Buruh TKBM Sambut Gembira Pembangunan Perumahan Kembali Dilanjutkan

Senin, 26 Oktober 2020 | 16:55 WIB
Belawan, MPOL: TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) Pelabuhan Belawan kini dapat kembali bergembira. Pasalnya, perumahan kaum buruh TKBM yang bernaung dibawah Primkop (Primer Koperasi) TKBM Upaya Karya itu kembali dilanjutkan, Senin (26/10/2020).
     Tak tanggung-tanggung, bahkan dalam tahun ini (2020-red), pembangunan untuk empat tahap (286 unit x 4) yang sempat tertunda tersebut akan segera dituntaskan dan dibagikan kepada para TKBM.
     Sebelumnya,  pembagian perumahan untuk tahap I dan tahap ke 7 telah selesai dilakukan dan dibagikan kepada buruh TKBM Pelabuhan Belawan, namun karena beberapa tahun yang lalu Primkop TKBM Upaya Karya terkena badai (pengurus TKBM terkena OTT-red), hingga pembangunan tahap ke 8 hingga ke 12 menjadi tertunda.
     “Untuk tahap kedelapan pada hari Kamis yang lalu sudah kita adakan pencabutan (pengudian) nomor dan blok perumahan, pada hari ini adalah tahap kesembilan kembali akan kita lakukan pengundian nomor rumah kepada  286 anggota TKBM”, ucap Ketua TKBM Pelabuhan Belawan Sabam Manalu mengawali kata sambutannya dihadapan 286 angota TKBM yang hadir untuk melakukan pencabutan nomor perumahan.
     Katanya, kita harapkan pembangunan rumah untuk tahap sembilan ini akan selesai pada bulan Nopember ini, kita harapkan sebagaimana pemberitahuan melalui undangan semua anggota TKBM membawa istrinya atau ahli warisnya karena itu sebagai salah satu persyaratan penandatangaanan berkas dihadapan pihak Pengembang dan Notaris yang juga hadir pada saat ini.
     “Ada 4 PT (Pengembang) dalam pembangunan 4 tahap perumahan TKBM saat ini diantaranya,
PT Bintang Menara Perkasa, PT Mamora Glori Utama, PT Perumahan Perak Residence dan PT Bumi Villa Hijau Perumahan Villa Hijau (PT Perumahan Graha Bintang Pesona),” ucapnya.
     Sambungnya, kita harapkan semua buruh TKBM bisa bersatu dan kompak agar semua pembangunan perumahan TKBM dapat berjalan lancar, sebab kalau kita semua bersatu tak ada yang tak mungkin bagi kita dan tentunya semua akan dapat kita lalui.
     “Sampai hari ini kita mempunyai beban (kewajiban) sebagai cicilan perumahan kepada pihak Bank BTN sebesar Rp. 1, 2 milyar perbulannya dan jika nanti hingga tahap 12 selesai dilakukan pengundian perumahan, maka beban kita untuk setiap bulanya mencapai Rp. 2, 6 milyar untuk cicilan setiap bulannya kepada pihak BTN, kita harapkan pembangunan untuk tahap ke 9 hingga tahap ke 12 dapat selesai pembangunanya paling lambat pada bulan Juni 2021, untuk itu mari kita sama-sama mengawasi pembangunan rumah kita masing-masinng yang telah melakukan pengudian nomor dan blok rumahnya,” ungkap Sabam Manalu.
     Sementara itu Notaris Nurlinda Simanjorang SH dalam sambutannya mengatakan, untuk 4 pengembang perumahan TKBM kami hanya ada 1 notaris saja dan mereka sudah menyiapkan aplikasi dari pihak Bank untuk ditandatangani, “setelah para TKBM melakukan pencabutan nomor lalu nomor undian dibawak kepada pihk pengembang masing-masing dan kemudian langsung mendatangi meja notaris yang telah kita sediakan untuk melakukan panandatanganan berkas, apa yang kita lakukan hari ini adalah berkekuatan hukum tetap,” pungkas Notaris tersebut.