Hasil Limbah Ternaknya Bawa Keberuntungan, Untung Siap Gabung KSJ Ringankan Beban Masyarakat

Rabu, 15 September 2021 | 20:37 WIB

Batu Bara, MPOL : Untung (35) seorang pengusaha ternak di Desa Kuala Tanjung, Kab. Batu Bara, sangat menginspirasi masyarakat di sekitar lingkungan tempat ia tinggal. Untung yang saat itu mencoba mengelola limbah sampah organik menjadi pakan ikan dan unggas melakukan uji coba pembuatan pelet dari sampah yang membusuk dan kemudian dijadikan pakan untuk ternak itik dan ikan lele.

Ternyata hal itu membuatnya berhasil memangkas biaya pakan ternaknya hingga lebih dari 50% biaya ongkos yang di keluarkannya.

Untung menjelaskan, limbah organik yang ia jadikan makanan ulat yang disebut manggo dengan produksi campuran dedak padi menjadikanya keberuntungan yang berlipat.

“Awalnya saya melihat tumpukan sampah yang membusuk dan sangat bau di setiap jalan pasar yang ada di seputaran pasar tradisionil milik warga. Saya melihat ulat manggo yang dimakan ternak unggas warga dan kemudian saya mencoba membudidayakan ulat manggo tersebut menjadi banyak dengan memelihara lalat biasa di sebut masyarakat lalat tentara hitam,” terang Untung.

Ternyata, sambungnya, sangat gampang dan membuahkan hasil positif. Perkembangan ulat maggo sangat cepat dengan hasil panen pakan untuk ikan dan unggas ini. Dalam 20 hari ia sudah bisa memanen ulat manggo tersebut dan untuk pakan ikan lele gurami , mas, khususnya air tawar sangatlah baik karena protein dari ulat tersebut membuat hasil panen sangat cepat.

“2 bulan ikan yang kita ternak sudah dapat dipanen dengan sekitar 8 ekor perkilo gramnya,” katanya.

“Menurut saya langkah seperti ini sangat baik untuk dikembangkan kepada masyarakat agar dapat menambah hasil perekonomian di masa pandemi Covid-19 ini. Modal utama adalah bibit dan tempat (kolam), kalau dahulu yang kita takutkan adalah pakan, saat ini pakan untuk ikan dan unggas tidak usah dikhawatirkan karena tanpa modal apa pun kita sudah bisa menciptakan pakan dari limbah yang ada di sekitar kita,” ungkapnya.

Karena keberuntungannya itu, Untung pun berinisiatif bergabung bersama Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) dalam mengedukasi para anak yatim dan piatu serta meringankan beban masyarakat di kampung sedekah yang didirikan KSJ di Desa Petatal yang kemarin diresmikan Gubernur Sumut.

“Saya akan jadi motivator dalam mengedukasi masyarakat kampung sedekah yang dibina Bapak Kapolres Batu Bara,” ucapnya.

Sementara Kapolres Batu Bara, AKBP Ikhwan dalam kunjungannya ke tempat usaha Untung mengatakan kegiatan ini sangat baik untuk diikuti.

“Dimana masa pandemi Covid-19 ada sosok pemuda menginspirasi dan bisa membuka peluang kerja kepada seluruh masyarakat serta usaha masyarakat mandiri,” ujarnya.

Kapolres mengatakan kalau saja masyarakat banyak yang melakukan seperti Untung, dapat dipastikan kamtibmas yang ada di seluruh daerah akan menjadi sangat aman.

“Pastinya tak banyak lagi pengangguran dan masyarakat akan sejahtera dengan melakukan usaha mandiri juga dapat mempekerjakan masyarakat. Seperti Mas Untung yang membawa keberuntungan kepada masyarakat. Nantinya akan tumbuh Untung Untung yang sukses seperti Mas Untung sekarang ini dimana yang sekarang saya ketahui memiliki 20 karyawan kerja dengan memproduksi pakan ternak ikan dan unggas,” jelasnya.

“Saya akan mendukung penuh masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan pada masa sesulit ini dan saya siap menjadi pembina di Batu bara kepada masyarakat yang ingin melakukan hal yang sama seperti Mas Untung,” pungkasnya. *