Kota Medan Tak Terawat, Wak Genk; Kolaborasi Medan Berkah Dambaan Kita Bersama

Jumat, 9 Oktober 2020 | 18:34 WIB

Medan,MPOL; M.Abdi Siahaan (Wak Genk) menilai, keluhan masyarakat akan rusak parahnya infrastruktur di Kota Medan membuktikan kalau anggaran Kota Medan tidak terserap sesuai fungsinya.

Selaku warga Kota Medan, tentu sudah mengetahui siapa pemimpinnya. Dengan demikian, masyarakat harus memahami bahwa Kota Medan perlu pemimpin yang mampu menjadikan Kota Medan layak huni, menjadi rumah kita bersama.

Hal itu dikatakan Wak Genk mencermati keresahan masyarakat dengan infrastruktur yang kupak kapik dan kerapnya terjadi banjir dikala hujan.

“Kota Medan sudah lama tak terawat, dimana-mana jalan rusak, banjir tidak karuan sementara anggaran Kota Medan mencapai Rp.7 triliun. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama dalam memilih pemimpin Kota Medan periode 2021-2025. Tidak salah lagi bahwa pemimpin Kota Medan kedepan Kolaborasi Medan Berkah,” tegas M.Abdi Siahaan kepada wartawan, Jumat (9/10).

Dia mengatakan, membangun kota Medan tak cukup hanya slogan atau kumpulan kata-kata seperti selama ini, tapi butuh karya nyata yang membuat masyarakat merasakan manfaatnya. “Anggaran Kota Medan tidak kurang untuk membentuk Kota Metropolitan terbesar ketiga di Indonesia ini menjadi rumah layak huni bagi warganya,” jelasnya.

Secara pribadi, ujar M.Abdi Siahaan (Wak Genk), sangat mendukung apa yang disampaikan Ketua Dewan Penasehat tim pemenangan Paslon Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman, Kombes Pol (purn) Dr.Maruli Siahaan SH.MH. Tokoh masyarakat Sumatera Utara itu mengatakan, Kota Medan yang heterogen terdiri dari berbagai suku maupun agama, membutuhkan pemimpin yang berjiwa nasionalis, Pancasilais, bisa merawat Bhineka Tunggal Ika, merawat kemajemukan menjadi kekuatan besar.

Kota Medan juga membutuhkan pemimpin yang anti suap, takut akan Tuhan, dan membutuhkan pemimpin yang tidak melihat latar belakang suku, agama, ras maupun antargolongan dalam melakukan pembangunan.

“Pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rahman, merupakan sosok muda yang gesit, profesional dan dinilai memenuhi kriteria sebagai pemimpin terpercaya karena berjiwa nasionalis, Pancasilais dan mampu merawat kebhinekaan di Kota Medan ini,” urai Wak Genk lagi.

Hal itu didukung dengan pernyataan Bobby Afif Nasution yang dalam beberapa kesempatan mengatakan, menjadikan Kota Medan rumah idaman, harus menempatkan pejabatnya sesuai keahliannya.

“Menempatkan pejabat sesuai keahliannya akan membawa berkah yang mampu menciptakan inovasi-inovasi mengembangkan hal-hal yang dibutuhkan masyarakat untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Salah satu contoh, sebut pengamat sosial kemasyarakatan itu, masalah sampah yang sampai saat ini belum teratasi. “Sampah walau tampak sepele, namun bila diolah akan bisa menjadi devisa. Artinya, pejabat terkait yang menangani sampah harus tahu bagaimana cara mengolah sampah yang benar,” ujarnya.

Demikian juga soal infrastruktur, Wak Genk mengatakan, pembangunan jalan atau yang lain di Kota Medan terkesan kurang memiliki kwalitas. Bayangkan, hanya dalam beberapa bulan setelah diresmikan, sudah rusak, makanya jalan dimana-mana sudah pada rusak karena kekuatan tidak seimbang dengan berat kenderaan yang melintas.

“Bila Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman memimpin Kota Medan, tinggalkan pola lama, kembangkan informasi tehknologi dan bentuk wajah Kota Medan menjadi indah dan sejuk agar layak menjadi rumah layak huni bagi masyarakatnya,” pungkas Wak Genk.***