Kasus Korupsi Di SMA Negeri 6 :

Kejari Binjai Terima Pengembalian Uang Sebanyak Rp 150 juta Lagi.

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:38 WIB

Binjai.MPOL- Tim Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Binjai Kamis (30/6/2022) sekira pukul 15.00 wib telah menerima penyerahan uang sebagai pengembalian kerugian negara sebesar Rp.150.000.000,- ( seratus limapuluh juta rupiah) dari dari total keseluruhan kerugian Negara sebesar Rp.834.609.990,,- (delapan ratus tigapuluh empat juta enam ratus sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh rupiah) dari tersangka ELMI, SPd Alias EL (sebagai mantan bendahara Sekolah SMA Negeri 6 kota Binjai) selaku tersangka Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) Reguler Pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Binjai Tahun Anggaran 2018 sampai dengan Tahun 2021.

Penyerahan uang tunai sebesar Rp 150.000.000,- tersebut dilakukan oleh tersangka melalui anak kandung tersangka sdr.Yulia Nadrah yang diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Binjai Inrahim Ali SH.MH, didampingi oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Binjai

Setelah penyerahan uang kerugian Negara tersebut maka Tim Penyidik berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Binjai M. Husein Admaja SH.MH.akan menyerahkan dan menitipkan uang tersebut pada rekening pemerintah lainnya (RPL) Kejaksaan Negeri Binjai pada Bank Mandiri Cabang kota Binjai;

Pada kesempatan sebelumnya hari Rabu, tanggal 29 Juni 2022, pada kantor Kejaksaan Negeri Binjai telah diterima pengembalian kerugian keuangan Negara dari tersangka lain dalam perkara yang sama yaitu sdr. Ika Prihatin Alias IK (selaku mantan kepala sekolah) sebesar Rp.500.000.000,-, sehingga total pengembalian kerugian negara dalam perkara tersebut menjadi Rp.650.000.000,- (enam ratus limapuluh juta rupiah);

Terkait dengan pengembalian kerugian keuangan Negara yang dilakukan oleh tersangka atas nama Elmi SPd Alias EL sebagai mantan bendahara Sekolah Menegah Negeri – 6 (enam) Kota Binjai tersebut tidak serta merta menghilangkan atau menghapus perbuatan masing – masing tersangka sebagaimana yang telah disangkakan pada hasil penyidikan yang dilakukan, akan tetapi hal tersebut dipandang sebagai upaya dan niat baik dari tersangka Elmi SPd Alias EL dalam mendukung upaya Tim penyidik Kejaksaan Negeri Binjai melakukan tindakan hukum dalam prosesnya sebagaimana tersebut dalam surat penetapan tersangka dengan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke (1) KUHP. Diperlukan peran aktif Kejaksaan Negeri Binjai.

Melalui Seksi Tindak Pidana Khusus, Seksi Intelijen dan Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi dan Pendampingan Program Pembangunan Pemerintah Kota Binjai yang bertujuan untuk mengantisipasi Ancaman, Ganguan, Hambatan dan Tantangan (AGHT) yang diperkirakan dapat timbul dalam penegakan hukum di Kota Binjai serta dapat membantu pemerintahan Kota Binjai agar berjalan dengan baik tanpa adanya Korupsi, Kolusi dan Nepotiseme yang bertujuan untuk pemerintahan yang bersih, untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Binjai;
Bahwa penyerahan pengembalian uang kerugian Negara tersebut berjalan dengan aman, lancar dan terkendali hingga selesai pada pukul 15.50 Wib, ujar Kasi Intel Muhammad Harris, SH. MH dalam rilis pers nya.(wandi)