Gubsu Edy Rahmayadi Lepas Jenazah Ucok Mestik

Jumat, 8 April 2022 | 22:04 WIB

Medan, MPOL-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memberikan kata takziah dan melepas pemberangkatan jenazah H. Yan Paruhum Lubis, atau yang dahulu akrab dipanggil dengan nama Ucok Mestik(Majestik), Jumat,(08/4).

“Innalillahi wa innalillahi Rojiun”, demikian pembuka kata Gubsu Edy Rahmayadi saat menyampaikan kata takziah, saat pelepasan jenazah. Menuju mesjid yang berjarak tak sampai 50an meter untuk dishalatkan, dari rumah duka di Jl. Perjuangan Pasar IV Klambir V Kebon, dan dimakamkan di pemakaman umum Jl. Jering Silalas Glugur Medan.

“Saya kenal abang saya ini sekitar tahun 1977, 1978, dan 1979, kami selalu bersama-sama. Dia orang hebat, kita semua tahu itu”, papar Edy,” terharu seraya seolah menerawang masa lalu.

“Ini Bulan Ramadhan, bahkan di hari Jumat pula. Mari sama-sama kita doakan agar Abang saya ini, terlepas dari siksa kubur dan diterima amal ibadahnya selama hidupnya”, tukas Edy lagi.

Apalagi lanjut Edy, dimasa tuanya Almarhum Yan Paruhum Lubis dikenal akan kebaikan-kenaikannya kepada umat dan masyarakat.

“Semoga beliau ditempatkan ditempat yang sebaik-baiknya”, tutup Gubsu Edy Rahmayadi dan kemudian ikut melakukan sholat jenazah, bersama warga masyarakat dan ratusan pelayat, serta para kader Pemuda Pancasila Sumut dan Kota Medan dan Deliserdang yang memenuhi rumah duka.

Terlihat hadir melayat tokoh masyarakat H. Wagirin Arman, dan Iqbal Hamdani Hasibuan mewakili Pemuda Pancasila, dan para pemuka masyarakat dan tokoh agama lainnya.

Mesjid Raya Al Falah

H. Yan Paruhum Lubis bin Parlaungan Lubis, terakhir tercatat sebagai MPO MPN Pemuda Pancasila, dan satu-satunya pinisepuh Pemuda Pancasila yang masih ada, setelah rekannya H. Efendy Nasution (Fendy Keling) telah lebih dahulu wafat. Dan beliau adalah tokoh terakhir eksponen Sumatera Utara yang masih hidup, setelah rekanya-rekannya seperti Dalmi Iskandar, Ibrahim Sinik, Nur Nikmat, Efendy Nasution telah lebih dahulu berpulang menghadap Allah SWT.

Semasa era reformasi dan maraknya aksi masa terhadap tanah, almarhum pernah berjasa menyelamatkan Lapangan Balai Desa dan Kantor Camat Medan Helvetia dari aksi anarkhi massa mengatasnamakan reformasi. Hingga Lapangan Balai Desa dan Kantor Camat Medan Helvetia tetap eksis hingga hari ini

Terakhir sekitar tahun 2006, bersama-sama Alm.Ustadz Usman Wijaya, Yan Paruhum bersama-sama warga masyarakat Blok 17, 18, 19, 16, 03, dan 04 Perumnas Helvetia Medan, berhasil mendirikan mesjid perjuangan dan hingga kini dikenal sebagai Mesjid Al Falah Perumnas Helvetia Medan. (Alf)