Wakil Walikota Binjai Dan Anggota DPR RI Serahkan 2 Ekor Sapi Hewan Kurban

Minggu, 10 Juli 2022 | 19:50 WIB

Binjai.MOOL- Wakil Walikota Binjai yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) H.Rizky Yunanda Sitepu,STP, M.P bersama kakak kakak kandungnya Delia Pratiwi Br Sitepu, SH yang merupakan anggota DPR RI dari Partai Golkar, Sabtu (9/7/2022) menyerahkan 2 ekor hewan kurban sapi dalam menyambut Hari Raya Idhul Adha 2022 untuk kota Binjai.

Penyerahan seekor sapi hewan kurban dimulai dari Mesjid Agung kota Binjai pada pukul 11.00 wib, dan kemudian seekor sapi lagi ke Mesjid Al Muhtadin Kelurahan Damai Kecamatan Binjai Utara yang diterima Camat Binjai Utara Hilman Angga Lukha,S.STP.

Wakil Walikota Binjai H.Rizky Yunanda Sitepu bersama Delia Pratiwi Br Sitepu yang langsung bersama timnya membawa hewan kurban seekor sapi diterima oleh Ketua Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Mesjid Agung Ustad.Drs.Jaharuddin Batubara,MA dan Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Binjai Dr.H. Dharma Malem, Camat Binjai Timur Ariyandi Ayun.S.STP, dihalaman parkir Mesjid tersebut.

Pada saat memberikan hewan kurban seekor sapi ke pengurus BKM Mesjid Agung ini dikatakan Wakil Walikota, bahwa menyambut hari raya Idhul Adha yang jatuh pada Minggu 10 Juli pada tahun 2022 ini, dirinya bersama kakaknya selaku anggota DPR RI diberikan oleh Allah SWT rezeki dan kesehatan, sehingga hati kami tergerak untuk saling berbagi dengan masyarakat di hari raya umat Islam pada hari raya Idhul Adha.

Ini merupakan momen yang paling tepat bagi umat Islam dalam berbagi dan saling membantu, dengan memberikan sedekah, infaq, dan bekurban semampu kita. Berkurban menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menyucikan diri dan harta benda yang dimiliki. Menurut H.Rizky Yunanda Sitepu mantan anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar ini mengatakan, berkurban diibaratkan seperti membilas segala rezeki yang diperoleh. Dimana bertujuan untuk terhindar dari penyakit hati seperti iri, dengki, tamak dan pelit. Tak hanya itu saja, perlu diingat jika rezeki yang didapat juga terdapat hak orang lain yang membutuhkan. Jadi kita dianjurkan berkurban bagi umat Islam yang mampu.

Sedangkan anggota DPR RI Delia Pratiwi mengatakan, manfaat berkurban bagi umat Islam adalah sebagai ungkapan rasa syukur. Sebagai umat Islam, saat mendapatkan rezeki sebaiknya dibarengi dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Jadi dalam berkurban bukan sebanyak apa yang kita berikan tapi lebih bermakna se ikhlas hati kita.

Ketua BKM Mesjid Agung kota Binjai Ustad.Jaharuddin Batubara seusai menerima bantuan hewan kurban dari Wakil Walikota Binjai menyampaikan, bahwa pengurus BKM dan panitia kurban Mesjid Agung sangat berterimakasih dan bersyukur sekali kepada Allah SWT atas pemberian hewan kurban dari Wakil Walikota Binjai. Saya memberikan apresiasi, penghargaan karena telah ikut berbagi bersama, karena setiap rezeki yang kita terima pasti ada hak mereka yaitu warga yang tidak mampu.

Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kota Binjai H. Dharma Malem mengatakan, pemberian hewan kurban dari Wakil Walikota Rizky Yunanda Sitepu dan Delia Pratiwi, sangat berarti sekali bagi warga yang menerima daging kurban. Sumbangan sapi hewan kurban ini, nanti dagingnya akan kami salurkan kepada warga disekitar mesjid agung.

Beberapa warga yang menyaksikan pemberian hewan kurban berupa sapi dari Wakil Walikota Binjai Rizky Yunanda Sitepu bersama anggota DPR RI Delia Pratiwi Br Sitepu diMesjid Agung dan Mesjid Al Muhtadin Kelurahan Damai mengatakan. di saat kondisi ekonomi yang sangat sulit yang dihadapi masyarakat akibat covid 19 yang melanda seluruh dunia dan khususnya di Binjai. Ada sosok pejabat yang peduli dan tergerak hatinya untuk berbagi dan menyumbangkan hewan kurban untuk dibagikan daging kurban itu.

Semoga kepedulian dan jiwa sosialnya akan terus berlanjut, bukan disaat sekarang saja tapi tetap dilakukan bapak Rizky dan ibuk Delia dikesempatan yang lain. Yakinlah amal dan pebuatan baik akan berbalas dengan kebaikan juga, dan semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kesehatan kepada orang baik, orang yang peduli kepada sesama ujar warga yang tidak mau namanya ditulis.(wandi)