Diperhatikan Kapolres AKBP Ikhwan Lubis, Ini Kata Fikry dan Bany Ceper Warga Dwarfisme

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:54 WIB

Batu Bara, MPOL : Dwarfisme adalah manusia keturunan kerdil yang memiliki gen berbeda dengan manusia normal pada umumnya. Mereka tak mudah ditemui di islam manapun, khususnya di Indonesia. Dwarfisme merupakan kelainan yang menyebabkan tinggi penderitanya berada di bawah rata-rata.

Namun, Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis diberi kemudahan untuk menemukan mereka warga dwarfisme dan berhasil mengumpulkan 9 warga dwarfisme di seluruh wilayah Kabupaten Batu Bara, dimana kegiatan tersebut diagendakan pada Jumat (15/10/2021) dalam kegiatan rutin yang dilakukan KSJ di Desa Pakan Raya, Kec. Medang Deras, Kab. Batu Bara.

“Sesuai dengan amanah seorang ulama yang tidak ingin disebut namanya. Saya mengikuti pesan beliau agar memperhatikan juga para warga dwarfisme karena mereka juga manusia yang memerlukan perhatian khusus dari kita yang normal,” kata Kapolres Batu Bara, AKBP Ikhwan Lubis kepada wartawan, Minggu (17/10/2021).

Warga dwarfisme, kata Kapolres sangat terkucilkan. Sebab, mereka tidak sama dengan ukuran tubuh manusia, postur tubuh dan tenaga yang dimiliki mereka tidak ada separuhnya dengan manusia normal pada umumnya, sehingga mereka jarang sekali menampakkan diri di keramaian masyarakat yang ada dimanapun.

Masih kata Kapolres, oleh sebab itu sudah seharusnya kita yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini harus membantu mereka dan atas kemanusiaan mereka layak untuk diperhatikan, seperti 2 dari 9 orang manusia kerdil (dwarfisme) Fikry dan Bany ceper.

“Mereka memiliki keahlian yang patut kita berikan apresiasi sebagai pelukis dan mekanik bengkel motor. Ini bisa dikembangkan dan mereka yang memiliki kemampuan baik seperti mereka akan saya tampung nantinya sebagai guru di kampung sedekah yang akan kita bangun bersama KSJ,” ucapnya.

“Harapan saya kita sebagai umat manusia harus saling tolong menolong, apalagi dimasa pandemi Covid-19 yang telah meluluhlantakkan seluruh aspek kehidupan manusia. Mereka kaum dwarfisme patut kita perhatikan dan bantu memberdayakan mereka sesuai dengan apa keahlian mereka,” ungkap pejuang dhuafa ini.

Sementara Fikry dan Bany Ceper mewakili teman-teman lainnya mengatakan sangat bangga kepada AKBP Ikhwan Lubis.

“Orang kate seperti kami tidak gampang ditemui, namun beliau bisa mengumpulkan sahabat-sahabat kami di seluruh saerah di Batu bara ini. Ini hal yang luar biasa menurut kami warga dwarfisme, kemungkinan ini adalah amanah sosok orang yang menjadi wali bagi kami. Kami sangat tersembunyi dan jarang sekali masyarakat dapat menemui kami,” katanya.

Keduanya mengatakan Kapolres Batu Bara adalah sosok amanah yang dapat membela seluruh kaum miskin maupun orang-orang seperti kami dan kami sangat bangga ternyata ada di dunia ini sosok amanah yang dapat merasa.

“Saat ini gairah hidup kami untuk bisa setara dengan manusia pada umumnya semakin tinggi dengan apa yang telah dikatakan Pak Kapolres kepada kami dan kami tidak dianggap kecil lagi. Terima kasih Bapak Kapolres sang pejuang dhuafa, sekali lagi kami bangga dengan bapak,” ucapnya. *