Tanggul Sei Bahapal dan Sei Bahitam Jebol, Ratusan Hektare Tanaman Sawit Milik PTSU Terendam

Kamis, 14 Januari 2021 | 21:03 WIB

Batubara, MPOL: Tanggul Sei Bahapal dan Sei Bahitam desa Bandar Rawa Kabupaten Simalungun jebol sepanjang 200 meter, pecahnya benteng 9 akibat meluapnya Sei Bahapal Kamis dinihari.

Akibat jebolnya Sei Bahapal ini ratusan hektare tanaman Kelapa Sawit milik masyarakat maupun kelapa sawit Afd TK Perkebunan Sumatera Utara (PTSU) kebun Tanjung Kasau Kecamatan Laut Tador terendam.

Begitu juga dikhawatirkan dampak dari jebolnya tanggul ini akan merendam enam desa yang ada di Kecamatan Laut Tador, ini yang kita sangsikan, kalau tidak cepat ditindak lanjuti pihak BWS 2 Kabupaten Simalungun ,kita sangsikan enam desa akan terendam,” ujar Asisten II Bidang Pemerintahan Pemkab Batubara Drs. Sahala Naenggolan di lokasi pecahnya Tanggul Sei Bahapal Afd TK Perkebunan Tanjung Kasau Kamis 14/1.

     Dikatakan Sahala pihak Pemkab Batubara akan berkoordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai 2 Kabupaten Simalungun untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan jebolnya tanggul Sei Bahapal sepanjang 300 meter, sebab lokasi pecahnya tanggul itu berada di wilayah Kabupaten Simalungun. “Saya sudah menyampaikan masalah banjir ini kepada bapak Bupati Batubara Ir. H. Zahir M.AP. Saya sudah menyampaikan juga kepada Camat Laut Tador Adil Hasibuan agar membuat laporan otentik kepada pihak BWS 2. Kita sangsikan enam desa akan terdampak banjir,” ujar Sahaka Naenggolan didampingi Camat Laut Tador Adil Hasibuan, Manager PTSU Kebun Tanjung kasau Arif Ritonga SP, Kepala Ranting PU Pengaeran Anten Zanzibar.
     Camat Laut Tador Adil Hasibuan mengaku akibat jebolnya tanggul Sei Bahapal ini,selain merendam ratusan hektare perkebunan kelapa sawit,baik milik masyarakat maupun PTSU  juga saya khawatir berdampak kepada enam desa diwilayah Kecamatan Laut Tador, seperti desa Perkebunan Tanjung kasau,desa Tanjung Seri, Mekar Sari, Sei Semujur, Kandangan dan desa Dewisri. Kita berharap masyalah Tanggul Sei Bahapal ini secepatnya bisa ditanggulangi.
     “Tanggul Sei Bahapal ini pernah jebol pada tahun 2017 .sudah diperbaiki oleh pihak BWS 2. Namun setelah selesai diperbaiki, tidak ada satu pihak yang bertanggung jawab dalam perawatan tanggul.” ujar Adil.
 Pantauan Medanposonline di lapangan, Kamis (14/1), jebolnya Tanggul Sei Bahapal dan sei Itam terjadi Kamis dinihari, (14/1). Jebolnya Tanggul Sei Bahapal ini akibat hujan di hulu sungai Bahapal cukup deras, sementara tanggul Sei Bahapal kondisinya cukup memprihatin akibat tidak ada perawatan oleh pihak terkait. Sudah banyak badan tanggul yang erosi akibat pengikisan arus sungai, jadi begini akibatnya,” ujar beberapa warga di sekitar Sei Bahapal.