komplek eks PTPN Dusun 10 Desa Sampali sudah dijual kepada pengembang, termasuk lahan yang disebut untuk lapangan bola tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Sampali, Ruslan yang dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/4) tidak berhasil, HP tidak aktif. Namun sebelumnya kepada wartawan, Ruslan mengaku lahan tersebut akan dijadikan lapangan bola. “Pihak PTPN II telah menyerahkan lahan itu kepada pemerintah desa untuk digunakan lapangan bola, jadi kita mengembalikan lahan itu sesuai peruntukkannya” aku Ruslan.(jos).