Gandi: Maruli Siahaan Sosok Yang Tahu Diri “Serep Marroha”

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:15 WIB

 

Medan, MPOL: Kombes Pol (Purn) Dr Maruli Siahaan, SH, MH dinilai merupakan sosok yang tahu diri atas kelemahan dan tanggung jawabnya ditengah masyarakat dan negara. Dia selalu berserah kepada Tuhan dalam setap aktivitasnya.

Penilaian itu dikemukakan Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) Drs Gandi Parapat.

“Dia (Maruli-red) adalah sosok yang serep marroha, tahu diri dan punya tanggung jawab hingga berhasil dalam tugas dan di masyarakat”, kata Gandi Parapat saat berbincang-bincang dengan Medan Pos, Minggu (3/7/2022) di Medan.

Gandi menceritakan, sebelum Maruli Siahaan menjadi abdi negara (polisi), Maruli pernah menekuni pekerjaaan sebagai kernet angkutan umum di Pahae, Tapanuli Utara (Taput).

Namun, Maruli tidak mau menyerah atas keadaannya saat itu. Dia mencoba tes masuk polisi demi menata kariernya, hingga berhasil dan sangat dikenal di lingkungan masyarakat dan di institusinya Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Maruli kata Gandi Parapat, baru mengenal betul sosok Maruli Siahaan saat keduanya bercengkrama ketika Maruli Siahaan menghadiri syukuran Lepas Sidi putra Gandi Parapat, Barita Jeremi Parapat pada Minggu 26 Juni 2022 lalu.

“Ternyata beliau tau diri, serep marroha. Artinya, hanya Tuhan Allah yang selalu menjadi andalannya. Segalanya ia berserah kepada Tuhan Pencipta Semesta Alam”, kata Gandi Parapat.

Maruli Siahaan yang dijuluki “Dan Sui” (komandan baik-red) di kalangan masyarakat itu, kata Gandi,ternyata selalu menyempatkan waktu untuk membaca Alkitab setiap hari, karena bagi Maruli Alkitab lah sebagai bekal hidup bagi orang beragama Kristen.

“Mendengar pengalaman dan nasihatnya kepada anak saya Barita Jeremi Parapat, saya seperti bermimpi. Apalagi saat ini Maruli Siahaan benar-benar berhasil mendidik 4 orang anaknya menjadi perwira di 3 Angkatan dan Kepolisian”, ujar Gandi.

Gandi Parapat pun menceritakan pengalamannya saat Maruli Siahan masih aktif di kepolisian.

“Pernah suatu hari polisi yang sedang melakukan razia menangkap saya. Namun saat saya menyebut nama Maruli Siahaan, polisi itu langsung melepas saya tanpa memperhatikan SIM dan STNK yang sudah saya tunjukkan.Ternyata pak Maruli cukup berpengaruh, padahal saya hanya “menjual” namanya, karena saat itu saya belum brrsahabat atau kenal betul dengan Maruli”, ujar Gandi sambil senyum.

Gandi Parapat pun mengakui cara mendidik anak seperti yang dilakukan Maruli hingga saat ini perlu ditiru masyarakat.Seperti mengabsen setiap hari.

“Seperti setiap pukul tujuh malam, Maruli ternyata bertanya kepada semua anaknya.Bagaimana keadaannya, bahkan mempertanyakan apa sudah makan dan membaca Firman Tuhan”, kata Gandi.

Gandi Parapat menilai, ketenangan Maruli Siahaan dalam setiap aktivitasnya serta menghadapi problem, dan selalu berserah kepada Tuhan Allah, itulah yang menjadikan Maruli berhasil mendidik anaknya, walau anaknya dalam kemewahan tetapi tidak terjerumus kepada hal- hal yang tidak diinginkan.

“Maruli yang sudah mendapat gelar doktor, patut kira tiru dan berguru apa resep dan kunci keberhasilannya. Sampai pensiun dia tetap mengabdi dan berada di tengah-tengah masyarakat dan disukai banyak kalangan”, tutup Gandi. **