Pemko Binjai Ujicoba PTM Terbatas Mulai Senin Nanti

Rabu, 8 September 2021 | 20:44 WIB

Binjai.MPOL – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai akan menguji coba sistem pembelajaran tatap muka (PTM) langsung secara terbatas di seluruh sekolah di Kota Binjai, mulai Senin, 13 September 2021 mendatang.

“Senin kemarin (6/9), kita sudah buat rapat membahas ini. Rencana kita, InsyaAllah PTM itu dimulai pekan kedua September, atau hari Senin (13/9) nanti. Tapi sifatnya itu masih uji coba,” ungkap Walikota Binjai, Drs H Amir Hamzah MAP, di Gedung Pendidikan Tinggi Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia (PTKU MUI) Kota Binjai, Rabu (8/9).

Meskipun demikian Amir mengaku, sistem PTM terbatas di Kota Binjai hanya dikhususkan bagi siswa baru atau pelajar kelas 1 dari masing-masing jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP sederajat, dan SMA sederajat.

“Kenapa kita khususkan untuk siswa kelas 1 dari setiap tingkatan? Sebab mereka ini yang sebenarnya wajib saling mengenal dengan sesama temannya, dengan gurunya, maupun dengan lingkungan sekolahnya. Ini juga salah satu upaya kita menghindarkan konsentrasi siswa yang terlalu banyak di lingkungan sekolah,” terangnya.

Apabila dari hasil uji coba PTM terbatas nanti menunjukan efektivitas yang besar, maka menurut Amir, penerapan sistem PTM terbatas akan turut diberlakukan bagi siswa kelas 2 dan 3 dari masing-masing jenjang pendidikan.

Hanya saja kebijakan tersebut tetap harus mempertimbangkan grafik kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Binjai, serta persentase pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa yang telah menjalani vaksinasi Covid-19.

“Nanti kita evakuasi kembali. Seandainya grafik (kasus konfirmasi Covid-19) di Kota Binjai menurun, maka PTM kita berlakukan untuk siswa kelas 2 dan 3. Kalau juga nanti terus turun, ya kita bebaskan. Tapi tetap saja kita mengacu kepada jumlah guru dan siswa yang sudah divaksin,” ucapnya.

Sebab Amir menyebut, sampai saat ini baru sekitar 12 sampai dengan 15 persen siswa yang menjalani vaksinasi dari total 37 ribu siswa SD, SMP sederajat, dan SMA sederajat di Kota Binjai. Sedangkan pendidik dan tenaga kependidikan yang menjalani vaksinasi telah mencapai 95 persen.

“Memang untuk persiapan awal kita (melaksanalan sistem PTM terbatas) guru dan staf sekolah adalah pihak yang terlebih dahulu divaksin. Setelah itu baru siswanya,” pungkas Amir.

Terkait ketentuan khusus dalam sistam PTM terbatas di Kota Binjai, pihaknya tetap berpedoman pada Instruksi Gubernur (Ingub) Sumatera Utara Nomor: 188.54/39/INST/2021 tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi Covid-19 di Sumatera Utara.

Dalam hal ini, durasi belajar siswa hanya berlangsung selama dua jam, serta dilaksanakan dengan membagi waktu belajar siswa dalam dua gelombang dan disesuaikan dengan jumlah atau tingkat kepadatan siswa per kelas.

“Sistemnya itu, kalau dalam satu kelas itu ada 40 siswa, maka kita bagi dua gelombang. Gelombang pertama diikuti 20 siswa dengan jam belajar mulai pukul 08.00 sampai dengan 10.00 wib. Kemudian gelombang kedua diikuti 20 siswa sisanya mulai pukul 10.00 sampai dengan 12.00 wib,” terangnya.

Selain itu, lanjut Amir, seluruh sekolah di Kota Binjai diinstruksikan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Civid-19 secara ketat, terutama dengan menyediakan fasilitas cuci tangan dan handsanitizer, mengatur jarak kursi, serta mewajibkan penggunaan masker.

“Selama PTM terbatas, setiap sekolah kita minta menutup kantin. Kemudian, siswa yang sudah selesai belajar harus langsung pulang ke rumah mereka dengan dijemput orangtuanya masing-masing. Sehingga tidak ada siswa yang keluyuran di jalan atau berkumpul di satu tempat. Nanti juga petugas Satpol PP kita minta patroli” ujarnya.(wandi)