Usai resmikan Desa Tangguh Sei Mangke Kapoldasu Berikan Tali Asih Kaum Duafa dan Yatim Piatu

Selasa, 30 Juni 2020 | 20:03 WIB
Batubara,MPOL: Usai meresmikan Desa Tangguh Sei Mangkai, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara,  Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, memberikan bantuan tali asih kepada kaum dhuafa, dan anak yatim piatu yang turut disaksikan Bupati Batubara Zahir dan Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis.
“Bantuan tali asih bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus untuk beribadah. Saya juga berharap kebersamaan kita ini dapat menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,” ucap Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani.
Sementara itu, Kepala Desa Sei Mangkai, Sugianti, mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumut yang peduli terhadap para kaum dhuafa dan anak yatim piatu.
“Kami seluruh masyarakat sangat mengapresiasi kunker Kapolda Sumut yang tidak lupa memberikan tali asih. Kita doakan semoga jenderal tetap diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas sebagai Kapolda Sumut menciptakan suasana Kamtibmas di Sumut tetap kondusif,” tutupnya.
Cegah Covid-19
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin, kembali meresmikan Desa Tangguh Sei Mangkai, Kecamatan Limapulu, Kabupaten Batubara, dalam menangani masalah pendemi Covid-19,Selasa (30/6).
Diresmikannya desa tangguh itu karena Kepala Desa bersama masyarakat mendirikan posko Covid-19, rumah isolasi, dapur umum sebagai bentuk pencegahan Virus Corona.
Setibanya di desa tangguh, Kapoldasu dan rombongan langsung melakukan peninjauan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Saya meresmikan desa tangguh ini karena masyarakatnya sadar tentang bahaya penyebaran Covid-19,” kata Martuani didampingi Bupati Batubara Zahir dan Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis.
Martuani mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, serta rutin cuci tangan atau menggunakan handsanitizer menuju penerapan tatanan hidup baru (new normal life-red).
“Sudah tiga desa yang saya resmikan karena mampu menangani Covid-19. Diharapkan dengan adanya Desa Tangguh Sei Mangkai dapat menjadi contoh di desa lainnya dalam mencegah penyebaran pandemi mematikan tersebut,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Desa Sei Mangkai, Sugianti, mengaku didirikan desa tangguh ini sebagai langkah mencegah penyebaran Covid-19 yang grafiknya terus meningkat.
“Jadi, kami membentuk posko Covid-19 (Kampung Paten-red)  mencegah penyebaran pendemi Corona. Di mana, setiap masyarakat yang datang harus dicek suhu tubuh. Tak hanya itu, kami juga mendirikan ruang isolasi serta dapur umur apabila adanya masyarakat yang terpapar Covid-19,” pungkasnya.***