Kisah Inspiratif Derman P. Nababan, Dari Cleaning Service Menjadi Ketua Pengadilan Negeri

Minggu, 7 Juni 2020 | 15:23 WIB
Jakarta, MPOL.Com : Menarik, pertama kali di Indonesia, dilakukan launcing buku secara online melalui virtual Zoom dalam suasana pandemi global yang sedang terjadi. Langka, buku Terbanglah Rajawaliku ini merupakan kumpulan kisah inspiratif seorang cleaning service, Menjadi Ketua Pengadilan Negeri, penerbit Andi Offset Jogjakarta, April 2020 yang ditulis oleh Derman P. Nababan, SH.,MH, Mantan Ketua Pengadilan Negeri Muara Bulian Jambi, kini Wakil Ketua Pengadilan Negeri Subang Kelas I B Jawa Barat.
Memulai Acara Ir. Ronny Siagian, MM, General Manajer PT. Infonesia Steel Tube Works, dalam ulasannya mengatakan, buku ini mengisahkan, petualangan hidup anak petani miskin dari sebuah Dusun Lumbantobing tepatnya di lereng bukit “Dolok Imun”, 259 Km dari Kota Medan. Sebuah perkampungan yang sepi penghuni, namun berhawa sejuk, Desa Lumban Tongatonga, Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara.
Ayahnya pekerja keras, terkadang harus mangombo ‘upahan’ ke Tanjung Leidong, menggergaji Kayu ke berbagai hutan hingga ke daerah Tapanuli Selatan dan Labuhan Batu. Sesekali mangula ‘mencangkul’ ke Tarutung.  Ibunya seorang napadot ‘ulet dan pekerja keras’ dari subuh hingga larut malam. Setiap pekan Selasa menjual tape jalan kaki ke Pasar Siborongborong buat mencukupi biaya hidup 7 anaknya.
Namun di sisi lain, pada bulan Desember ayahnya, T. Nababan (74)  suka mabuk dan main judi, jika kalah menggadaikan sawah dan melarikan diri ke Kota Kisaran atau Sibolga menarik becak dayung. Kejadian yang sama berulang, hingga tiba pada suatu pergulatan spritual,  menemukan titik balik petualangan hidupnya dan hidup baru di dalam Tuhan. Ayah dan Ibunya adalah sosok “Among dan Inong Di Atas Garis”. Ke sekolah naik sepeda sejauh 9 kilo meter, melatih Derman belajar terbang seperti anak burung rajawali.
Ronny Siagian, Penulis Buku Pemimpin Sejati ini menambahkan, ketika Derman gagal masuk perguruan tinggi negeri, gagal masuk Calon Tantama TNI AD, dan dua kali gagal test CPNS, tidak membuat Derman patah arang, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Derman mengatakan, “Orang-orang yang berjuang dari ‘pinggiran’ untuk bisa hidup lebih baik adalah keteladanan hidup”. Syukur, diterima menjadi CPNS Golongan I B, tugas pokok sebagai cleaning service, Satpam dan jaga malam gaji hanya Rp52.800,00. Tinggal di Medan mengontrak sebuah rumah bersama lima orang adik-adik, dan menjadi pemimpin bagi mereka dengan berbagai karakter, melatih “otot kaki” imannya berjalan melewati padang gurun yang keras. Saat yang sama harus kuliah sore “Mahusor” (Mahasiswa Hukum Sore), melawan sikap skeptisme pimpinan di kantor dan banyak orang yang kurang menghargai kesempatan, dan berpikir pintu kesempatan akan selalu terbuka baginya.
Lulus menjadi Calon Hakim dan diangkat menjadi Hakim, adalah hal  sesungguhnya di luar ekspektasinya. Bagaimana tidak, ia bukanlah orang berprestasi di kampus. “Badan saya kurus, karena kurang gizi” tulisnya. Dengan status baru sebagai Calon Hakim selanjutnya menjadi hakim, ia memulai biduk rumah tangga dengan gadis cantik Romaida Simaremare, S.P. Banyak orang mengira hidupnya sungguh beruntung dan bahagia. “Di dalam banyak angan akan indahnya mahligai rumah tangga, aku harus “terbang dengan sayap iman” bagai burung Rajawali di tengah goncangan badai dan melalui celah tebing bebatuan terjal dan curam” terang Derman.
Istrinya, Romaida Simaremare, divonis dokter mengidap penyakit ca mammae (kanker payudara). Selama dua tahun lebih, mereka banyak menghabiskan waktu di berbagai rumah sakit, di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, RSCM, RS PGI Cikini, RS H. Adam Malik Medan dan RS Dr. Pirngadi Medan. Waktu, dana dan air mata terkuras habis. Pada akhirnya Romaida harus menghadap pencipta-Nya, di saat kedua anak mereka Kevin Jagar Eliezer (kelas 4 SD) dan Tifany Saulina Nababan (kelas 6 SD) membutuhkan kasih sayang ibunya. Istriku seorang pendoa sudah berkeliling di berbagai kota di Indonesia, seorang yang bermurah hati. “Tuhan, mengapa ini harus terjadi?” protesnya di satu sisi.
