Selama Dua Pekan :

Kapolres Binjai Pimpin Operasi Patuh Toba 2022

Selasa, 14 Juni 2022 | 15:47 WIB

Binjai.MPOL- Jajaran Polres Binjai melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2022 yang dilaksanakan di halaman apel Polres Binjai jalan Sultan Hasanuddin No.1 kelurahan Satria Kecamatan Binjai Kota Senin (13/6/2022)

Apel Gelar Pasukan ini dipimpim oleh Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting, S.I.K, MH, yang dihadiri Waka Polres Kompol Deny, SH., Dandim 0203/Lkt diwakili oleh Kapten Inf. Imran Hamdani Batubara, Walikota diwakili oleh Asisten-III Drs. Meidiyusri, Kabag Ops Kompol Agung Basuni, SH, S.I.K., Wadanyon Brimob Yon-A Kompol KOMPOL Azis Manan, SH., Dansub Denpom 1-5 Kapten CPM Triya Tugis, Kasiberantas BNNK AKP Bambang Sulistio, Kadishub Chairin Simanjuntak, Kasatpol PP Andria Syahputra Pohan, Ketua MUI kota Binjai DR. H. M. Jamil, MA, dan para PJU Polres Binjai.

Kapolres Binjai AKBP. Ferio Sano Ginting (ke 6 dari kanan) bersama pimpinan dari instansi terkait yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2022 yang digelar dikota Binjai.(wandi)

Pada gelar pasukan ini Kapolres Binjai bertindak sebagai pimpinan apel dengan membacakan amanat Kapolda Sumatera Irjen. Panca Simanjuntak isinya yang antara lain, Apel Gelar Pasukan Operasi Mandiri Kewilayahan “Patuh Toba – 2022” yang dilaksanakan serentak oleh Polda Sumatera Utara beserta Polres jajaran.
Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan “Patuh Toba – 2022” pada tahun ini mengambil tema “Tertib Berlalu lintas Menyelamatkan Anak Bangsa”, yang diselenggarakan oleh Polda Sumut beserta Polres jajaran dengan didukung instansi terkait selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 13 Juni sampai dengan 26 Juni 2022,ucapnya

Pergelaran Operasi “Patuh Toba -2022” bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan dan angka fatalitas lalu lintas serta meningkatkan kepatuhan, ketertiban dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Dan disebutkannya pula pada pelaksanaan Operasi “Patuh Toba 2022”, diperlukan pelemahan atas sasaran operasi berupa segala bentuk Potensi Gangguan, Ambang Gangguan dan Gangguan Nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan pelanggaran lalu lintas baik sebelum, pada saat dan pasca operasi “Patuh Toba – 2022′ yang antara lain, Kenderaan bermotor yang tidak layak jalan dan kenderaan yang digunakan untuk balap liar, Kenderaan bermotor yang tidak sesuai standart pabrikan, menambah panjang rangka atau merubah spektek., Kenderaan bermotor pribadi yang menggunakan sirine , rotator,strobo bukan untuk peruntukkannya serta nomor registrasi kenderaan bermotor yang tidak sesuai aturan, spektek.

Operasi “Patuh Toba – 2022” merupakan operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis serta penegakan hukum secara elektronik maupun teguran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19, ucapnya.

Dengan demikian seluruh personil yang terlibat dalam pelaksanaan operasi nantinya agar memahami cara bertindak yang harus dilaksanakan pada operasi “Patuh Toba – 2022” sebagai berikut, melaksanakan deteksi dini, penyelidikan dan pemetaan terhadap lokasi atau tempat rawan macet, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait kamseltibcar lantas melalui kegiatan sosialisasi, pemasangan spanduk, banner, baliho, penyebaran leaflet dan stiker serta sosialisasi melalui media cetak, elektronik dan media sosial,memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan memanfaatkan perangkat RTMC (Regional Traffik Management Center) sebagai sarana untuk melaksanakan penegakan hukum secara elektronik dengan menggunakan sistem ETLE serta melakukan counter opinion terhadap berita – berita hoax di media sosial online maupun mainstream terkait operasi “Patuh Toba – 2022”.

Dalam kesempatan itu ada beberapa penekanan, untuk dipedomani dan dilaksanakan , 1 Laksanakan tugas secara profesional, bermoral dan humanis untuk mendapatkan simpati dari masyarakat,

Optimalkan kegiatan analisa dan evaluasi secara rutin untuk mengukur tingkat keberhasilan serta menentukan solusi atas kendala yang dihadapi,
Tingkatkan pengawasan dan pengendalian selama pelaksanaan operasi sehingga dapat berjalan dengan tertib, lancar dan senantiasa mempedomani standart operasional prosedur yang berlaku,
Berikan arahan secara jelas kepada anggota yang terlibat operasi sehingga tidak melakukan tindakan yang kontra produktif terhadap citra institusi Polri,
Utamakan faktor keamanan dan keselamatan bagi diri sendiri serta masyarakat pengguna jalan lainnya, tegas Kapolres mengakhiri pembacaan amanat Kapoldasu.(wandi)