TMMD Sebagai Momentum Lahirnya Prajurit yang Terpanggil

 

TALI sepatu telah dikencangkan, Baret hijau terpasang gagah, isi taspun tak seperti biasanya, kini berisi puluhan pasang pakaian dan bersiap untuk tinggal bersama masyarakat. Mereka adalah prajurit TNI yang terpanggil untuk terus menciptakan Kemanunggalan bersama Rakyat.

Lewat program tepat sasar yang bernama TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), kali ini untuk konsentrasi yang ke-110 dilaksanakan di Desa Terang Bulan Kecamatan Kualuh Hulu dan Dusun Pematang Baru Desa Pematang Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sebanyak 120 personel TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta sejumlah personel Kepolisian Resort Labuhanbatu, ditempatkan berbaur di rumah-rumah warga.

Siapa yang bilang tugas ini tidak berat! Siapa pula yang berani mengklaim tidak akan ditemukan kesalahan dalam konteks realisasinya? Namun tanpa ragu, para tentara yang berbekal perintah komando atas ini, dan yakin akan kemampuan teritorial yang dimiliki, tetap berkomitmen dapat menyelesaikan misi kemanusiaan tersebut dengan baik.

Judulnya, ‘Sinergi Membangun Negeri’. Tentu pula menjadi barometer dan prioritas dalam proses pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) ini, sehingga dapat terus melahirkan ephoria kebanggaan bagi masyarakat akan hadirnya TNI ditengah-tengah mereka.

“Banyak pelajaran yang bisa diambil dari program TMMD, selain mengedukasi masyarakat terhadap 3 Matra TNI, juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami atas hadirnya tentara di Desa ini dalam waktu yang cukup lama,” ujar Umar Munthe, 51, Tokoh masyarakat Desa setempat.

Nyata saja, dilokasi TMMD, setelah mendapati sebanyak 7 personel TNI yang menetap (tinggal sementara-red) dirumahnya, Ny. Diana Br Sinaga, 51, merasa semakin terjaga dan mengkhawatirkan munculnya rasa takut yang amat sangat.

“Saat sekarang ini sedang bahagianya, rasa takut ada juga, takutnya saya enggak bisa berpisah dari mereka (prajurit TNI) nanti kalau TMMD ini sudah selesai,” ucap ibu paruh baya ini, seraya tersenyum sambil menyajikan santap siang untuk para personel. Minggu (7/3/2021).

Terbukanya Akses Jalan

          Mari kita melirik pada fokus program jitu ini. Dimana, selain renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pada TMMD ke-110 itupun, juga memprioritaskan pembukaan akses jalan sepanjang 2,7 Km, dengan lebar 10 Meter dan waktu pengerjaan 17 hari. Progresnya dipastikan menghubungkan jalur di dua Desa yakni Desa Pematang dan Desa Batu Tunggal Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labura.

Dengan proyeksi yang dikerjakan langsung oleh personel TNI bersama masyarakat, implementasinya terlihat sangat memuaskan dan diyakini akan ‘berbekas’ di ingatan masyarakat, bahwa akses jalan yang nantinya akan digunakan itupun, terwujud berkat kerja pamrih TNI.

“Kami sangat bersyukur sekali, banyak dampak yang diperoleh akibat jalur hubung dua Desa ini dibuka, baik dari faktor peningkatan Ekonomi, Pendidikan maupun Sosial Budaya,” sebut Indra Sugiharto, SH, Kepala Desa Batu Tunggal, disela-sela pembukaan Program TMMD di Desa Pematang, Selasa (2/03/2021) kemarin.

Sejatinya, sebelum jalur penghubung ini dibuka, jarak tempuh dari Desa Pematang ke Desa Batu Tunggal terbilang cukup jauh dan memakan waktu hingga satu jam lebih dengan rute yang berbelok dan melewati Desa Tanjung Medan Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu.

Tapi sekarang, kata dia, untuk menuju Desa Pematang hanya membutuhkan waktu selama 5 menit saja, dengan mengendarai sepeda motor melalui lintasan jalan yang telah dibuka lewat program TMMD dimaksud.

