Kombes Jhon Nababan Jabat Dirreskrimsus Poldasu, Wak Genk: Hukum Jadikan Sebagai Panglima Untuk Semua Orang Tanpa Melihat Status

Selasa, 5 Januari 2021 | 19:07 WIB

Medan,MPOL: Kapolri Jenderal Pol.Drs.Idham Azis melakukan mutasi terhadap sejumlah perwira menengah (Pamen) Polda Sumut. Salah satunya adalah Dirreskrimsus Polda Sumut, saat ini dipercayakan kepada Kombes Pol John Carles Edison Nababan, S.IK.MH menggantikan Kombes Pol Rony Samtana yang mendapat tugas baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bid Pideksus Bareskrim Polri dalam rangka Dikreg XLVIII Sesko TNI TA 2021.

Dari riwayat dan prestasi yang diperoleh, tidak salah kalau putra kelahiran Tarutung 3 April 1973 itu diberi jabatan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrisus) yang membidangi Lima Sub Direktorat yakni Subdit Industri Perdagangan (Indag), Subdit Cyber Crime, Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Subdit Phiskal Moneter Devisa (Pismondev) dan Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter).

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 ini berpengalaman dalam bidang reserse dan pernah menjabat sebagai penyidik pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan sebelumnya, mantan Kapolres Nias Selatan (2013-2014) ini pernah menjabat Ditreskrimsus Polda Gorontalo (2017-2018).

Kombes Jhon Charles Edison Nababan diambil sumpah saat seertijab.(ist)

Dengan riwayat jabatan yang diduduki, tidak asing lagi kalau mantan Kabid Propam Polda Metro Jaya itu sudah biasa dalam menangani kasus-kasus trans nasional dan kejahatan konvensional lainnya.

Langkah Kapolri menempatkan Kombes Jhon Charles Edison Nababan menjadi Ditreskrimsus Poldasu, menurut pengamat kepolisian dan sosial kemasyarakatan Sumatera Utara, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk sangat tepat, selain sebagai putra daerah juga sudah lama bertugas di Polda Sumut antara lain pernah menjabat Kasubdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Poldasu dan Kapolres Nias Selatan.

“Warga Sumut khususnya dan negara (Polri) pada umumnya menaruh harapan besar buat Kombes Jhon Charles Edison Nababan untuk mengungkap kasus-kasus besar di Sumut terutama dalam kasus Tipikor, Moneter, Kejahatan jagat Maya, kejahatan perbankan dan industri perdagangan,” kata Wak Genk, sapaan akrab Muh Abdi Siahaan.

Wak Genk mengatakan, keberhasilan mantan Dirreskrimsus Kombes Rony Samtana harus bisa diimbangi minimal dipertahankan oleh Kombes Jhon CE Nababan.

“Sumut salah satu propinsi dengan tingkat kejahatan tertinggi, baik dari modus operandi maupun dari aspek kejahatan. Tentunya, selaku perwira yang berpengalaman dalam bidang reserse harus mampu mengikuti perkembangan dunia kejahatan apalagi dalam era digital saat ini, modus operandi kejahatan sudah menyasar dalam IT,” jelasnya.

Aktivis yang menjabat Kepala Divisi (Kadiv) Investigasi LSM Peduli Bangsa Sumatera Utara yang banyak membantu tugas-tugas kepolisian khususnya Polda Sumut itu berharap kiranya Kombes Jhon Charles Edison Nababan tidak melakukan diskriminasi dalam penegakan hukum.

“Hukum harus dijadikan sebagai panglima, tidak melakukan diskriminasi dalam penerapan hukum sehingga hukum tidak hanya bagi orang yang tidak berduit tetapi hukum harus menjangkau bagi semua orang, baik pengusaha, pejabat dan lainnya. Selamat bertugas,” pungkas Muh Abdi Siahaan/Wak Genk.

Berikut antara lain riwayat jabatan Kombes Pol Jhon Charles Edison Nababan

– Penyidik KPK

– Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumut

– Kapolres Nias Selatan (2013—2014)

– Wakaden C Ropaminal Divpropam Polri (2014)

– Pemeriksa Utama Roprovos Divpropam Polri

– Dirreskrimsus Polda Gorontalo (2017—2018)

– Kabidpropam Polda Metro Jaya (2018—2020)

– Analis Kebijakan Madya bidang Paminal Divpropam Polri (2020)

– Dirreskrimsus Polda Sumut (2020).***