Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Hentikan Operasional Hiburan Malam

Kamis, 26 Maret 2020 | 21:15 WIB

Simalungun – Rapat koordinasi unsur Forkopimda Kabupaten Simalungun dalam  rangka pencehagan dan penanganan Virus Corona (Covid-19), di Auditorium T Johan Garingging Universitas Efarina Jl.Sutomo Pematang Raya Kabupaten Simalungun, Kamis (26/3/2020) yang dihadiri Bupati Simalungun JR Saragih, Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Ompusunggu, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf Frans Khisin Panjaitan, Ketua Pengadilan dan Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun serta Ketua DPRD Simalungun Tinbul Jaya Sibarani.

“Hasil dalam rapat koordinasi Forum komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Simalungun  diantaranya menghimbau kepada pemilik dan pengusaha hiburan agar memberhentikan operasional tempat /lokasi hiburan,” ungkap Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu.

Ditegaskan Kapolres, selain itu juga, akan menggelar patroli malam hari untuk melaksanakan penutupan tempat hiburan malam dalam menindaklanjuti maklumat Kapolri dalam upaya penanganan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).
Lebih lanjut dikatakannya, bukan hanya di sejumlah cafe dan karaoke saja menjadi fokus sosialisasi serta himbauan dan  juga hal serupa akan diberlakukan di kedai seperti  warung kopi atau tempat tempat keramaian atau kerumunan orang untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus corona atau covid-19.
“Berdasarkan instruksi Presiden, dan maklumat Kapolri kita akan melaksanakan penertipan di 33 kecamatan, dan 386 desa. kami akan menindak tegas, tempat tempat keramaian atau ngumpul ngumpul, tetapi humanis dan tetap memberikan pengarahan dan pengertian yang benar kepada masyarakata, dan kalau tidak bisa diberi pengertian maka akan kita bubarkan” ucap orang nomor satu di Polres Simalungun itu.
Disamping itu, patroli akan dilakukan untuk mengantisipasi adanya cafe, tempat karaoke atau tempat-tempat keramaian yang masih saja buka dan ada keramaian.
Ditekankan,  untuk lokasisasi hiburan malam, pihaknya juga sudah memberikan peringatan kepada para pemilik lokasi hiburan malam dan jika kedapatan masih saja yang membuka maka akan di tindak tegas sesusai dengan pasal 14 ayat 1, UU nomor 4 tahun 1994, menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam dengan hukuman 1 tahun penjara.

Kemudian, pasal 93 UU nomor 6, tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan karantika kesehatan, atau menghalang halangi, hingga mengakibatkan kedaruratan kesehatan masyarakat akan di pidanakan 1 tahun penjara dan denda 100 juta. (PS.05)