“Ngeri Ngeri Sedap” Ada di Asahan, Bupati Sebut Nampaknya Orang Batak Kasar, Namun Hatinya Lembut

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:28 WIB

Kisaran, MPOL: Kota Kisaran Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara menjadi kota pertama yang Ngeri Ngeri Sedap.Bagaimana tidak,hal ini suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Asahan di Sumatera Utara sebagai Roadshow pertama untuk dapat menonton film baru garapan sutradara Bene Dion Rajagukguk dengan gaya etnis/budaya Batak yang berjudul “Ngeri-Ngeri Sedap”.

Film dengan gaya adat Batak ini, akan ditayangkan secara resmi di seluruh bioskop se Indonesia pada 2 Juni 2022 mendatang.

“Ngeri Ngeri Sedap” itulah judul film yang kita ambil dari bahasa dan logat anak Medan adalah film drama komedi Indonesia tahun 2022 yang disutradarai dan ditulis oleh Bene Dion Rajagukguk berdasarkan Novel pertamanya yang berjudul sama.Film ini berlatar suku Batak yang dibintangi oleh Arswendy Beningswara Nasution sebagai Pak Domu,Tika Panggabean sebagai Mak Domu,Boris Bokir Manulang sebagai Domu,Gita Bhebhita Butar-Butar sebagai Sarma,Lolox sebagai Gabe dan Indra Jegel sebagai Sahat.”kata Bene sang sutradara muda ini saat diwawancarai awak media di Irian Market Kisaran,Jum’at (27/5/2022).

Bene juga mengatakan film ini telah menyelesaikan proses syuting pada bulan Desember 2021 lalu dan dijadwalkan untuk tayang di bioskop se Indonesia pada 2 Juni 2022.Untuk pertama kalinya tayang di Gala Premiere di Irian XXI Irian Market Kisaran.Sebutnya.

“Kota Kisaran yang menjadi kota pertama penanyangan film Ngeri Ngeri Sedap ini pada Jumat (27/5/2022) dihadiri langsung oleh Bupati Asahan H.Surya Bsc dan Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin serta dua pemeran utama yaitu Boris Bokir Manulang dan Indra Jegel. Selain itu juga hadir Bene Dion selaku sutradara.Hal ini juga menjadi kebanggaan tersendiri karena Bupati dan Wakil Bupati Asahan juga ikut menonton bersama kami.”Papar Bene.

Saat ditayangkan, film ini terlihat sangat lucu hingga mampu membuat para penonton tertawa. Uniknya bukan hanya sekedar itu, film yang berlokasi di Danau Toba itu juga mengundang tetesan air mata para penonton. Sebab, film ini menceritakan haru dalam kehidupan suatu keluarga.

Ngeri Ngeri Sedap mengambil latar budaya Batak dan bercerita tentang pak Domu dan Mak Domu yang tinggal bersama anak ketiganya, Sarma.Sementara tiga anak laki-lakinya,Domu(Boris),Gabe(Lolox) dan Sahat(Indra Jegel) pergi merantau.

Suatu ketika, Pak Domu dan Mak Domu hendak membuat pesta  adat dan berharap ketiga putranya yang jarang pulang kampung itu bisa kembali ke rumah. Sebuah rencana pun dijalankan Pak Domu dan Mak Domu  dengan berpura-pura berantam dan selalu ribut yang akhirnya Mak Domu minta bercerai demi mendapatkan perhatian dari anak-anaknya.

Film ini berakhir dengan haru damn mampu membuat penonton menangis.Sebab, yang tadinya pura-pura, akhirnya menjadi keseriusan yang mengungkapkan kekesalan hati para anak-anak dan istri terhadap Pak Domu hingga rumah tangga hampir runtuh.Tetapi, diakhir cerita Pak Domu yang ingin menang sendiri itu menyadari kesalahannya dan kembali menyatukan keluarganya.

Usai nonton bareng,dalam siaran persnya ,Bene Dion didampingi Boris Bokir dan Indra Jegel mengatakan bahwa dirinya mendapatkan inspirasi cerita dari kehidupan sehari-hari yang bersumber dari curhatan orang sekitar dan pendewasaan hidup yang dialami.

“Kayaknya memang perlu saya buat cerita ini agar bisa juga menjadi edukasi dan pendewasaan orang lain.Yang jelas macem-macem lah sumbernya dan disatukan menjadi cerita film, Ngeri NgeriSedap ini.” ungkap Bene.

Bupati Asahan H.Surya Bsc dan Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin yang turut menyaksikan dan nonton bareng dalam siaran persnya juga sangat mengapresiasi film Ngeri Ngeri Sedap ini.

“Setelah saya menonton dan mengamati alur cerita film ini,sangatlah bagus. Sebuah karya anak Sumatera Utara tertuang dalam film yang berjudul Ngeri Ngeri Sedap.Meskipun ada etnis budaya Batak diyakini bisa diterima oleh semua etnis di Indonesia.”Kata Surya.

Surya menambahkan pesan moralnya ini sangat universal bagi kita semua.Hal ini tentunya bisa dijadikan pembelajaran dan edukasi terutama kepada anak-anak muda khususnya etnis Batak.Meskipun kita merantau dan berhasil,namun adat budaya Batak tetap dibawakan dan diajarkan kepada etnis lain seperti dalam film ini yang ada menjalin hubungan dengan etnis Sunda dan Jawa.Kita sebagai anak juga harus ingat kepada orang tua yang telah mendidik dan menyekolahkan kita tinggi-tinggi dan tetap ingat kampung halaman dari mana kita berasal.Sebut Surya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Asahan yang belum sempat menonton film ini,nantinya bisa menonton pada tanggal 2 Juni 2022.Nampaknya orang Batak itu kasar,namun hatinya lembut”.Itulah penggalan kata penutup dari Bupati Asahan H.Surya Bsc usai menonton film Ngeri Ngeri Sedap di Gala Premiere di Irian XXI Irian Market Kisaran.