Dampak PMK, Kerbau dan Sapi Melahirkan Premateur, Dinas Peternakan dan Perikanan Batubara Picing Mata

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:13 WIB

Batubara, MPOL: Virus penyakit Mulut dan Kuku (PMK)  yang menyerang hewan ternak peliharaan masyarakat petani seperti Sapi  Kerbau,  kambing dan Babi kian hari semakin mengganas, sejumlah peternak di Desa Tanah Tinggi dan di daerah lainnya di Kabupaten Batubara resah akibat virus PMK semakin mengganas menyerang ternak hewan mereka, dampak PMK banyak induk Kerbau mereka melahirkan premateur (tidak cukup bulan)  dan akhirnya bayi kerbau itu mati, sudah hampir 10 ekor anak Kerbau mati akibat induknya tidak sehat,” ujar petani.

“Populasi hewan kerbau, Sapi dan lainnya di Kabupaten Batubara diperkirakan ribuan ekor dan saat ini diperkirakan telah mengidap PMK mulai lidah dan telapak kaki luka-luka sehingga ternak sapi dan kerbau susah makan dan berjalan sehingga ternak hewan tersebut susah mengunyah makanan,” ujar Legiman (57) anggota kelompok Tani Podorukun dusun 12 desa Tanah Tinggi Kecamatan Airputih Kabupaten Batubara, Sabtu (18/6).

Dikatakan Legiman, akibat penyakit yang diderita ternak, kondisi ratusan ternak kerbau yang berada di kelompok tani Podorukun dan Mandiri dewasa ini tampak tidak sehat dan sudah hampir sepuluh ekor bayi kerbau yang baru lahir mati akibat induk kerbau tidak dapat menyusui, dan bayi kerbau lahir kurang sehat, kematian anak kerbau yang baru lahir itu dikarenakan lahirnya kurang bulan, dan banyak kerbau kami karantina secara mandiri, papar Legiman.

Disebutkan Legiman, rekan-rekannya sesama peternak, telah berupaya memberikan berbagai jenis obat obatan dan suntikan, Vitamin, ini kami lakukan sendiri dengan memanggil matri hewan dengan harapan agar ternak kami bisa kembali sembuh seperti sediakala, yang kami herankan setelah mewabahnya virus PMK yang menyerang ternak  kami, belum ada pihak Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Batubara yang turun ke tempat kami secara resmi, yang pernah turun meninjau kemari hanya Kapolres Batubara AKBP Jose D. C. Fernandes S. IK, bersama Kapolsek Indrapura AKP Sandi dan dokter hewan,” ujarnya.

Menurut pantauan media, sejak wabah virus PMK menghantam hewan ternak petani, Kasus PMK terus bertambah dan banyak ternak Sapi, Babi, dan Kerbau yang Mati, kematian hewan ternak petani dipastikan akibat terpapar virus PMK, hampir setiap hari bangkai sapi dan Babi hanyut ditengah sungai Tanjung, bangkai sapi dan Babi memang sengaja dibuang pemiliknya kedalam Sungai.

Beberapa kelompok ternak di Kabupaten Batubara berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Batubara agar secepatnya menurunkan petugas kesehatan Hewan kelapangan untuk mencegah berkembangnya wabah PMK, kami sangat berharap
secepatnya petugas untuk turun meninjau kondisi ternak kami  sebelum terlambat,” harap person.