Tekan Angka Kriminalitas Komisi III DPR RI Apresiasi Kapoldasu # Aktivis Wak Genk: Irjen Martuani Sormin Memposisikan Diri sebagai Pelayan dikampung Halaman

Minggu, 15 November 2020 | 20:37 WIB

Medan,MPOL: Mengabdi di Kampung halaman adalah cita-cita Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si sejak memulai tugas sebagai Polri. Ternyata, setelah 30 tahun lebih mengabdi untuk NKRI, cita-citanya terkabul. Kini, Irjen Pol.Drs.Martuani Sormin M.Si menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu).

Setelah dilantik Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menjadi Kapoldasu sesuai ST/3229/XII/KEP/2019 tanggal 6 Desember 2019, menggantikan Agus Andrianto (kini Kabaharkam Polri), Irjen Martuani Sormin bertekad menjadikan Sumatera Utara aman dari segala bentuk kejahatan.

Putra terbaik bangsa kelahiran Lobu Sonak Desa Lumban Sormin Kecamatan Pangaribuan , Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) itu bertekad dan menjadikan motto: “Tiada tempat bagi pelaku kejahatan di Sumatera Utara “, yang harus disikapi seluruh jajaran kepolisian di Sumatera Utara.

Kapoldasu Irjen Martuani Sormin memperlihakan barang bukti sabu-sabu yang membuktikan motto “Tidak ada tempat bagi penjahat di Sumut”. Dalam kasus itu, dua sindikat narkoba Aceh-Lab Batu-Jambi ditembak mati.(jos Tambunan).

Motto “Tiada Tempat Bagi Pelaku Kejahatan Di Sumatera Utara” dengan latar Poto Irjen Martuani Sormin mengenakan pakaian kebesaran adat Batak dengan pedang terhunus ditangan kanan dan tongkat Tunggal Panaluan tertancap di tangan kiri, membuat semangat baru bagi jajaran kepolisian untuk mengabdi dan bekerja sebagai ladang ibadah.

Tindakan keras, tegas dan humanispun diterapkan dalam menjalankan tugas pokok sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat Sumatera Utara.

Sejak menjabat Kapoldasu akhir tahun 2019, motto “Tiada tempat bagi penjahat di Sumatera Utara” mampu meminimalisir kriminalitas. Tindakan tegas pun dilakukan kepada para penjahat. Setidaknya, selama hampir satu tahun ini, puluhan penjahat tewas ditembak, baik pelaku narkoba maupun pelaku kejahatan lainnya dan ratusan orang diberi tindakan tegas dan terukur.

Dihadapan tim Komisi III DPR-RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik ke Mapoldasu pada Kamis (12/11) lalu, Kapoldasu Irjen Pol.Drs.Martuani Sormin M.Si melaporkan, 26 persen tingkat kriminalitas di Sumut menurun.

Baru-baru ini, dua jaringan narkoba Aceh-Labuhan Batu-Jambi, ditembak mati dengan menyita 15 Kg sabu, kemudian menembak mati jaringan Medan-Aceh-Malaysia. Selain bandar narkoba, pelaku perampokan bank antar propinsi ditembak mati Jahtanras Poldasu.

“Dalam kurun waktu Juli sampai dengan November 2020, kami juga telah berhasil menahan dan memusnahkan 100 kg barang bukti Narkotika yang akan masuk ke wilayah Sumut dan kami telah menindak tegas terukur para pelaku pengedaran Narkotika”, jelas Kapolda Sumut

Tidak hanya kasus narkoba dan 3 C (Curat,Curas dan Curanmor), korupsi dan perjudian menjadi prioritas utama.

Upaya pencegahan Covid-19, Kapoldasu telah membentuk Tim Begu Ganjang Pemburu Covid-19, kemudian penyemprotan disinfektan, pembagian sembako dan masker, upaya pencegahan berbasis komunitas, membentuk 264 kampung tangguh, pelaksanaan Ops Yustisi dan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional. Maka tak heran jika Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberi apresiasi kepada Polda Sumut.

Apresiasi juga disampaikan aktivis Sumatera Utara, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk. Kepala divisi Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Bangsa Sumatera Utara ini menilai, Kopoldasu Irjen Drs.Martuani Sormin berhasil menekan tindak kriminalitas di Sumatera Utara. Setidaknya, upaya pendekatan kepada masyarakat mampu memposisikan menekan aksi kejahatan.

“Motto: Tidak Ada Tempat Bagi Pelaku Kejahatan Di Sumut”, tidak hanya slogan tetapi telah dibuktikan dengan menurunnya angka kriminalitas di Sumatera Utara. Ini patut diapresiasi,” tegasnya.

Dalam hal penanganan aksi unjukrasa atau demo, jenderal bintang dua itu tidak segan-segan turun berdialog langsung dengan para pendemo. “Hal itu membuktikan kalau Irjen Martuani Sormin benar-benar pemimpin yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Dari perspektif masyarakat Sumut yang heterogen, sebut Wak Genk, Irjen Martuani Sormin mampu merangkul para tokoh masyarakat, Tokoh agama, tokoh pemuda untuk bekerja sama menjaga Kamtibmas. Bahkan, sinergitas antara TNI-Polri dan Pemerintah Daerah Sumatera Utara (Pemprovsu), semakin meningkat.

Dibalik motto yang begitu garang dan tegas, sambung Wak Genk lagi, Irjen Martuani Sormin ternyata punya humoris yang tinggi, maka dalam pelayanan, pria bertubuh tinggi tegab itu selalu berpesan kepada anak buahnya untuk melayani dengan humoris dan jadikan tugas sebagai ladang ibadah.

Dia menilai, perjalanan Irjen Martuani Sormin selama bertugas, terbilang paling lengkap. Yang mana memulai tugas dari Aceh hingga Papua dan kembali ke kampung halaman, menjadikan karakter masing-masing daerah menjadi modal kerja di Sumatera Utara.

“Seorang pemimpin yang memposisikan dirinya sebagai pelayan akan berhasil dimanapun bertugas. Hal itulah yang diperlihatkan suami dari Risma Br Simatupang itu dalam memimpin dikampung halamannya, Sumatera Utara ini,” pungkas Muh Abdi Siahaan/Wak Genk. Semoga sukses sampai masa akhir pengabdian sebagai Polri.

Diketahui, sebanyak 11 orang anggota Komisi III DPR RI hadir yaitu Ketua Tim kunjungan kerja spesifik Komisi III DPR RI H. Ahmad Sahroni, SE, M.I.Kom, Marinus Gea, Bambang DH, Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, S.Sos., M.Si, Romo H. R. M. Syafi’i, SH., M.Hum, Bambang Haryandi, SE, N.M.Dipo Nusantara Pua upa, SH, M.Kn, Dr. Hinca IP Panjaitan XIII, SH, MH, ACCS, H. Nazaruddin Dek Gam, Mulfachri Harahap, SH, MH dan H. Arsul Sani, SH, M.Si

Dihadapan Kapoldasu Irjen Martuani Sormin, Plt.Kajati Sumut Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H, M.H, Kakanwil Kemenkumham Sumut Sutrisno, S.H, M.H, Wakapolda Sumut Brigjen. Pol. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, PJU Polda Sumut, PJU Kejati Sumut, PJU Kmenkumham Sumut serta Kapolrestabes Medan dan Kapolresta Deli Serdang, para wakil rakyat itu mengapreasiasi kepemimpinan Kapoldasu dalam melayani masyarakat, menekan angka kriminalitas, penanganan Pandemi Covid-19 dan langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan dalam mengamankan Pilkada di 23 daerah di Sumatera Utara.***