Dua Marbot Masjid Diserang Preman di Tanjung Morawa

Rabu, 1 Desember 2021 | 17:26 WIB

Deliserdang, MPOL: Dua orang marbot (pengurus) sebuah masjid di Kec.Tanjung Morawa, Kab.Deli Serdang, Sumut, dikabarkan telah menjadi korban penganiayaan preman, keduanya diserang secara brutal di dalam lingkungan masjid hingga mengalami cidera.

Dari penelusuran wartawan Medan Pos online, Selasa (30/11), peristiwa penyerangan dan penganiayaan marbot itu terjadi di dalam lingkungan Masjid Ubudiyah Auliyah PTPN-II Tanjung Morawa yang berlokasi di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Km 15,5.

Korban adalah Agus (48) dan Adi Kusnanto (64), keduanya merupakan marbot yang sehari-harinya bertugas mengurus kebersihan Masjid Ubudiyah Auliyah Tg.Morawa.

Dari keterangan keduanya, peristiwa penyerangan itu terjadi pada Kamis, (25/11), sekira pukul 09.30Wib, mereka diserang oleh seorang pemuda berinisial F (37) yang belakangan diketahui adalah warga sekitar Masjid Ubudiyah, Desa Limau Manis,Tanjung Morawa.

Adi menuturkan, pagi itu dirinya baru selesai membersihkan perkarangan masjid, tiba-tiba datang pelaku dan langsung menyerang sambil mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, memaki dan menghina, dada dan mukanya ditendang secara membabi-buta.

“Pelaku itu bergaya preman datang sendiri menyerang kami, sebelum saya, teman saya Agus yang dihajarnya duluan, setelah itu baru saya ditendangnya berulang-kali dibagian dada dan muka, ketika saya lagi jongkok di pekarangan samping Masjid”, ujar Adi sembari memperlihatkan bekas lukanya dibagian rahang.

Keduanya mengungkapkan, bahwa pelaku menyerang terkait lingkungan masjid yang selama ini dijaga kebersihannya oleh kedua korban, dan pelaku diduga ada menumpukkan sampah di lingkungan masjid.

Sementara itu, Ayon, selaku ketua BKM Masjid Ubudiyah saat dikomfirmasi wartawan, Selasa, (30/11) menjelaskan, insiden penyerangan terhadap marbot masjid itu berawal dari persoalan sampah yang muncul di media sosial.

“Awalnya ada tumpukkan sampah di pagar masjid, dan itu sempat muncul di medsos, tapi saya kenal yang posting, saya minta segera dihapus sebelum viral”, ujar Ayon.

Lanjutnya, Ayon mencari tahu siapa yang membuang sampah di lingkungan masjid, sembari itu ia (selaku ketua BKM) menyuruh marbot masjid untuk membersihkan sampah-sampah itu.

“pelaku mengira marbot masjid yang membocorkan siapa yang menumpukkan sampah itu, sehingga dia marah, padahal saya sendiri yang mencari tahu itu hingga pelaku (F) mengakui bahwa dirinya yang membuang sampah di situ dan diakuinya tidak hanya dia sendiri”, jelas Ayon.

Atas kejadian itu, Ayon selaku ketua BKM mengaku hanya sebatas menegur pelaku (F) agar jangan kembali memukul marbot masjid.

Sedangkan para korban hingga saat ini tidak membuat laporan polisi setelah ada pihak yang membuat kedua korban semakin takut, kini keduanya terpaksa menahan sakit berhari-hari setelah dianiaya secara brutal.

Kabar insiden ini pun telah menyebar ke sejumlah jam’ah masjid Ubudiyah, diharapkan pihak terkait segera bertindak, insiden ini bukan masalah pribadi, namun sudah menyinggung perasaan umat atas penganiayaan terhadap pengurus masjid.

Berdasarkan informasi, pelaku inisial F berasal dari keluarga muslim, namun disebut-sebut pernah dipenjara karena kasus narkoba, belakangan diketahui ia membantu saudaranya berjualan makanan tidak jauh dari lokasi tumpukkan sampah dekat masjid, dan kasus penyerangan marbot ini dinilai murni tindakkan kejahatan preman.