Disdukcatpil Binjai Melaksanakan Perekaman Kependudukan Untuk Gelandang Dan Pengemis

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:17 WIB

Binjai.MPOL- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Kota Binjai, melaksanakan Perekaman atau pelayanan administrasi Kependudukan bagi Gelandang dan Pengemis (Gepeng) yang ditampung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Gepeng Binjai, yang beralamat di Jalan Panti Karya, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Senin (15/8).

“Adapun pelayanan administrasi kependudukan itu termasuk pelayanan pembuatan KTP,” ungkap Kadisdukcatpil Binjai Drs.Wahyudi Hasibuan, saat dikonfirmasi awak media dilokasi kegiatan.

Selain agar mempunyai data diri yang jelas, tujuan dari kegiatan tersebut menurut Wahyudi agar mereka yang ditampung di UPT Pelayanan Sosial Gepeng Binjai dapat menerima manfaat dari program Pemerintah.

“Ini merupakan program nasional yang sedang kita jalankan di Kota Binjai. Jadi dengan melakukan pendataan dan perekaman, data mereka akan kita pindahkan atau geomatrik dengan sistem online. Hasil pendataan itu akan dibuat menjadi warga Binjai,” tutur Wahyudi Hasibuan seraya berharap program ini akan terus berlanjut.

Wahyudi juga mengakui, tidak hanya di UPT Pelayanan Sosial Gepeng Binjai, sebelumnya pihaknya juga sudah melakukan hal yang sama di Panti Jompo. “Dalam kegiatan ini, kami bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemerintah Provsu melalui UPT,” ujar Wahyudi, sembari melihat jalannya perekaman KTP para Gepeng.

Sementara itu, Ka UPT Pelayanan Sosial Gepeng Binjai, Mhd Andry Simatupang, menegaskan, saat ini ada 52 Gelandangan dan Pengemis yang ditampung oleh pihaknya. Selama ditampung, para Gepeng tersebut diberikan berbagai ketrampilan oleh instruktur yang sudah disiapkan.

“Disini mereka (Gepeng-red) kita beri ketrampilan, seperti pertanian, pendidikan bahkan sampai keagamaan untuk membenahi mental mereka. Karena keseharian mereka lebih banyakterlantar, maka SDM nya juga terus kita benahi. Tujuannya agar setelah keluar nanti dapat menjadi manusia yang mandiri serta mempunyai keahlian sesuai ketrampilannya sehingga dapat diterima ditengah tengah masyarakat,” ungkap Mhd Andry Hasibuan.

Disinggung berapa lama dan apa kriteria seseorang yang masuk dalam kategori Gepeng, pria berbadan tegap itu pun menegaskan bahwa maksimal 2 tahun Gepeng tersebut dibina dilokasi tersebut.

“Untuk waktunya paling lama 2 tahun. Artinya setelah mereka mempunyai keterampilan. Sedangkan untuk kriteria sesorang dianggap Gepeng adalah berusia 18- 60 tahun,
Tidak memiliki rumah, tidaj memiliki pekerjaan tetap dan keluarganya tidak peduli lagi. Hal itu sesuai Permensos,” beber Mhd Andry.

Sebagai Ka UPT Pelayanan Sosial Gepeng Binjai, Mhd Andry Simatupang juga mengucapkan terima kasih kepada Disdukcatpil Kota Binjai sudah bersinergi dengan pihaknya dalam menangani Gepeng, khususnya yang ada di Kota Binjai.

“Dalam hal ini kita dari Pemprovsu dapat terus bersinergi dan intensif untuk melakukan kegiatan seperti melakukan razia para Gepeng, agar wajah Pemerintah Sumut semakin lebih baik lagi,” demikian kata Mhd Andry Simatupang, seraya berharap para Gepeng Gepeng tersebut dapat menerima manfaat dari Program Pemerintah usai mempunyai tanda pengenal diri atau KTP.(wandi)