Satu Tahun Doktor, Dion Sihombing Telah Sosialisasikan Hasil Temuannya Model MSB3 Kepada Ratusan Sekolah Di Sumut

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:48 WIB

 

Medan-  Dr. Dionisius Sihombing yang akrab dipanggil Dion lulusan Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Medan adalah penemu Model Manajemen Sekolah Berbasis Budaya Batak (MSB3) yang dipromotori Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd dan Prof. Dr. Benyamin Situmorang, M.Pd mengenang masa satu tahun raihan gelar doktoralnya (30/9/2021) yang lalu dengan perasaan syukur dan terimakasih serta bangga.

Dion yang berprofesi sebagai Dosen Universitas Negeri Medan ini mengatakan bahwa dalam kurun waktu satu tahunan raihan doktoralnya dengan temuan ilmiah Model MSB3, sudah berhasil disosialisasikan nya kepada seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Humbang Hasundutan berjumlah 263 orang.Dan lebih istimewanya disosialisasikan kepada seluruh kepala sekolah dan turut hadir Kadis Pendidikan Drs. Jhonny Gultom dan Stafnya.

Respon pihak sekolah atas model MSB3 sangat positif dan bernilai istimewa, sangat relevan dan sesuai untuk diaplikasikan, pujian dari peserta.

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Humbahas bereaksi cepat ingin mengetahui apa isi model MSB3 yang dihasilkan Dion maka karena itu diberikan ruang dan disambut baik untuk sosialisasikan model MSB3 di sekolah-sekolah yang ada di Humbahas baik swasta dan negeri.

“Tentu ini adalah apresiasi kabupaten Humbahas terhadap kemajuan ilmu pengetahuan yang dihasilkan para akademisi dan kami nilai sangat berguna bagi upaya pemajuan suatu daerah, sebut Kadis pendidikan Humbahas bapak Jhonny Gultom”. Selain di Kabupaten Humbang Hasundutan, Dion juga telah mensosialisasikan model MSB3 kepada Kepala dan Guru-Guru di beberapa Sekolah Katolik tingkat TK, SD, SMP, dan SMA Yayasan Don Bosco Keuskupan Agung Medan di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan. Menurut para Guru dan Kepala Sekolah saat itu, bahwa model sangat relevan dan kesesuaiannya dengan harapan pemerintah agar pendidikan dilaksanakan berbasis budaya lokal. Salah seorang Kepala Sekolah SMP Santo Thomas 4 Medan, ibu Resdina Simanjuntak, M. Pd. Sangat bangga dan merasa senang bahwa ada model baru manajemen yaitu MSB3 untuk melengkapi MBS yang ada dioperasionalkan di Sekolah secara Nasional”.

“Luar biasa, saya bangga dengan model MSB3 yang ditemukan pak Dion, sebagai karya doktoral. bagi Sekolah kami akan kami praktekkan ilmu MSB3 ini untuk memajukan Sekolah. Untuk itu kami mohon ijin dan berharap siap membimbing, ucap Resdina”.

Dalam perkembangan waktu disebutkan Resdina bahwa model MSB3 telah disharingkan secara nasional kepada para Guru-Guru swasta katolik di Indonesia yang tergabung dalam konsorsium yayasan Pangudi luhur yang menjadi peserta diklat guru sekolah penggerak tahun 2021.

Model MSB3 disebut sangat aktual dan relevan dijadikan rujukan dalam upaya penyusunan naskah akademik sekolah dan pengembangan kurikulum yang berbasis nilai-nilai budaya lokal. Atas keberadaan itu Dion merasa gembira mengetahui bahwa Model MSB3 yang ditemukan menjadi perbincangan publik sekolah secara nasional.

Dr. Dionisius Sihombing, MSi, bersama istri Evi Kristina Simorangkir, S. Pd dan putra-putrinya.

 

Lanjut Dion, kegiatan sosialisasi berikutnya dilakukan di sekolah tingkat SD, SMP dan SMA yang ada di Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi, tempat kelahiran Dion, yang dipusatkan di SMP Negeri Pardamean tempat Sekolah Dion saat SMP tahun 1990-1993.

Sambutan yang luar biasa juga didapatnya atas Model MSB3 yang ditemukannya.

Kepala Sekolah SD Negeri Pardamean, Sumihar Nababan, S.Pd memuji Model MSB3 itu, dengan tegas mengatakan bila model ini dipraktekkan di sekolah maka sekolah akan kondusif, partisifatif dan bekerjasama secara baik.

“Model MSB3 sangat menginspirasi agar berubah perilaku di sekolah. Bila diterapkan sekolah akan kondusif, partisifatif dan kerjasama secara baik”, ungkap Sumihar, guru Dion saat SD di SD Inpres No. 037152.

Menyikapi besarnya dukungan dan sambutan agar Dion mensosialisasikan model MSB3 merupakan sebuah prestasi dan disitulah kebermanfaatan sebuah ilmu pengetahuan yang dihasilkan Perguruan Tinggi.

Hal ini tidak terlepas dari peranan Promotor Prof. Dr. Syawal Gultom, M. Pd, seorang Guru Besar Unimed, Tokoh Pendidikan Nasional dan Mantan Rektor Unimed yang telah memiliki pengalaman dan ilmu manajemen yang handal sehingga Model MSB3 bernilai guna tinggi bagi kontribusi pemajuan sekolah.

Demikian juga peran dari Prof. Dr. Benyamin Situmorang, M. Pd, selalu ko promotor, serta peran penguji model yang menilai bahwa Model MSB3 layak dioperasionalkan, yaitu: Prof. Dr. Nasrun, M. S, Prof. Dr. Ibrahim Gultom, M.Si, Dr. Irsan Rangkuti, M.Pd., dan Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M. Pd (dari Universitas. Negeri Padang).

Tidak lupa juga karena peran validator ahli manajemen pendidikan, yaitu: Prof. Dr. Wesly Hutabarat, MSc, Dr. Eka Daryanto, M.T, Dr. Osbert Sinaga, kemudian dari validator ahli budaya Dr. Herman Nainggolan, M.Si (STFT Unika St. Thomas), Dr. Slamet, M. Si. (STFT Unika St. Thomas) serta dari validator praktis manajemen/kepala sekolah tingkat SMA/SMK dari Yayasan St. Yoseph Medan Pematangsiantar dan Yayasan Putri Hati Kudus.

Tidak lupa juga karena dukungan Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, OFM. Cap, dan Komisi Pendidikan KAM, serta semua pihak yang terlibat dalam dihasilkannya Model MSB3.

Untuk semua itu Dion berterimakasih dan mendoakan agar TYME membalas berlipat ganda semua kebaikan.

Akhirnya Dion mengatakan bahwa perlu dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota, khususnya di Kabupaten Kota Sumatera Utara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kadis Pendidikan Sumut bagaimana agar model MSB3 tersosialisasikan luas kepada masyarakat sekolah, sehingga sekolah- sekolah mendapatkan manfaat ilmu pengetahuan atas model MSB3, karena kebermaknaan ilmu adalah ketika bermanfaat guna bagi masyarakat luas, pinta Dion.

Semoga berkat dukungan para pihak pada tahun 2023 yang akan datang sekolah-sekolah di Provinsi Sumut bersedia menjadi tempat sosialisasi Model MSB3. Semoga**