Ayam Penyet Tak Tuntuang Sajikan Rasa Istimewa

Minggu, 15 Maret 2020 | 11:40 WIB

Berawal dari hobby memasak dan hunting kulinar dari satu tempat ke tempat yang lain membuat sosok pria gantemg ini menekuni pengusaha yakni dibidang  kuliner. Bidang usaha yang kini banyak digandrungi anak muda di kota ini.

Selain  jelas keuntungan juga sangat menggiurkan . Tinggal bagaimana kita menjalankannya saja . Kondisi ini yang tengah digeluti Harry Dahlansyah, jadi pengusaha muda di saat berusia 27 tahun.

Usaha yang dilakoni Aan  demikian dia biasa disapa ,  usaha kuliner paling digandrungi masyarakat saat ini. Usaha ayam geprek.

Usaha ini tumbuh bak jamur di musim hujan. Tak sulit mendapatkannya, tinggal bagaimana membuat keiistimewaan dan perbedaan  rasa sehingga dicari orang.

Inilah yang tengah dilakoni Aan (Harry)  saat ini. ” Sebenarnya Aan tidak  sengaja  buka usaha ayam geprek. Aan  lihat, usaha ini laku ditambah  saya  juga suka memasak. Ya, udah Aan  coba,”  pungkasnya  saat bincang-bincang  dengan Medaposonline  di kedai ayam gepreknya Jalan Bromo Medan bersebelahan dengan Universitas Terbuka, kemarin

Untuk nama ayam gepreknya, Aan  memilih nama yang mudah diingat, unik dan mencirikan asal kedaerahan  saya  sendiri yakni Sumatera Barat. Oleh karena diberikanya  nama  “Ayam Penyet Geprek Tak Tuntuang”

Kata  Aan  nama Tak Tuntuang.   Sekitar setahun yang lalu tepatnya  bulan Februari  Ary membuka ayam penyetnya . Berjalan tiga bulan joint dengan adik sendiri Aan  buka cabang lagi  kali dengan nama yang sama. Sekarang sudah 6 usaha ayam geprek Aan  yang tersebar di beberapa tempat. seperti di Sukaramai, Jalan Rakyat, Jalan Denai, Marindal, dan Patumbak bersebelahan dengan Polsek Patumbak.

Kenapa Aan  begitu yakin dengan ayam gepreknya? ” Ya berani saja, Aan pikir nama boleh sama tapi rasakan berbeda.  yakin dengan ayam penyet Aan  karena sambalnya  saya  yang buat sendiri,” katanya

Apa yang dikatakannya  ternyata tak pepesan kosong belaka, ketika  menyambangi ayam geprek Aay  yang ada di Bromo, hmmmm … rasanya memang sangat nikmat.Istimewanya terletak pada sambalnya. Ada yang merah ada yang ijo tergantung selera.

Saat menikmtinya hmmm….enak Ta….sambel merah diulek- ulek dengan nasi panas ditambah sayur kol atau terong…hmmmm yamiii….Sampai suapan terakhir rasanya sampai diujung lidah

Pantas saja banyak konsumen yang datang. Yang rata- rata membeli lebih dari dua kotak. dibuka jam 11 dan ditutup jam 11 malam. Kenapa sampai malam? Justru di malam hari pembeli makin banyak terutama pelanggan yang mengorder melalui ojek online. Sejak Ary menjalin kerjasama dengan ojol khusus makanan ini permintaan pelanggan nyaris tak terlayani.

“Itu sebabnya Aan  minta karyawan jangan ada yang off di saat sibuk . Jika di siang hari mereka boleh bergantian, kalau malam hari harus full karena banyak permintaan,”  ujarnya  disamping pelanggan yang makan di tempat.

Tak heran, jika belum genap setahun Aan  berani membuka cabang ayam penyet Tak Tuntuang di beberapa tempat. “Teori  terapkan biasa saja, jika ayam bisa habis 20 kg dalam satu hari berarti ada keuntungan. Meski tak besar- besar kali tapi cukuplah membayar gaji karyawan dan disimpan sedikit untuk menambah modal,”  ucapnya

Selain ayam penyet , di Kedai ini ditawarkan beragam menu seperti,  nasi goreng biasa, nasi goreng special, mie goreng, mie tiaw goreng , mie goreng special , cah kangkung, nasi + sambal . Sedangkan  untuk minuman seperti  the manis, kopi, kopi susu, milo, Cappucino, Cappucino + susu dan aneka jus. (ina)