“Dulunya itu jalan setapak yang sangat sulit dilalui warga dengan kondisi semak belukar. Namun, berkat adanya program TMMD ke-110 ini, sudah bisa di lalui mengendarai sepeda motor. Hormat kami buat pak Dandim 0209/LB,” tambah Indra, seraya memberi apresiasi.

Guna mengetahui fakta pasti, penulis mencoba melakukan penelusuran di lokasi pembukaan jalur alternatif tersebut. Siapa sangka, realisasi pengerjaannya terbilang memuaskan dan tepat sasaran, dimana saat ini jalan itu sudah mulai digunakan masyarakat sebagai penghubung pada dua Desa setempat.

“Dekat dari sini jadinya pak, penyaluran hasil pangan dan distribusi sembako sudah tidak lagi jauh. Terimakasih TNI, terimakasih pak Dandim,” bilang Mukhtar Ritonga, 39, warga Dusun Rumbaya Desa Batu Tunggal, ketika melewati jalan tersebut.

Tidak kalah penting dengan prioritas pembukaan jalur penghubung, selain banyaknya manfaat yang diperoleh, TMMD Ke-110 ini pula, menjadi media terbaik dalam menggelorakan Komunikasi Sosial (Komsos) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Mengapa tidak? Disela- sela melaksanakan kegiatan fisik, para personel TNI juga melaksanakan konsentrasi dimaksud.

“Ya, selain adanya kegiatan fisik yang dilakukan, sebanyak 120 personel TNI (Gabungan-red), juga nantinya menggelar kegiatan lain berupa Komsos dan Wasbang, seperti Pemahaman Bela Negara dan Sosialisasi pemberantasan Narkoba di Desa,” sebut Komandan Korem 022/PT, Kolonel Inf Asep Nugraha, S.E., M.Si, ditengah pembukaan TMMD kemarin.

Sinkronnya, di sisi lain, kendati telah menggelar kegiatan penyuluhan bela Negara dengan membatasi peserta, sebagai langkah mematuhi protokoler kesehatan (Protkes) ditengah pandemi Covid-19, juga ditemukan banyak personil Kodim 0209/LB lebih memilih bersosialisasi dan mengaktifkan aksi komsos dengan cara dari rumah kerumah (Door to door). Langkah ini merupakan wujud kepatuhan TNI dalam mengurangi kerumunan massa guna mengantisipasi penyebaran virus corona yang masih masif.

Penulis kembali mencoba menelusuri sudah sejauh apa progres lain pada kesiapan TMMD Ke-110 yang digelar oleh Kodim 0209/LB. Hasilnya cukup mengejutkan, dimana sebanyak 8 warga penerima manfaat Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dapat merasakan bukti kerja nyata TNI di Desa mereka.

“Seandainya TMMD ini tidak ada, rumah saya tidak akan dibangun kembali. Tidak ada yang bisa saya katakan selain mengucapkan terimakasih pak TNI,” ungkap Ali Muddin Dalimunthe, salah satu warga Kecamatan NA IX-X, sebagai penerima manfaat RTLH TMMD Ke-110 Kodim 0209/LB.

Menurut data yang berhasil dihimpun, adapun daftar identitas penerima RTLH di Kecamatan Aek Natas yakni, Maludin Marpaung, Marni Rambe, Denan Munthe dan Motan Br. Pasaribu. Sedangkan daftar penerima di Kecamatan NA IX-X antara lain, Ali Muddin Dalimunthe, Siddik Halawa, Anisyah Pasaribu, dan Samiran.

“Data warga penerima RTLH ini sesuai laporan informasi dari para Babinsa di teritorial setempat. Semoga dapat bermanfaat, bersama kita bisa berbuat yang terbaik,” kata Dandim 0209/LB Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap, SE, M.Tr (Han).

Lantas saja, menilai pelaksanaan TMMD Ke-110 Kodim 0209/LB ini, dapat disebutkan sebagai momentum lahirnya Prajurit yang terpanggil, dalam terus melestarikan kemanunggalan TNI-Rakyat. Jayalah TNI menuju Indonesia Maju, semoga. (*)