TJI Apresiasi Kapoldasu Cepat Redam Rusuh Rutan Kabanjahe

Jumat, 14 Februari 2020 | 12:30 WIB

Jakarta (Medanposonline.co) – Direktur The Jakarta Institute (TJI) Reza Fahlevi mengapresiasi penanganan cepat dan tepat Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Martuani Sormin Siregar beserta jajarannya dalam mengantisipasi rusuh di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Sumatera Utara pada Rabu (12/2/2020).

“Dengan lantang beliau mengatakan tidak perduli orang-orang yang membencinya. Karena yang dilakukan Kapoldasu merupakan yang terbaik untuk negeri, khususnya bagi Kamtibmas di Sumut,” ungkap Reza, Kamis (13/2) malam.

Reza menambahkan, bagi Kapoldasu kasus rusuh di Kabanjahe hanya perkara kecil. Mengingat ia sudah dua kali menjadi Kapolda di daerah rawan, salah satunya Papua.

“Yang jelas, kita semua anak muda yang peduli terhadap masa depan generasi bangsa dari kejahatan Narkoba, mendukung penuh Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin Siregar untuk memberantas peredaran gelap Narkoba di Sumut dan menindak tegas pelaku rusuh Rutan Kabanjahe yang ternyata pengedar Narkoba,” kata Reza.

Sebelumnya diketahui, Kapoldasu telah meminta anak buahnya memeriksa 20 saksi untuk mencari dalang provokator kerusuhan dan pembakaran Rutan Kelas II B Kabanjahe yang terjadi Rabu siang. Kesemuanya merupakan warga binaan.

Seperti diberitakan, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Siregar menduga empat warga binaan yang sebelumnya berkonflik dengan penjaga rutan merupakan dalang kerusuhan.

“Yang memprovokasi kami sudah tau identitasnya dan dilakukan penyidikan tambahan. Untuk pengrusakan dan pembakaran sudah 20 saksi, nanti akan kami pisahkan, untuk aktor intelektualnya adalah 4 orang itu, sudah ditangani,” ungkap Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, Kamis (13/2/2020).

Irjen Pol Martuani menyebut keempat warga binaan yang menjalani hukuman karena kasus penyalahgunaan narkotika itulah yang awalnya bermasalah dengan penjaga rutan.

“Empat warga binaan ini adalah warga binaan masih melakukan peredaran narkotika, makanya diberikan sangsi oleh petugas. Ketika diberikan sangsi ada pertentangan, dan didukung warga binaan lain. Ribut dan didukung oleh warga binaan lain, sehingga menimbulkan permasalahan. Untuk penjaga cuma ada 9 orang, jadi mereka kewalahan. Mereka mulai karena soladiritas, mengguncang sel dan lainnya, mulailah melakukan pembakaran,” jelasnya.

Martuani Sormin Siregar menambahkan, berkordinasi dengan Kanwil Kumham Sumut, para warga binaan telah dipindahkan ke empat Lapas, yakni ke Lapas Sidikalang 34 orang , Lapas Hinai Langkat 76 orang, Lapas Binjai 61 orang, dan di lapas Tanjung Gusta Medan 20 orang. Sementara 199 orang, masih di Rutan Tanah Karo karena belum menjalani proses persidangannya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan dan kebakaran tersebut, namun 70 persen gedung Rutan Kabanjahe hangus terbakar. (rel/wandi)