Kunci Keberhasilan Nikson Nababan Mewujudkan Nakes Betah Mengabdi Hingga Ke Pelosok Terpencil

Selasa, 10 Agustus 2021 | 20:16 WIB

 

Kesehatan itu sangat penting, saya mau semua masyarakat Tapanuli Utara hingga ke pelosok-pelosok mendapat pelayanan kesehatan secara prima.

Di awal kepemimpinan saya, saya sudah tekadkan dalam hati sanubari saya, bahwa masyarakat Taput hingga ke daerah terpencil harus mendapat pelayanan kesehatan dengan baik.

Saya sadar, infrastruktur kendala terbesar dalam pelayanan kesehatan hingga ke pelosok. Tenaga medis masih sangat enggan di tempatkan ke desa bahkan pelosok terpencil karena medannya sangat sulit dilalui. Bahkan roda dua saja belum tentu bisa ke semua lokasi.

Pembangunan infrastruktur adalah kuncinya. Seiring pembangunan infrastruktur, saya memutar otak bagaimana pelayanan kesehatan ini bisa prima juga di desa desa terpencil.

Akhirnya saya putuskan untuk menampung dana insentif bagi tenaga medis yang bekerja di desa terpencil dan sangat terpencil.

Dengan besaran insentif tenaga medis PNS di daerah terpencil 50% dari gaji dan tenaga medis PNS di daerah sangat terpencil sebesar 100% dari gaji.

Bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) non PNS di daerah terpencil dan sangat terpencil mendapat insentif dari 450 ribu hingga 1,5 juta setiap bulannya.

” Kebijakan ini menciptakan semangat baru bagi Nakes untuk melayani penuh di daerah terpencil dan sangat terpencil,” ujar Bupati Taput Drs. Nikson Nababan, Selasa (10/8/2021).

” Saya juga tegaskan bahwa semua Puskesmas harus melayani 24 jam dan ada 21 unit Puskesmas yang selalu siap melayani 24 Jam di seluruh Tapanuli Utara”.

“Pembenahan demi pembenahan terus saya lakukan pada sektor kesehatan setiap tahunnya sejak tahun 2014 hingga 2021. Itu saya lakukan di awal periode pertama saya menjabat sebagai bupati,” tegas Nikson Nababan.

Dimulai dari pembenahan fasilitas kesehatan mulai dari Sumber Daya Manuasia, Alat Kesehatan, Infrastuktur, Ambulance dan Puskesmas Keliling.

Semua Puskesmas di Taput sudah terakreditasi dengan penilaian sembilan Puskesmas Madya dan 11 Puskesmas Dasar.

Lalu, saya membangun Puskesmas di Paniaran persis dijalan lintas yang strategis memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

” Pembangunan Puskesmas Paniaran, Kecamatan Siborongborong Tahun 2019 itu untuk menunjang Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan Tahun 2020 seharusnya sudah masuk dalam tahapan proses akreditasi, namun terkendala karena COVID-19,” ungkapnya.

Kemudian, saya lakukan pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu dan Pos Kesehatan Desa guna semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan semua program kesehatan ini, saya berharap dan berdoa, agar masyarakat Taput khususnya para Nakes tetap dalam keadaan sehat dan bahagia, khususnya ditengah Pandemi ini.**