Syarwani,SH Jagokan Ismak Jadi Ketum AAI

Selasa, 14 Desember 2021 | 09:54 WIB

 

Medan,MPOL: Ketua Asosiasi Advokat Indonesia ( AAI) cabang Medan Haji Syarwani berhatap Musyawarah Nasional (Munas) segera terlaksana, setelah beberapa kali tertunda

“Kalau pun Munas AAI ke VI diselenggarakan nanti di Bandung, saya tetap mendukung dan menjagokan Muhammad Ismak sebagai Ketua Umum ( Ketum) AAI periode 5 tahun mendatang,” ujar Syarwani, SH melalui ponselnya di sela- sela
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) AAI di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta Pusat, Selasa (14/12)

Menurut dia, Ismak dianggap sudah teruji selama menjabat Ketua Umum AAI dialah pemimpin yang bisa menyelenggarakan penyumpahan advokat

Dijelaskannya, Munas AAI yang telah beberapa kali mengalami penundaan membuat sejumlah advokat berharap agar perhelatan untuk pemilihan ketua umum itu segera dilaksanakan.

“Dengan adanya Rapimnas ini, kami berharap agar bisa menghasilkan kesepakatan bersama untuk DPP segera melaksanakan Munas yang telah mengalami penundaan beberapa kali,” ujar Sekretaris NasDem Sumut tersebut.

Syarwani mengatakan karena sebelumnya ada rapat yang sifatnya hanya kordinasi, jadi tidak ada di dalam AD/ART AAI. Maka melalui rapimnas ini semoga keputusan mengenai kapan dilaksanakannya Munas sudah bisa mengikat.

“Kita berharap semoga Munas nanti bisa dilaksanakan dengan tatap muka langsung, sehingga marilah kita sama-sama berdoa agar pandemi ini bisa menjadi level paling rendah. Jika pandemi sudah pada level terendah maka kita melangsungkan Munas secara tatap muka, karena ini adalah momentum demokrasinya sebuah organisasi,” ucapnya.

Syarwani menjelaskan AAI ini adalah sebuah organisasi yang sangat demokratis, selain itu juga organisasi yang mencintai kebersamaan dan keharmonisan. Ini adalah sebuah organisasi yang terbaik menurut saya, sehingga Munas yang diselenggarakan di Bandung akan berjalan sebagai keinginan para anggota.

“Saya melihat OC dan SC juga sudah sangat siap untuk menyelenggarakan Munas tersebut, tidak ada keraguan lagi untuk menunda-nunda Munas. Siapapun yang akan terpilih dalam Munas nanti maka kita harus menghormatinya, kita harus sama-sama membesarkan organisasi yang kita cintai ini,” katanya.

Saat ini, lanjut Syarwani, tidak ada yang bisa dan boleh untuk mendemionerkan dia (Ismak,red) karena saat ini masih menjabat. Kenapa masih menjabat? Karena seperti yang kita tahu saat ini masih dalam suasana pandemi, niat dia untuk tetap menyelenggarakan Munas tetap dilaksanakan namun karena pandemi jadi mengalami penundaan.

“Kita berharap pada bulan Januari sampai Maret 2022 bisa segera dilaksanakan Munas VI di Bandung apapun situasinya, bisa dilakukan secara hybrid dengan sistem live. Misalnya di venue utama yang ditetapkan di Bandung hanya bisa menampung para peserta di venue utama 500 yang sudah mendaftarkan nama peserta yang sudah terdaftar mungkin dengan kondisi 1/2 dari daya tampung hotel,” urainya.

Kemudian, tambah Syarwani, setiap DPC bisa menghadiri Munas secara live dengan memanfaatkan IT yang sudah sering dimanfaatkan organisasi seperti MUI atau partai-partai politik yang sudah pernah mengunakan hybrid tersebut. Sehingga Munas VI bisa terlaksana dengan sebagaimana mestinya, dan tak perlu lagi ditunda-tunda.

“Apalagi antusiasme anggota AAI Kota Medan yang ingin mengikuti Munas di Bandung sangat luar biasa, untuk itu sebagai Ketua DPC AAI saya juga sangat mendukung agar Ismak kembali menjadi orang pertama di DPP AAI.***