Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Wak Genk: Semoga Robert Da Costa “Lahir” Di Sumut

Jumat, 18 Desember 2020 | 19:33 WIB

Medan,MPOL: Peredaran narkoba sudah semakin masif. Kota Medan dan Sumatera Utara tidak lagi hanya sebagai transit tetapi sudah menjadi daerah bisnis peredaran narkoba. Penggunanya bukan lagi hanya kalangan dewasa dan punya uang tetapi mulai dari anak-anak hingga kakek-kakek bahkan masyarakat ekonomi lemah.

Peredarannya bukan lagi hanya diperkotaan tetapi sampai ke pelosok desa. Jika kondisi ini terus dibiarkan, generasi muda Indonesia akan hancur dan pemerintahan pun bisa runtuh. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk membasmi peredaran narkoba. Namun, bila masyarakat tidak punya kepedulian, niscaya kerja keras aparat kepolisian dan pemerintah tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan.

Untuk menekan peredaran narkoba di Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol.Drs.Martuani Sormin M.Si telah mengultimatum jajarannya untuk lebih giat bekerja dengan motto, “Tidak ada tempat Bagi Pelaku Kejahatan di Sumut”.

Aktivis Anti narkoba Muh Abdi Siahaan/Wak Genk.(dok).

Beruntung ada Kombes Robert Da Costa di Polda Sumut. Sangat tepat bila pria asal NTT itu didapuk memimpin Direktorat Reserse Narkoba Poldasu, untuk memutus mata rantai peredaran barang laknat itu dari Sumatera Utara.

Terbukti, dengan tekhnik dan berbagai cara yang dilakukan, Ditres Narkoba Poldasu berhasil menggagalkan peredaran narkoba. Puluhan bandar dan jaringan narkoba antar propinsi dan antar negara telah ditembak mati. Ribuan kilo gram sabu, ganja dan jutaan butir Pill ekstasi telah berhasil disita.

Kerja keras Direktorat Reserse Narkoba Poldasu dan Jajarannya mendapat apresiasi dari pegiat anti narkoba di Sumut, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk. Aktivis dan pemerhati sosial kemasyarakatan itu mengacungkan jempol buat Kombes Robert Da Costa. Pria berdarah Nusa Tenggara Timur (NTT), kelahiran Atambua, Belu 2 Januari 1975 itu terbilang sukses membasmi dan memutus matarantai peredaran narkoba di Sumut dengan menembak mati para bandar dan jaringannya.

“Sangat luar bisa, kita acungkan jempol buat Kombes Robert Da Costa. Kita berharap muncul Robert Da Costa- yang lain di Polda Sumut untuk menggembosi hembong-gembong narkoba di Sumut,” ujar Wak Genk.

Wak Genk mengatakan, dari keberhasilan yang ditorehkan Robert Da Costa, sangat tepat bila Kapolri Jenderal Drs.Idham Azis memberi penghargaan buat Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 tersebut. Diketahui, Kombes Robert Da Costa diberi Kapolri jalur khusus untuk mengikuti Sespimti. “Sangat tepat Kombes Robert Da Costa memimpin Direktorat Reserse Narkoba Poldasu,” ungkapnya.

Dengan penghargaan yang diperoleh, Kombes Robert Da Costa semakin semangat untuk membuktikan keahliannya. Pada Kamis 17 Desember 2020 kemarin, berhasil menggagalkan peredaran sabu-sabu sebanyak 16 Kg dengan menangkap 11 orang tersangka yang berasal dari dua kelompok jaringan, Medan-Aceh dan Sumut-Riau. Satu orang dari jaringan itu ditembak mati.

Bukan hanya itu, diakhir Nopember lalu, dua bandar narkoba juga ditembak mati. Bahkan sebelumnya, 100 kg lebih sabu yang akan diselundupkan di Jakarta dan kota-kota besar di kawasan Pulau Jawa, berhasil digagalkan. Dan masih banyak lagi torehan yang dicapai.

“Saya selalu mengikuti keberhasilan Direktorat Reserse Narkoba Poldasu dalam memutus matarantai peredaran narkoba di Sumut,” kata Muh Abdi Siahaan/Wak Genk.

Tokoh pemuda yang kerap melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada generasi muda di Medan ini mengatakan, Robert Da Costa layak menjadi Kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) pusat.

“Kerja keras Robert Da Costa menjadi inspirasi buat saya untuk membantu dalam memerangi bahaya narkoba di Kota Medan. Kiranya jajaran Ditres Narkoba jajaran Poldasu dapat mengadopsi capaian yang diperoleh Kombes Robert Da Costa,” imbuhnys.

“Selamat bertugas, Tuhan memberkati Abangda Kombes Robert Da Costa. Keberhasilan mu mengabdi di Sumatera Utara kiranya menjadi bekal untuk memperoleh karier ke jenjang jenderal. Kiranya penggantimu nanti mampu melebihi apa yang abangda perbuat untuk membersihkan narkoba di Sumatera Utara,” pungkas Wak Genk.***