Perjuangan Ust.Qodri, Da’i Anak Seorang Muallaf di Pedalaman Tanah Karo

Sabtu, 14 November 2020 | 21:10 WIB

Medan, MPOL: Tiga belas  tahun sudah, Ustad Khairun Qodri Pinem, S.Pdi mensyiarkan Islam di sebuah desa pedalaman di Tanah Karo. Desa Kuta Buluh merupakan ladang Dakwah bagi ustad yang lahir di Dairi ini. Selama itu pulalah ustad muda ini, menegakkan agama Allah secara bergerilya dari rumah ke rumah. Hingga akhirnya memiliki murid dari dewasa dan remaja hingga anak-anak di desa yang berjarak 4 jam lamanya dari Medan ini.

Selain menjadi pendakwah setiap Jum’atnya di masjid Jabal Nur, masjid satu-satunya yang ada di desa Kuta Buluh, ayah dari tiga anak ini pun mengajarkan mengaji untuk anak-anak desa.

Demikian siaran pers yang diterima medanposonline.com dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), Sabtu (14/11/2020)

Hingga saat ini banyak murid mengajinya yang sudah menghafal beberapa surah. Hanya saja untuk mendidik anak-anak yang berada di lingkungan mayoritas Non Muslim cukuplah sulit, butuh strategi ekstra. Salah satunya dengan memberikan anak-anak jajanan atau makanan ringan sebagai daya tarik anak-anak untuk mengaji.

Karena itulah, saat ACT bersama UPZ Bank Sumut mengucurkan Biaya Hidup Da’I Tepian Negeri di Ramadhan yang lalu. Ustad Qodri gunakan juga sebagian menjadi hadiah bagi murid-muridnya dalam setoran hapalan, selain itu menambah jajanan murid-muridnya yang ikut mengaji. Ada rasa bahagia disampaikannya, ketika melihat murid-muridnya berkumpul di rumah warga yang dijadikan madrasah sementara ini.

Dan ada juga rasa sedihnya, karena masih ada anak-anak disana yang sudah Islam masih belum tersentuh hatinya untuk menimba ilmu agama yang baik, bahkan masih banyak pula yang mengkonsumsi makanan haram bersama masyarakat non Muslim di Desa Kuta Buluh ini. Apalagi saat pesta adat tiba, sering kali makanan haram menjadi menu wajib disetiap hajatan desa. Ini masih menjadi ‘PR’ baginya.

Harapannya, semakin banyak Donatur muslim yang sudi bersilaturahim kemari, ke Desa Suka Buluh, dan memberikan dukungan penuh pergerakan dakwah di wilayah muslim Minoritas lainnya. Karena masih banyak para da’i  yang berjuang sendiri-sendiri dalam menegakkan Agama Allah di wilayah yang jauh dari syiar Islam. “Terimakasih ACT dan UPZ Bank Sumut yang telah memperhatikan kami,” tutup Ustad Qodri.