Antisipasi Gangguan, Pertamina Latih Pekerja dan TNI

Kamis, 13 Februari 2020 | 17:31 WIB
Medan (medanposonline.com) – Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tak kurang dari 12 kali bencana melanda Sumatera Utara di tahun lalu. Sementara BPBD Sumut mengidentifikasi wilayah ini memiliki 14 jenis bencana alam.
Di sisi lain, PT Jasa Raharja menyebutkan lebih dari 8.000 orang terlibat kecelakaan lalu lintas di Sumut tahun 2019. Hingga 171 miliar rupiah dihabiskan PT Jasa Raharja untuk menyantuni korban kecelakaan.
Bencana dan kecelakaan lalu lintas menjadi faktor yang berpotensi mengganggu kelancaran penyaluran BBM dan elpiji. Untuk itu, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melalui fungsi Health, Safety, Security dan Environment (HSSE) melaksanakan serangkaian pelatihan bertujuan mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas dan dampak bencana.
“Kami menggelar pelatihan Military Contigency Plan bagi personil TNI. Juga Safety Riding bagi pekerja Pertamina, serta edukasi dan sosialisasi bahaya kebakaran untuk siswa SD dan SMP,” ujar Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 – 13 Februari di Fuel Terminal (FT) Sibolga, FT Medan Group dan wilayah Medan Labuhan.
Pelatihan Military Contigency Plan bertujuan memberikan keterampilan dasar mengoperasikan mobil tangki untuk personil TNI Kodam I Bukit Barisan. Lewat pelatihan ini personil TNI dapat diaktifkan jika terjadi bencana alam maupun bencana sosial yang menyebabkan awak mobil tangki (AMT) reguler tak dapat bertugas.
Sementara pelatihan safety riding untuk pekerja dan mitra kerja Pertamina MOR I diadakan di FT Medan Group. Menggandeng PT Indako Trading Coy, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkendara yang aman dan benar.
Tidak lupa untuk generasi muda, Pertamina MOR I memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya kebakaran. Kegiatan diselenggarakan  untuk siswa SD 060905 Medan Labuhan serta SMP 39 Labuhan Deli.
“Pencegahan dan penanggulangan kebakaran harus dikenalkan sejak masih usia sekolah agar ketika terjadi kasus tersebut, sudah tahu langkah apa yang harus dilakukan dan ilmu tersebut terbawa hingga dewasa,” ujar Roby Hervindo, Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR I.
Rangkaian pelatihan dan edukasi ini, merupakan bagian dari peringatan bulan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Roby berharap rangkaian kegiatan ini dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan dampak bencana.(Dro/Rel)