Disdukcatpil Kota Binjai Terapkan Buku Pokok Pemakaman.

Minggu, 26 Juni 2022 | 18:31 WIB

Binjai.MPOL- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, kini telah menyediakan Buku Pokok Pemakaman (BPP). Hal ini sebagai tindak lanjut dari dari Surat Dirjendukcapil Nomor 472.12/1242/Dukcapil tanggal 17 Januari 2022 tentang Percepatan Penerapan Buku Pokok Pemakaman.

Kepala Disdukcapil Kota Binjai, Drs Wahyudi Hasibuan mengatakan, bahwa penyediaan BPP ini menjadi salah satu fungsi sosial kepengurusan dalam melaporkan setiap peristiwa kematian atau apabila ada warga yang meninggal dunia, ” Jadi ketika ada warga yang meninggal dunia, segera melaporkan ke Disdukcapil untuk diterbitkan akta kematiannya,” ujar Wahyudi saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/6/2022).

Berdasarkan pengalaman yang sudah ada, Wahyudi mengatakan bahwa peristiwa kematian dari warga banyak yang tidak dilaporkan ke Disdukcapil sehingga ketika membutuhkan akta kematian, peristiwa kematian tersebut baru dilaporkan.

Oleh sebab itu, pihaknya mempermudah pelaporan peristiwa kematian dengan mempersiapkan BPP yang berisikan laporan peristiwa kematian. Buku ini nantinya akan didistribusikan kepada Kepala Lingkungan (Kepling) maupun pengurus yayasan pemakaman, baik pemakaman muslim maupun non muslim, untuk mendata segala peristiwa kematian atau warga yang meninggal dunia.

“ Tugas mereka adalah mencatat peristiwa kematian sebagai bahan laporan ke Disdukcapil. Selanjutnya, Disdukcapil Kota Binjai akan menerbitkan akta kematiannya. Melalui sistem pelayanan yang sudah terintegrasi, yang mana secara otomatis nama yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk-elektronik (KTP-el) sudah terhapus dari database dan ketika kartu keluarganya dicetak, nama warga yang meninggal dunia sudah terhapus,” ungkap Wahyudi.

Wahyudi yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Binjai Utara ini menilai, pendataan atau pelaporan peristiwa kematian sama pentingnya dengan perisitiwa kelahiran. Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh masyarakat untuk melaporkan segala peristiwa kematian yang ada di wilayahnya masing-masing.

“ Akta kematian sangat penting untuk pengurusan data selanjutnya, naik itu data pensiun, BPJS, data tunjangan, Ahli waris bahkan untuk data pemilihan pada Pemilu yang sebentar lagi akan digelar,” pungkasnya, sembari menegaskan bahwa dalam kepengurusan akta kematian ini tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

Mengutip laman Kemendagri, surat kematian harus segera diterbitkan karena untuk mencegah data-data almarhum agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Adapun berkas yang perlu disiapkan untuk mengurus akta kematian adalah Fotocopi KTP Almarhum/Almarhumah, Fotocopi KTP Pelapor,Fotocopi KTP saksi, Fotocopi Akta Kelahiran dan Akta Perkawinan (jika sudah menikah), surat keterangan dari rumah sakit dan surat pengantar kematian dari kelurahan.(wandi)