Kapolres AKBP Ikhwan Beri Perhatian dan Bantu 2 Bocah Malang di Batu Bara

Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:55 WIB

Batu Bara, MPOL : Alika gadis kecil malang berusia 11 tahun bersama dengan abangnya Faris (13) warga Desa Mangkai Lama, Kec. Lima Puluh, Kab. Batu Bara, harus menghilangkan masa kebahagiaan dan keceriaan anak pada umumnya.

Cerita ini terungkap saat wartawan melihat Alika menangis seorang diri dengan wajah penuh rindu kepada kedua orang tuanya. Alika mengungkapkan kalau dirinya sedih dan merindukan kedua orang tuanya yang pergi merantau entah di mana. Sampai sekarang ibu dan ayah Alika tak pernah ada kabar. Bahkan, untuk makan dan keperluan sekolah saja mereka menunggu ada yang memberi.

Menurut keterangan tetangga, Anto menyebutkan bahwa sudah hampir satu bulan kedua bocah tersebut bernasib seperti ini.

“Makan saja harus pergi ke rumah nenek dari saudara orang tua bukan kandungnya dan tak jarang para tetangga saling bergantian memberi makan setiap harinya kepada mereka,” kata Anto.

Ia mengatakan, awalnya ayah kedua bocah malang itu pergi merantau entah kemana. Selain itu, ibunya juga sejak sebulan lalu menghilang karena dililit hutang dan harus mengorbankan dengan meninggalkan anak-anaknya .

Saat ini keseharian Faris bersekolah sambil bekerja sebagai pencuci mobil (doorsmeer). Sementara adiknya Alika harus membantu menyapu ataupun menjual sayuran milik orang di sebuah pekan yang ada dekat rumahnya. Sangat menyedihkan kehidupan mereka, berharap orang tuanya kembali dan mengurus mereka kembali seperti layaknya anak-anak di kampungnya itu.

Kejadian ini terdengar oleh Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis yang langsung mengunjungi kedua bocah itu yang saat bersamaan sedang berada di acara vaksinasi di sekolahnya.

Kapolres didampingi Kapolsek Lima Puluh, AKP Rusdi lantas memberikan instruksi Bhabinkamtibmas Polres Batu Bara untuk selalu mengontrol dan mempedulikan kedua anak ini, baik kesehatan maupun apa yang dibutuhkan segera diperhatikan. Kemudian, untuk makan dan biaya kebutuhan sekolah juga dijamin oleh Kapolres.

“Saya berharap kepada para tetangga kedua anak ini, mari sama-sama kita peduli terhadap mereka. Sebab anak seusia mereka ini menentukan nasib masa depannya, di mana SD dan SMP menjadi langkah pertama menuju masa depan mereka,” kata Kapolres.

“Jadi bantulah mereka baik dari moral dan keadaan mereka. Sekarang anak-anak ini sedang diuji oleh Yang Maha Kuasa dengan tidak adanya pendampingan orang tuanya. Semoga ini bisa sama-sama kita pahami,” tambahnya. *