Sosialisasi Program Bangga Kencana di Labuhanbatu

BKKBN dan Komisi IX DPR RI Himbau Masyarakat Cegah Stunting Sejak Dini

Selasa, 8 November 2022 | 16:38 WIB

Labuhanbatu, MPOL: Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama anggota Komisi IX DPR RI menggelar lanjutan Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Bandar Kumbul Kec. Bilah Barat Kab. Labuhanbatu, Sabtu 29 Oktober 2022.

Pers release yang diterima MPOL, Selasa (8/11) menyebutkan, kegiatan ini dihadiri Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, MAg, M.Hum, MA, selaku mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, didampingi Koordinator Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KR) HA. Sofian Rangkuti, SE., MAP dan Sub Koordinator Advokasi KIE Yusrodi Rangkuti, S.Sos beserta Tim Perwakilan BKKBN Sumut.

Pada kegiatan sosialisasi kali ini, Komisi IX DPR RI menghimbau masyarakat Labuhanbatu agar lebih perhatian dalam pencegahan stunting. Kata anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, stunting saat ini menjadi perhatian penting pemerintah.

Menurutnya, stunting adalah kondisi dimana bayi mengalami kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama.
Sehingga, stunting ini akan mengakibatkan pertumbuhan anak tidak sesuai dengan umurnya. Bisa dikatakan perkembangan fisiknya menjadi pendek berbeda dengan pada umumnya. “Tapi bapak dan ibu, pendek tidak berarti stunting, sedang stunting sudah pasti pendek,” ucap saleh.

Saleh Partaonan mengatakan, anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan perkembangan otaknya juga terganggu. Yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi anak di sekolah, termasuk produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Sementara itu, Koordinator Bidang KB/KR Perwakilan BKKBN Sumut, HA. Sofian Rangkuti dalam sambutannya, meminta agar masyarakat memastikan pencegahan stunting sejak dini dengan memperhatikan kondisi janin dalam kandungan. Karena ini menjadi aspek paling penting dan utama dalam upaya pencegahan, agar anak yang lahir tidak mengalami stunting.

Kesempatan itu dapat dilakukan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sebab kata Sofian Rangkuti, kunci sukses dalam pencegahan stunting ialah pemenuhan gizi seimbang pada Ibu hamil dan menyusui. (Rh)