Kapolres Batu Bara Bersama KSJ Beri Sembako kepada Nelayan Terdampak Covid-19 di Talawi

Selasa, 14 September 2021 | 19:32 WIB

Batu Bara, MPOL : Kapolres Batu Bara, AKBP Ikhwan Lubis bersama Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) memberikan bantuan sembako kepada para nelayan di daerah pesisir pantai timur Selat Malaka, Kota Tanjung Tiram, dimana lokasi tersebut dikenal sebagai Sungai Perumahan Nelayan biasa disebut masyarakat sekitar (Perumnel) di Desa Dahari Selebar, Kec. Talawi, Kab. Batu Bara, Selasa (14/9/2021) sore.

Kapolres mendadak memiliki inisiatif ingin berbagi dengan melaksanakan bakti sosial kepada nelayan yang akan pergi melaut mencari kepiting dan ikan dengan memberi bantuan 70 paket sembako yang terdiri 5 kg beras, 1 kotak indomie, 1 kg gula dan bubuk teh.

Kapolres dengan menumpangi sampan kayu milik nelayan setempat menyusuri sungai Prumnel sepanjang 1 Km dan membagi langsung kepada nelayan yang pada saat itu melakukan aktivitas.

Salah seorang nelayan bernama Amir bersama teman-teman nelayan lainnya sedikit terkejut mendapatkan bantuan dari Kapolres.

“Kami hendak melaut, tiba tiba polisi datang dengan mengendarai sampan dengan membagikan sembako yang pada saat itu sangat kami butuhkan untuk persiapan menuju ke laut lepas samapai besok pagi nanti kami pulang. Tentunya kami harus memiliki bekal makan disaat kami mencari ikan,” katanya.

Ia juga heran kenapa Kapolres yang terkenal dengan sebutan Sang Pejuang Dhuafa ininbisa tau apa yang diperlukan rakyat kecil seperti nelayan.

“kalau kami perhatikan ini adalah sosok orang yang mengerti dengan masyarakatnya, luar biasa. Tak lupa kami akan selalu mendoakan beliau agar terus sehat dan bertambah sukses. Rasa terimakasih kami sampaikan kepada beliau,” ucapnya.

Semetara Kapolres mengatakan, ia bersama KSJ melakukan hal ini terdorong hati untuk membantu masyatakat khususnya para nelayan yang mengalami dampak dari pandemi Covid-19.

“Mereka juga korban dalam pembatasan-pembatasan yang ada di Kegiatan Masyarakat ( PPKM). Dengan saya berikan paket sembako ini beban mereka yang setiap hari harus mengeluarkan biaya untuk membeli sembako persiapan ke pekerjaan mereka sebagai nelayan bisa dipergunakan untuk mereka di laut sana selama minggu dan itu sangat membantu mereka,” katanya.

“Lagi pula mereka akan bisa pulang dengan semangat untuk membawa hasil tangkapan yang tidak dipotong dengan biaya makan mereka, ini inisiatif fikiran saya,” pungkasnya. *