Termegah Ke 5 Di Sumut :

Walikota Binjai Resmikan Gedung Kantor DPRD Binjai Berbiaya Rp 45 Miliar

Jumat, 7 Januari 2022 | 19:16 WIB

Binjai.MPOL- Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP didampingi Wakil Walikota Binjai H.Rizky Yunanda Sitepu,STP,M.P meresmikan Gedung Kantor Baru DPRD Binjai yang berada di Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (7/1) sore, sekira Pukul 16.45 Wib.

Pemotongan Pita dan Penandatangan Prasasti oleh Walikota Binjai dan Ketua DPRD Kota Binjai, menandai diresmikannya gedung Kantor baru DPRD Kota Binjai yang menelan dana puluhan miliar rupiah ini.

Pantauan awak media, Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan doa, menjadi bagian dari peresmian gedung Kantor DPRD baru yang sempat molor beberapa jam dari waktu yang sebelumnya sudah dijadwalkan.

Ketua DPRD Binjai H Noor Sri Syah Alam Putra ST, dalam sambutannya mengatakan, dengan suasana baru ini, ia berharap kepada anggota DPRD Kota Binjai dapat bekerja lebih maksimal.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu saran dan tenaga hingga terlaksananya pembangunan gedung DPRD Kota Binjai,” ungkap H Kires (sapaan akrab H Noor Sri Syah Alam Putra ST, seraya menambahkan bahwa pembangunan gedung DPRD Kota Binjai menggunakan anggaran Multi Years.

Sementara itu, Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP, diawal sambutannya terlebih dahulu memohon maaf atas terlambatnya peresmian dan penandatanganan prasasti ini selama beberapa jam dikarenakan Kapoldasu dan Pangdam l/BB, berkunjung ke Kota Binjai untuk melihat langsung vaksinasi untuk anak anak usia 6 s/d 11 tahun.

“Selamat datang di gedung baru setelah beberapa tahun dilakukan pengrehaban. Perlu diketahui, gedung ini masuk 5 besar gedung DPRD Kabupaten Kota yang ada di Sumatera Utara,” ujar Walikota Binjai.

Dengan diresmikannya gedung DPRD Kota Binjai ini, Walikota Binjai berharap para wakil rakyat dapat lebih nyaman dan amanah dalam melaksanakan tugasnya.

“Saya berharap, gedung baru ini dapat sebagai pencetus ide dan ini merupakan hadiah untuk rakyat. Dengan hadirnya gedung ini, kami juga berharap eksekutif dan legislatif dapat terus bersinergi dan terus berjalan dengan maksimal,” papar Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP.

Adapun fasilitas yang ada pada gedung baru itu yakni, 1 ruang rapat paripurna, 3 ruang rapat komisi, 10 ruang fraksi, 1 ruang rapat Badan Anggaran (Banggar), 1 ruang rapat pleno, 1 ruang wartawan, ruang kerja Setwan hingga 3 ruangan untuk unsur pimpinan DPRD Binjai.

Hadir dalam peresmian gedung Kantor baru DPRD Binjai, Forkopimda Kota Binjai diantarnya Kapolres Binjai AKBP. Ferio Sano Ginting, Dandim Lamgkat Letkol. Inf. Wisnu Joko Saputro, Kajari Binjai M.Husen Atmajaya, SH, Sekwan DPRD Binjai Hj.Putri Syawal Sembiring, Sekretaris MUI Kota Binjai, Perwakilan Batalyon Raider 100/PS, Perwakilan Batalyon Arhanud 11/WBY, perwakilan Batalyon A Pelopor Brimobdasu, OPD, Ikatan Keluarga Dewan, Pemenang pertama MTQ tingkat Internasional asal Kota Binjai, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota DPRD Kota Binjai.

Diketahui, pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Binjai yang merupakan ide dan buah pikiran H.Zainuddin Purba, SH yang masa itu sebagai Ketua DPRD Binjai dari Partai Golkar, sebelumnya sempat mangkrak. Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Binjai memastikan, kantor untuk kalangan legislatif ini akan selesai pada tahun 2021.

Tidak hanya itu, untuk anggaran pembangunannya pun bertambah, yaitu dengan total keseluruhan 45 miliar. Sebab pada tahun anggaran 2020, Dinas PUPR Kota Binjai sudah mengucurkan dana senilai Rp 20 miliar untuk pembangunan gedung DPRD tersebut. Namun karena pembangunannya belum selesai, akhirnya ditambah lagi sebesar 25 miliar.

“Total anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan kantor itu senilai Rp 45 miliar,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Binjai, Ridho Indah Purnama, Rabu (24/2/2021) yang lalu kepada wartawan.

Informasi dirangkum, PT Cahaya Artha Indonesia sebagai kontraktor pelaksana pembangunan sebelumnya dikenakan pinalti dalam pembangunan itu. Belum diketahui persis, besaran pinalti karena diduga melakukan sejumlah pelanggaran terhadap pembangunannya. Selanjutnya pembangunan itu diteruskan oleh PT Manel Star asal Kota Medan.

Bahkan, pengerjaan yang sebelumnya mencapai batas waktu 540 hari, telah lari dari jadwal yang ditentukan oleh perjanjian sebelumnya.(wandi)