Dari Reses Anggota DPRD Sumut, dr Mustafa Kamil

Anak Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu Minta Diperhatikan Pemerintah

Rabu, 24 Februari 2021 | 20:56 WIB
Medan, MPOL: Sejumlah warga mengusulkan kepada anggota legislatif  agar pemerintah memberikan perhatian khusus kepada anak berprestasi dari kalangan kurang mampu ekonominya. Sebab banyak anak-anak yang berprestasi  di bidang pendidikan, olahraga, seni dan pengetahuan umumnya lainnya, terpaksa harus putus sekolah karena ketidak mampuan orangtua membiayai anaknya.

Usulan tersebut disampaikan Yusmadi,S.Pd selaku Ketua Yayasan Pendidikan (Yaspend) Generasi Bangsa, saat mengikuti acara Reses Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai NasDem, Rabu  (3/2/2021) yang berlangsung di Caffe Cindelaras Jalan Marelan Raya Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan.

Yusmadi menjelaskan bahwa, selama pandemi virus Corona (covid-19) banyak orangtua siswa yang selalu terlambat membayar uang SPP, bahkan ada yang sudah setahun lebih, namun kami memaklumi karena ada diantaranya yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan bangkrut usahanya, ujar Yusmadi.

Acara Reses  menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat, yakni memakai masker, mencuci tangan memakai sabun disinfektan sebelum masuk ruangan, menjaga jarak aman dan menghindari kerumunan itu berlangsung tertib dan lancar.

Selain dihadiri Anggota Komisi E, DPRD Sumut, dr.Mustafa Kamil Adam,Sp.PD juga turut hadir mewakili Camat Medan Marelan, Kasie Trantib Ronal Sihotang, mewakili Lurah Tamah Enam Ratus, Kasie Trantib, Mazhar, Babinsa, Bhabinkantibmas, Ketua Yaspend Generasi Bangsa Yusmadi,S.Pd,  Komandan Paskibraka Kota Medan Abdul Munir Nasution dan sejumlah orangtua anggota Paskibraka Kota Medan.

Hal senada juga disampaikan Komandan Paskibra Kota Medan, Abdul Munir Nasution dan Ibu rumahtangga lainnya, Swarni, agar anak-anak kalangan kurang mampu yang tidak terdata selama ini mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dapat diajukan kembali agar tidak putus sekolah. Selain itu nasib pelatih Paskibra di Kota Medan agar mendapat perhatian Pemko Medan maupun Pemvropsu, ujar mereka.

Menyikapi berbagai hal yang diutarakan oleh sejumlah masyarakat, anggota DPRD Sumut, dr. Mustafa Kamil, secara serius menerima masukan dari warga dengan memanggil stafnya agar dicatatkan sebagai “PR” untuk ditindakdaklanjuti dengan instansi terkait.

“Pertanyaan bapak/ibu akan dicatat oleh staf kami untuk diteruskan dan diambil solusinya, berkaitan dengan data yang berkaitan agar dilengkapi secepatnya, mudah-mudahan ada jalan keluarnya,” ucap dokter spesialis penyakit dalam itu.

Sementara terkait dengan usulan warga agar anak berprestasi mendapat perhatian khusus dari pemerintah, kami dari Komisi E yang membidangi pendidikan, kesehatan, tenaga kerja dan kesejahtraan masyarakat, akan berupaya sekuat tenaga agar didengarkan oleh Pemko Medan Pemprov Sumut, jelasnya.

Vaksinasi Covid-19

Disesi kedua resesnya yang berlangsung di Jalan Letda Sujono Kelurahan Tembung Kecamatan Medan Tembung, warga mempertanyakan dampak dari Vaksinasi Covid-19, karena banyak informasi yang diperoleh warga dari berbagai media sosial bahwa setelah pemberian vaksin covid banyak yang mengalami sakit dan bahkan mati, ujar Ardiansyah Pasaribu Warga Benteng Timur dan Ibu Putri warga Jalan Tirtosari Kelurahan Bantan.

Menjawab hal tersebut, dr.Mustafa Kamil yang sudah berpengalaman bertugas di berbagai Rumah Sakit menyatakan bahwa untuk memutus mata rantai covid-19 seluruh warga harus mensukseskan Vaksinasi Covid-19 sebagai pelengkap 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

“Obat Vaksinasi Covid-19 itu harganya mahal, maka diberikan secara bertahap secara gratis kepada prioritas beresiko tinggi yaitu tenaga medis, TNI/Polri, aparatur sipil negara dan selanjutnya masyarakat yang berusia 18-60 Tahun, dan itu aman karena sudah melalui uji klinis, serta yakinlah bahwa negara akan melindungi warganya,” pungkas dr. Mustafa.