Polisi Terus Dalami Kasus Gerombolan Bermotor Yang Bacok Remaja Deli Serdang

Kamis, 26 Mei 2022 | 14:40 WIB

Deli Serdang, MPOL : Kasus gerombolan bermotor yang bacok seorang remaja di Deli Serdang pada tanggal 24 April 2022 lalu, hingga kini terus didalami Polisi.

Pihak Kepolisian Polresta Deli Serdang yang sudah hampir satu bulan menangani perkara ini baru menetapkan tiga tersangka, namun terhadap ke-tiganya dilakukan diversi (perundingan) lantaran pelaku masih dibawah umur.

Kasatreskrim Polresta Deli Serdang, Kompol. I Kadek Hery Cahyadi, SIK, MH ketika dihubungi Medan Pos, Senin (23/05) menyatakan, untuk pelaku lainnya masih terus didalami.

“Pelaku yang sudah ditangkap ada tiga orang, sudah kami proses, namun dalam perjalanan karena pelakunya juga anak-anak, itu kita lakukan diversi. Bukan perintah saya melakukan diversi, tapi undang-undang menyatakan seperti itu”, terang Kasat.

Meski sudah dilakukan diversi, namun, pria berpangkat bunga melati satu itu, terlihat ‘hemat’ informasi dan enggan menyebutkan lebih rinci peran ke-tiganya, “Yang jelas perannya mereka itu, ada yang melakukan penganiayaan. Pasalnya 351 (KUHP). Usianya ada 15 tahun”, singkat Kasat.

Untuk pelaku lain, lanjut Kasat, masih terus didalami, “Terhadap pelaku lain apa bila nanti sudah cukup alat buktinya. Proses penyidikan kami tidak bisa kami keluarkan apa hasil BAP secara keseluruhan. Masih kami dalami bang. Masih kami cari-cari alat bukti lain bang”, jelasnya.

Terbatasnya penjelasan yang diperoleh, hingga kini, Medan Pos belum mendapat uraian informasi lebih dalam terkait motif dari para pelaku, dan apakah para pelaku teroganisir dengan sebuah kelompok geng motor?, adakah mufakat jahat melakukan keonaran ramai-ramai dijalanan dengan membawa senjata tajam?, Atau adakah motif mencari eksistensi berbarengan mencari musuh balas dendam?, hal ini masih akan dipertanyakan, sejauh mana pihak kepolisian melakukan pendalaman.

Sementara itu, terkait 3 tersangka yang dilakukan diversi, berdasarkan informasi yang dikutip dari situs humas polri, ketiganya adalah MS (17), RN (16) dan RA (17), diterangkan bahwa, tersangka MS mulanya diamankan petugas Sabtu (01/05/22) sekira pukul 23.50 Wib di Jalan Desa Limau Manis, Kec. Tanjung Morawa, kemudian dari hasil pengembangan turut diamankan kedua pelaku lainnya yakni RA dan RN.

Perlu diingatkan kembali, sebagaimana diberitakan Medan Pos Online sebelumnya, segerombolan pemuda mengendarai sepeda motor membuat onar saat melintas disepanjang Jalan Sei Blumei Hilir, Kec.Tanjung Morawa, bertepatan bulan ramadhan, Minggu, 24/April/2022 sekira pukul 03.20Wib.

Dari info yang diperoleh dibeberapa lokasi, puluhan pemuda itu rata-rata berusia antara 17-25 tahun, mengendarai sekitar 25 unit sepeda motor berboncengan membawa sejumlah arit, parang, pukulan bass ball dan batu.

Dalam aksi itu, segerombolan pemuda itu dikabarkan melempar atap sejumlah rumah warga, hingga ada atap musholla yang terkena sasaran, lalu menyerang sebuah warnet, menyergap sejumlah remaja yang duduk di pinggir jalan, dan membacok seorang remaja menggunakan parang dan arit hingga melukai bagian lutut dan kepala korban.

Korban pembacokan diketahui berinisial MMF pria berusia 17 tahun (anak bawah umur), merupakan warga Desa Dalu Sepuluh-A, Kec.Tanjung Morawa, Kab.Deli Serdang, Sumut. Korban dibacok saat sedang menutup pagar masjid dekat kediamannya.

MMF sempat mengalami terauma berat, beberapa hari setelahnya baru membuat laporan resmi atas nama ayah korban, Suharto, sesuai nomor laporan, LP/B/225/IV/2022/SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/ POLDA SUMATERA UTARA tanggal 28 April 2022, sedangkan para korban lain dari keonaran itu tidak ikut membuat laporan. DS.08