Sepertinya tidak ada harapan, berpindah dari satu kesulitan kepada kesulitan lain. Namun Derman diteguhkan Nats Yesaya 30:15. “Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu…,” maka dari itu matanya tetap tertuju ke depan, walau dengan “sayap timpang” harus terus bergerak. Derman memperkuat baling-baling imannya untuk bisa terbang lebih tinggi menghadapi badai hidup.
“Badai pasti berlalu dan sehabis hujan pasti ada pelangi”.  Ia bertemu seorang gadis di “ruang sidang.” Seorang Jaksa, dengan penampilan sederhana. Wanita ini luar biasa, bagaimana ia bisa memahami guncangan jiwa Derman, dan menerima keberadaan kedua anaknya yang sedang patah semangat. Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu bersedia duduk bersama melanjutkan merencanakan petualangan hidup menggapai masa depan. Awalnya kedua orang tuanya tidak setuju, namun melihat keteguhan hatinya, mereka memberi dukungan penuh. Dia-lah Rumata Rosininta Sianya Manalu, S.H.,M.H, juga alumni Magister Hukum Bisnis Universitas Sumatera Utara  (USU) Medan.
Sebagai PNS (kini ASN) dan Hakim Derman sudah bertugas 9 kota yang berbeda, Medan, Tebing Tinggi, Padang Sidimpuan, Tarutung, Jepara, Lubuk Pakam, Balige, Jambi dan sekarang di Subang. Selain dengan jabatan  sebagai Hakim, di berbagai kota itu pula ia belajar memimpin organiasasi masyarakat maupun kegiatan Oikumenis dan menjadi “pelayan” pembicara.  “Terlalu banyak kesaksian yang Tuhan beri yang harus aku bagikan kepada banyak orang, bagaimana Tuhan mengajar saya terbang seperti anak rajawali. Kesulitan, kegagalan, duka dan derita adalah cara-Nya mengajar saya, supaya sayap iman kokoh, tidak rapuh, terbang semakin tinggi lagi” terang Derman.
Pengalaman itu, menjadi pondasi baginya ketika dipromosikan menjadi Ketua (Pimpinan) di Pengadilan Negeri. Itu adalah anugrah, suatu berkat dari Tuhan. Komitmen saya menjadi berkat bagi banyak orang, selama Dia memberi nafas. Dan kiranya Tuhan memberi waktu dan kesempatan lain, sehingga kisah ini akan terus berlanjut.
Prof. Dr. H. Supandi, SH.,M.Hum, Ketua Muda Mahkamah Agung RI, Guru Besar Tidak Tetap Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, dalam sambutannya mengatakan, Derman tidak gentar menghadapi tantangan hidup. Selain itu, tercermin jelas ia memiliki emotional quotient kecerdasan emosi yang baik. Bagaimana ia bisa menerima, mengontrol dan mengelola emosi dirinya dan orang-orang di sekitarnya, ketika orang yang terdekat dengannya yaitu istrinya meninggal dunia, derman tetap tegar” singkatnya.
Dr. Barita Simanjuntak, SH.,M.H.,C.FrA, Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, dalam sambutannya dengan judul “Menegakkan Hukum Yang Menghidupkan” mengatakan “Satu hal yang menarik dalam pribadi Derman adalah slogan tetap semangat dan antusias, menunjukkan Derman adalah seorang pribadi pekerja keras dan penuh kehangatan. Selain itu yang tak kalah penting, Derman selalu memberikan waktu dalam pelayanan gerejawi, yaitu menabur Firman, sehingga hal-hal berat dakam tugas sebagai hakim untuk memberikan pertimbangan dan memutuskan keadilan, adalah hasil pergumulan batin dan imannya terus menerus” tegas mantan Ketua Umum GMKI ini.
Dr. RE. Nainggolan, MM, Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, mengatakan “Derman sendiri mengakui sejak kecil tidak pernah terpikir menjadi hakim apalagi menjadi pimpinan pengadilan. Akan tetapi, takdir dan kesuksesan selalu berpihak kepada mereka yang mau gigih belajar dan berusaha”.
“Selain soal kegigihan, keinginan kuat untuk terus belajar juga merupakan mutiara teladan yang bisa kita petik dari kisah perjuangan Derman Nababan. Belajar adalah upaya memperbaiki diri, dan memperbaiki diri berarti memperbaiki masa depan” tulis mantan Bupati Tapanuli Utara ini.
