Nyaris Roboh dan Kebanjiran, Kapolres Batu Bara Ikut Renovasi Rumah Pekerja Tenun Berpenghasilan Rp. 7000 Perhari

Rabu, 17 November 2021 | 13:42 WIB

Batu Bara, MPOL : Sejak 12 tahun ditinggal wafat sang suami, Asmawati (46) warga Desa Tanah Hitam, Kec. Datuk Lima Puluh, Batu Bara, masih terus berjuang menghidupi ibu dan dua putranya dengan penghasilan Rp 7000 perhari sebagai pekerja pembuat kain tenun.

Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis yang mendengar ada warga miskin yang bekerja menenun kain dan memaksa harus terus bekerja disaat rumahnya kebanjiran langsung turun ke lokasi, Rabu (17/11/2021).

Dalam bakti sosialnya, Kapolres membawa serta para tukang dan bahan material bangunan untuk segera merenovasi dan meninggikan rumah tenun itu agar tidak kebanjiran lagi.

Kapolres Batu Bara, AKBP Ikhwan Lubis mengangkat kayu untuk merenovasi rumah Asmawati. (Foto: Ist).

“Hari ini kami Polres Batu Bara bersama KSJ meronovasi rumah tenun milik Ibu Asmawati yang mana kita ketahui penghasilan hidup Ibu Asmawati satu-satunya sangat menyentuh hati kami karena penghasilan Rp. 7000 perhari dari bertenun ini diperuntukan menghidupi seorang ibu yang saat ini buta dan dua putranya,” ungkap Kapolres.

Kapolres menjelaskan, untuk bertahan hidup Asmawati harus terus bertenun meskipun saat bekerja kakinya terendam banjir sampai setengah hari di gubuk yang ditempatinya itu.

“Harapan saya dengan direnovasinya rumah tenun oni semua dapat membantu kehidupan sehari-harinya, dimana Ibu Asmawati tidak kebanjiran dan rumah yang sudah reot ini bisa bertahan sampai 5 atau 10 tahun kedepan dan juga dapat berdagang kecil-kecilan setelah selesai,” sebutnya.

Kapolres AKBP Ikhwan Lubis menggergaji kayu untuk merenovasi rumah pekerja tenun. (Foto: Ist).

Sementara, Asmawati terlihat sangat terharu dan tak bisa berkata-kata saat dirinya melihat ada seorang Kapolres turun langsung ikut merenovasi rumah tenunnya agar menjadi lebih baik dan layak dihuni. Air matanya pun menetes dibarengi dengan para penduduk sekitar tempat ia tinggal. *