Ciptakan lapangan kerja, Bobby Nasution Pilihan Masa Depan

Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:47 WIB

Medan,MPOL: Muda, energik dan mahir tekhnologi Informatika menjadi salah satu pemimpin pilihan masyarakat millenia saat ini. Betapa tidak, di era digital saat ini, diperlukan pemimpin yang mampu mengadaptasi kehidupan Sumber Daya Manusia (SDM) yang digital.

Masyarakat Kota Medan yang heterogen berpenduduk 2 juta orang lebih, hampir separuh diantaranya kaum millenia mengharapkan pemimpin yang buming tekhnologi.

Hal itu dikatakan aktivis sosial kemasyaraksyan Kota Medan, M.Abdi Siahaan (Wak Genk).

Kepala Divisi Investigasi LSM Peduli Bangsa Sumatera Utara itu punya alasan, dijaman serba modern saat ini, aktivitas kehidupan masyarakat semakin hari akan digitalisasi.

“Pemimpin yang akan datang dibutuhkan sosok kaum muda dan intelektual yang memahami tekhnologi. Artinya, pemimpin muda yang mengerti IT,” katanya.

Saat ini, sambung Wak Genk, transaksi dalam kehidupan sehari-hari telah dilakukan melalui internet.

“Jaman sudah berubah, transaksi untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah melalui internet, transportasi bahkan belajar mengajar disekolah dan kampus. Bila pemimpinnya tidak mampu mensejajarkan tekhnologi digital dalam aktivitasnya, niscaya pembangunan Kota Medan tidak akan berkembang,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini, kaum millenia adalah yang menguasai teknologi informatika. “Kita berikan contoh, umur 50 keatas diyakini tidak akan mampu lagi menyerap tekhonolgi. Tentu bila ini dipaksakan niscaya ruang-ruang koruptif akan terjadi,” serunya.

Dia menambahkan, berkaca dari kepemimpinan sebelumnya, dimana pembangunan Kota Medan terlihat stakban. Tidak ada perkembagan, hanya ada perbaikan infrastruktur yang sudah ada.

Konon, kata pembina Gowes”86 itu, kerap terjadi tambal sulam jalan. “Tapi, begitu mencalonkan lagi, beberapa ruas jalan diperbaiki. Kenapa tidak dari dulu, padahal anggaran Kota Medan untuk itu ada,” ujarnya.

Muh Abdi Siahaan (Wak Genk) mengatakan, ribuan masyarakat Kota Medan saat ini tidak bekerja (pengangguran), dibutuhkan lapangan pekerjaan, alagi di pandemi Cobid-19 yang kita tidak tahu sampai kapan berakhirnya

Bila pemimpin kota Medan masih seperti dulu niscaya, lapangan pekerjaan tidak akan bertambah.

“Saya mendukung apa yang disampaikan Bobby Afif Nasution, pemimpin itu harus mampu menggali potensi yang ada dan mencari apa yang belum ada. Seperti mendatangkan investor dan menambah devisa negara. Bukan hanya mengharapkan hasil dari yang sudah ada,” pungkasnya.***