Sekdako Binjai Sampaikan Nota Pengantar Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2020

Rabu, 30 Juni 2021 | 22:05 WIB

Binjai.MPOL- Walikota Binjai Drs. H. Amir Hamzah M Ap yang diwakili oleh Sekdako Binjai H. Irwansyah Nasution S.Sos menyampaikan nota pengantar Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Binjai Tahun Anggaran 2020 di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Kota Binjai Jalan T. Amir Hamzah Kecamatan Binjai Utara. Rabu (30/6/2021).

Pemko Binjai telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Tahun 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sumatera Utara. Dengan demikian Pemko Binjai telah berhasil memperoleh Opini WTP 5 kali berturut-turut.

Prestasi ini dapat diraih berkat kerjasama yang baik dari semua OPD sehingga  menciptakan Laporan keuangan Pemerintah Daerah yang akuntabel. 

Sekdako menjelaskan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 setelah perubahan mencapai Rp. 984.656.093.498,- dengan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp. 881.734.638.292,62.

Untuk itu, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar 60,74%, Pendapatan Retribusi Daerah sebesar 76,64%, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan yaitu bagian Laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah/BUMD sebesar 103,20% dan  PAD yang sah sebesar 42,22% .

Sekdako juga mengatakan untuk belanja daerah tahun anggaran 2020 setelah perubahan sebesar Rp 992.042.718.495,86 dan realisasi belanja daerah sebesar Rp. 879.245.168.648,12.

Lanjutnya ,Untuk jumlah pendapatan daerah tahun anggaran 2020 ditambah dengan penggunaan silpa tahun anggaran 2019 menjadi Rp. 890.395.263.290,48 atau sebesar 89,64%.

“Pemko Binjai telah berupaya melaksanakan tertib anggaran dengan sebaik-baiknya dan bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Binjai untuk optimalisasi pendapatan daerah khususnya dalam rangka penagihan piutang daerah, Kata Sekdako.

Ia juga mengatakan pendapatan asli daerah pada dinas-dinas tertentu masih ada yang belum mencapai target seperti pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, PBB-P2 dan sebagian dari retribusi daerah yang dilaksanakan oleh OPD teknis.

“Hal ini disebabkan belum maksimalnya OPD terkait untuk melakukan penagihan retribusi daerah dan masih kurangnya kesadaran masyarakat atas kewajibannya membayar pajak, ” lanjutnya.

Diakhir sambutan, Sekdako mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kota Binjai atas Partisipasi dan kontribusi yang telah diberikan untuk mewujudkan Kota Binjai yang lebih baik di masa yang akan datang.(wandi)