Dilanjutkannya, “Di sisi lain, saya mengetahui persis Derman juga sosok yang  tekun beribadah, sekaligus juga sangat menghormati ibadah saudaranya yang berbeda agama. Dengan demikian, di dirinya terdapat perpaduan ketekunan bekerja dan beribadah serta berdoa. Itu kombinasi yang menjamin kesuksesan hidup” ungkap Mantan Sekda Prop. Sumut ini.
Imannya yang teguh juga membuatnya mampu menghadapi berbagai cobaan dan kehilangan besar dalam kehidupannya, dan tetap bisa dengan optimisme, semangat, dan harapan, untuk melanjutkan kehidupan, tutup alumni SMA Negeri Siborongborong ini.
Dalam buku tersebut turut memberikan kata sambutan Hj. Irama Chandra Ilja, SH,.MH Ketua Pengadilan Tinggi Jambi, 2016-2019. Dr. Rolas Sitinjak Wakil Ketua BPKN RI, Landen Marbun Ketua DPD GAMKI Sumut, Rivai Simanjuntak Widyaiswara Medan, Jhoni Harto, Panmud Perdata PN Sibuhuan, Poltak Silitonga, Ketua Aliansi Masyarakat Jepang Indonesia Sumut, Dewi Sartika Nababan mewakili keluarga, dan Rumata Rosininta Sianya, Istri Derman.
Dalam acara launcing ini Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan secara live dari rumah dinasnya di Tarutung berkata: “Selamat dan sukses atas terbitnya buku Terbanglah Rajawaliku. Bangga, karena Abang Derman ini adalah satu sekolah dengan saya di SMA Negeri Siborongborong. Beliau seorang pejuang yang ulet, dari Cleaning Service hingga menjadi Ketua Pengadilan Negeri. Kiranya, buku ini menjadi motivasi bagi generasi muda dalam meraih cita-citanya. Sekali lagi, selamat!” katanya mengakhiri.
Turut memberikan kata sambutan, Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI Dr. Rolas Sitinjak, SH,MH, Ketua DPD GAMKI Sumatera Landen Marbun, Hakim/Humas PN Jakarta Utara Djuyamto, Kepala Kejaksaan Negeri Toba Samosir Dr. Robinson Sitorus, SH.,M.H, MM. Mewakili keluarga Dr. Anton Sihombing Nababan. Edison Manurung, SH,.MM, Ketua Umum Masyarakat Danau Toba (KMDT).
Edison Manurung, SE,.MM, dalam sambutannya, bangga mengenal pasangan Derman dan Rumata, merupakan pasangan ideal penegak hukum. Selamat atas buku Terbanglah Rajawaliku, semoga buku ini menjadi berkat bagi ģenerasi muda. “Harapan kami, Derman bisa naik ke level jabatan yang lebih tinggi” tegasnya menutup.
Ikut dalam Webinar tersebut, Hiras Sihombing, SH, Hakim Tinggi Jambi, Ketua Pengadilan Negeri Jember Kelas IA Marolop Simamora, SH.,MH,  Ketua PN Tanjung Balai Dr. Salomo Ginting, Ketua PN Ketapang Samuel Ginting, Ketua PN Ngawi Ferdinand Tomasoa, Hakim PN Subang Subiar Teguh, Hakim PN Batam Kristo Sitorus, Rio Sembiring, SH Kasipidum Kejari Subang, Anggota DPRD Irwan Simamora, SH, Ir, Parlaungan Simangunsong, Anggota DPRD Tapanuli Utara Rudi Nababan, SH, dan Kepala Desa Lumban Tongatonga Alisadikin Nababan,SH bersama Warga Desa Di Kantor Kepala Desa.
Derman Nababan mendonasikan hasil penjualan buku pada saat acara launcing ini untuk mendukung aksi sosial di Tapanuli yang digagas Gunawan Panggabean.
Pdt. Gunawan dalam testimoninya, mengatakan senang mengenal Derman ketika tahun 2007, pindah tugas dari Padang Sidimpuan ke Tarutung. Kami telah memulai pelayanan gerakan sentuhan kasih kepada lebih dari 75 Sekokah Dasar di kawasan Tapanuli, pembagian buku sekolah, tas maupun mengganti sepatu yang rusak dan pengobatan gratis. Sangat senang, dalam suasana sulit ini Derman bisa menulis buku, dan hasil penjualan selama launcing ini didonasikan untuk mendukung aksi sosial tersebut. “Terbanglah Rajawaliku, terbang semakin tinggi” tegasnya mengakhiri.
Acara tersebut dipandu dengan apik oleh Derman Sinaga, Founder QPm Consultant dan Sabam Sopian Silaban, Penulis buku Siswa Di Atas Garis dan Guru Di Atas Garis dari Rumah Belajar Indonesia.