Proyek PU Deliserdang, Pelebaran Jalan  Ratusan Juta di Pasar 5 Tembung Amburadul dan Bahayakan Penguna Jalan

Kamis, 17 November 2022 | 22:20 WIB

Percut Seituan, MPOL: Proyek ratusan juta tanpa tender pelebaran jalan yang dkerjakan Dinas PU Deli Serdang amburadul. Pasalnya sodetan dan korekan ke badan jalan asal-asalan dan bahayakan penguna jalan. Perkerjan persis di Jalan Beringin Pasar 5 Desa Tembung, Percut Sei Tua, Deliserdang.

Pekerja yang mengaku dari Dinas Pu Deliserdang dilakukan pada malam ini Kamis 17/11/2022 tanpa ada tanda-tanda  hingga masyarakat melintas sangat terganggu dan membahayakan. Dan selanjutnya dibiarkan lobang mengangga, bahkan warga melintas ke gang juga tidak biasa akibat  galian.

Said Tokoh Masyarakat Pasar 5, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang menyesalkan pekerjaan itu asal jadi. Terkesan pekerjaan tanpa perencanaan yang matang.

“Kita minta bupati menegur  kadis pu sebagai kuasa anggaran. Karena dinilai pekerjaan asal-asalan. Ini gunakan uang rakyat jangan seenaknya lakukan pekerjaan, “tegas Said Siregar, pada wartawan dilokasi pekerjaan.
Masih kata Said, proyek pengerjaan galian drainase di daerah tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas.

Keresahan masyarakat dan pengendara diduga akibat pengerjaan yang tidak menggunakan pase saat melakukan pengorekan proyek drainase,” terangnya.

Sementara itu Kepling Toyib mengaku tidak tau siapa pelaksaan pekerjan. Diakui memang pekerjaan dari Dinas PU Deliserdang. Selain itu kata Toyib pekerjaan tanpa perencanaan yang matang hingga meresahkan , terangnya.

Sedangkan Kades Tembung Misnan saat diberikan infirmasi hinggi ini tak respon. Begitu juga  saaat d sherr foto pekerjaan via WA +62 813-9769-0XXX belum dijawab.

Dari amatan wartawan dilokasi prngerjaan galian drainase di Psr 5, Desa Tembung, Percutseituan, tampak terlihat para pekerja melakukan aktivitas pengerjaan yang diinyalir tidak sesuai perencanan.

“Kami meminta kepada Bapak Bupti Deliserdang dan pihak dinas terkait serta pemerintah kecamatan dan desa agar memberikan tindakan berupa teguran terhadap pihak pekerja yang sudah membuat masyarakat resah,” ujar beberapa warga.