Ungkap Berbagai Modus Kejahatan, Dirreskrimum Poldasu Layak Mendapat Apresiasi

Senin, 16 November 2020 | 23:32 WIB

Medan,MPOL: Sukses membongkar berbagai tindak kejahatan diberbagai daerah, yang membuatnya menapaki jenjang karier yang lebih tinggi, Kombes Pol.Irwan Anwar S.IK tidak langsung berbangga diri. Malah keberhasilan justru dijadikannya pengalaman yang sangat berharga dalam mengemban tugas mulia sebagai Direktur Dit Reskrimum Polda Sumut.

Torehan yang dicapai Polda Sumut dalam menekan angka kriminalitas hingga mendapat apresiasi dari Komisi III DPR-RI, yang berhasil menekan angka kejahatan di Sumut 26 persen sebagaimana pengakuan Kapoldasu Irjen Pol.Drs.Martuani Sormin M.Si, tidak terlepas dari kerja keras Kombes Pol.Irwan Anwar dan jajaran kepolisian di Sumatera Utara.

Dalam tempo 9 bulan (Februati-November 2020), semenjak dilantik menjadi Dirreskrimum Polda Sumut, berbagai tindak kejahatan dan dengan berbagai modus operandi berhasil diungkap. Tindakan tegas dan terukur hingga menghilangkan nyawa para pelaku kejahatan kerap dilakukan.


Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Irwan Anwar S.IK.(dok).

Tak ayal, para penjahat berpikir dua kali jika ingin melakukan kejahatan.Maka sangat wajar mantan Kapolresta Makasa anggotar Polda Sulawesi Selatan itu dipercayakan membasmi segala tindak kejahatan di Sumut yang terus menggurita.

Keberhasilan Irwan Anwar dalam memberikan kenyamanan bagi warga Sumut, layak mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat Sumut. Salah seorang diantaranya adalah aktivis dan pengamat sosial kemasyarakatan Sumatera Utara, Muhammad Abdi Siahaan/Wak Genk.

Pengamat kinerja kepolisian di Sumatera Utara itu mengatakan, sangat berdasar kalau pria berdarah Bugis itu mendapat tugas dalam memberantas kejahatan di Sumut bukan lagi barang baru di Sumut. Alumni SMAN 3 Makasar Sulawesi Selatan yang mumpuni dalam bidang reserse pernah menjabat Kapolsek Medan Teladan (Polsek Medan Kota red) dan Kasat Resere Narkoba Poltabes Medan (kini Polrestabes Medan).

Sejak dilantik menjadi Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Poldasu 28 Februari 2020 lalu, Kombes Pol.Irwan Anwar mampu menggenjot semangat anak buahnya mengungkap kasua-kasus kejahatan dengan skala nasional dan berbagai modus operandi.

“Kita patut mengacungkan jempol buat Kombes Irwan Anwar. Dia tidak segan-segan memberi tindakan tegas kepada para penjahat bahkan tidak ragu-ragu mengirim para kriminalitas ke alam baka. Sosok beliau sangat tepat bertugas di Sumatera Utara yang mana tingkat kriminalitas tergolong tinggi dari segi sadistis dalam beraksi,” kata Wak Genk yang mengaku kenal dengan Kombes Irwan Anwar ketika menjabat Kapolsek Medan Kota.

“Saya masih ingat ketika beliau membongkar kasus pembunuhan seorang pedagang bakso di Jalan Medan Area Selatan GG Haji Siraz. Yang mana sempat mendapat hambatan karena kurangnya saksi dan alat bukti, namun dengan kegigihan dan alibi seorang reserse, akhirnya terungkap dengan pelaku seorang pria warga asal Pulau Nias,” ujar Wak Genk mengingatkan kejadian belasan tahun lalu saat Irwan Anwar menjabat Kapolsek Medan Kota dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Kini, setelah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, dapat mengungkap kasus kejahatan, antara lain, Perampok nasabah bank antar Provinsi, Sumut, Jambi, Riau dan Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu. Dimana dalam pengungkapan itu, satu dari lima pelaku tewas ditembak tim tengkorak mata merah /Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut.

Kemudian, kasus pembunuhan Jefri Wijaya (39) warga Sunggal, yang mayatnya ditemukan pada Kamis (17/9) di dalam jurang Jalan Medan-Berastagi Km 54-55 Desa Ndaulu Kec Berastagi, Kab Tanah Karo. Dari ke-7 pelaku enam diantaranya ditindak tegas dengan ditembak dibagian kaki karena melawan saat akan ditangkap.

Lalu, berhasil mengungkap kasus yang membutuhkan alibi kuat dan phisikologis yakni kejahatan memotong jari sendiri yang dilakukan seorang ibu rumah tangga, E Boru Sihombing. Modus kejahatan ini tergolong unik, yang akhirnya diketahui kalau pelaku adalah korban sendiri yang sempat mengecohkan polisi dengan mengaku korban pembegalan.

PRESTASI

Irwan dikenal sebagai perwira yang berprestasi saat memimpin.Kombes Irwan Anwar sebelum dipercayakan menduduki jabatan sebagai Dirreskrimum Poldasu, menjabat Kapolrestabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan, dilantik pada Jumat (13/4/2018).

Sebelum menjabat Kapolrestabes Makassar, Irwan menjabat Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan telah membongkar sindikat penyebar hoax dan pesan menyinggung SARA.

Misalnya, saat dia menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat, dalam kurun waktu 14 hari, dari tanggal 1 hingga 14 Maret 2017, pihaknya mampu mengungkap beberapa kasus kejahatan dengan jumlah tersangka sebanyak 102 orang.

Irwan juga kerap mengungkap kasus-kasus kejahatan konvensional.

Selain membongkar sejumlah kasus kriminal di Nusa Tenggara Barat, Irwan juga sukses membongkar sindikat penyebar hoax dan pesan menyinggung SARA.

Masih ingat sindikat penyebar isu hoax dan SARA di Indonesia, Saracen?

Irwan salah satu petugas yang terlibat langsung mengungkap kejahatan sindikat ini.

Saracen sindikat berbahaya.

Sindikat ini mendulang rupiah dengan menyebarkan berita-berita bohong alias hoax.

Asma Dewi dan Saracen, jaringan penyebar isu SARA di Indonesia.

Sindikat ini juga mendapat rupiah dengan menyebar isu-isu SARA yang bisa dimanfaatkan oleh politisi-politisi menyerang lawan politiknya.

Jasriyadi pimpinan sindikat ini berurusan dengan Kombes Irwan.

Selain itu, Irwan juga mengungkap kejahatan KB (30), pria yang menyebarkan konten hoaks melalui berbagai situs berita abal-abal ternyata pernah berprofesi sebagai wartawan.

“Yang bersangkutan berinisial KB kemudian S1 sarjana teknik IT, kemudian mantan wartawan media news crime investigation,”

Dari sederetan kasus-kasus konvensional itu, masih banyak laginkasus-kasus lain yang dapat diungkap . Semoga Kombes Irwan Anwar sukses di Sumut menghantarkannya meraih bintang.***