Aktivis Abdi Siahaan: Irjen Pol. Drs.RZ Panca Putra Simanjuntak Sosok “Hoegeng” Baru

Kamis, 7 Juli 2022 | 20:00 WIB

Medan, MPOL: Merubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik (Mobilitas sosial) tentu sangat sulit dilakukan apalagi kebiasaan buruk itu sudah mengakar. Untuk menjadikan seseorang memiliki mobilitas sosial tentu memakan waktu yang lama, perlu terobosan bahkan tindakan tegas. Semisal polisi yang selama ini dicab masyarakat sebagai sosok yang ‘menakutkan’, menjadi polisi yang humanis dan dicintai. Hal itulah yang menjadi tugas Kapoldasu Irjen Pol.drs.RZ Panca Putra saat ini.

 

 

Seiring dengan image masyarakat terhadap Polri, maka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerapkan program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, transparansi berkeadilan), salah satunya adalah merubah kultur Polri menjadi lebih professional seiring dengan perkembangan jaman dengan harapan Polri lebih dekat dengan masyarakat dan lebih  modern dan professional menangani segala kasus yang ada, sehingga tidak ada lagi istilah polisi dicinta polisi dibenci.

 

 

Selain merubah kultur yang selama ini dianggap masyarakat sosok yang kurang bersahabat  juga menumbuhkan kepercayaan publik. Dengan adanya kepercayaan publik, maka tugas dan kinerja yang akan diemban Polri dalam menjaga Kamtibmas berjalan sesuai yang diharapkan.

 

Aktivis sosial, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk.

 

 

Bagaimana setelah 16 bulan kepemimpinan Irjen Panca Putra?. Dimata aktivis, Muhammad Abdi Siahaan bahwa Polri khususnya jajaran Poldasu sudah jauh berubah terutama dalam segi pelayanan. Bahkan menurut Wak Genk, sapaan akrapnya, Polri sudah menjadi sahabat masyarakat.

 

 

Dari survei yang dilakukan, ujar Wak Genk, kepercayaan masyarakat terhdap Polri mencapai 82 persen. Artinya, masyarakat sudah mengharapkan Polri ada ditengah-tengah masyarakat. Bahkan masyarakat sudah merasakan keberadaan Polri yang dapat menjaga keamanan, sebagai pelayan, pelindung dan pengayom.

 

 

“Kita lihat pada perayaan Hut ke 76 Bhayangkara begitu banyaknya apresiasi masyarakat terhadap Polri khususnya Poldasu. Ribuan karangan bunga membanjiri halaman Mapoldasu hingga panjangnya mencapai 2,5 km. Papan bunga itu bukan hanya dari pejabat, pengusaha tetapi datang dari ormas bahkan pribadi. Ini membuktikan kalau keberadaan Polri sudah dirasakan masyarakat,” ujar dia.

 

 

“Hal tersebut diatas sebagai contoh kecil yang harus dijadikan Polri sebagai motivasi, sehingga sebut Abdi, kedepan lebih profesional, muncul Hoegeng-Hoegeng baru”.

 

 

Muh Abdi Siahaan melihat kalau Irjen Panca Putra Simanjuntak adalah sosok Hoegeng baru. Tegas dan humanis dalam pelayanan dan tak ada kompromi bagi pengganggu Kamtibmas dan pelanggar hukum. Berani menolak pemberian orang yang dianggap tidak pada jalannya dan meninda tegas anggotanya yang tidak tunduk pada Satya Bhakti. “Saya masih ingat betul, selama Panca Kapoldasu, sudah 20 orang anggotanya yang di PTDH (pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Ini salah satu cara untuk perubahan kultur menjadi  mobilitas sosial,” tegasnya.

 

Dia mengatakan, salah satu yang patut dicontoh dari sosok pria Batak asli Medan ini adalah pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat. “Dia mampu menggugah hati masyarakat untuk menjadi polisi dalam diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Dengan demikian, pemolisian masyarakat agar segera terwujud. Dalam artian, bukan lagi hanya tugas Polri menjaga Kamtibmas tetapi segenap warga masyarakat terlibat didalamnya,” imbuhnya.

 

Disebutkan, dalam kurun waktu 16 bulan, Poldasu mampu mengungkap kasus-kasus bertendensi besar, menjaga harmonisasi dan meningkatkan soliditas TNI- Polri.

 

Berbagai kasus besar yang berhasil diungkap antara lain, mulai dari pembunuhan wartawan di Simalungun yang didalangi seorang pengusaha tempat hiburan, penyiraman air keras terhadap wartawan yang juga diduga didalangi bos judi. Kemudian, mengungkap perdagangan vaksin yang melibatkan petugas di Bandara KNIA dan Rutan Tanjung Gusta.

 

Lalu, membongkar jaringan perdagangan manusia (Traffiking) menjadi TKI illegal ke Malaysia, pemberantasan peredaran gelap narkoba yang mana selama 16 bulan terakhir ini sedikitnya 500 kg narkoba jenis sabu-sabu yang melibatkan jaringan internasional, kemudian berhasil mengungkap kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan Minerba.

 

Demikian juga mengungkap kerangkeng manusia milik mantan bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Perangin-angin. Kerangkeng manusia yang sudah berdiri 10 tahun lamanya, mampu dideteksi adanya pembunuhan dengan menyeret Terbit Rencana Perangin-angin dan anaknya serta 7 tersangka lainnya ke meja persidangan dan sederet kasus lainnya yang semua dapat diungkap secara tuntas dan tidak ada yang tersisa. Juga mengungkap penyakit masyarakat seperti perjudian dan skala kejahatan jalanan.

 

 

Dibawah pimpinannya juga, Polda Sumut mendapat penghargaan dari Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) sebagai Polda terbaik dari seluruh Indonesia dalam penyelesaian kasus-kasus korupsi. Tak salah jika Irjen Panca Putra Simanjuntak yang notabene mantan Direktur penyidikan KPK memilih Kombes Pol.John Charles Edison Nababan yang notabene juga mantan penyidik KPK menahkodai Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang mana didalamnya ada Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

 

Selain kasus-kasus kriminal, jenderal berdarah Batak itu mampu menjalin sinergitas TNI-Polri sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan dikalangan prajurit dan anak buah dilapangan. Dengan program vaksinasi Covid-19, bersama Pangdam I/BB, Kapolda Sumut mampu menunjukkan kepada presiden RI Ir Joko Widodo  dan kepada pemerintah RI bahwa Sumatera Utara salah satu propinsi tercepat capaian vaksinasi tahap I,II dan III (Boster).

 

 

Bahkan, untuk menekan laju pandemic Covid-19 di Sumatera Utara, Irjen Panca bisa mampu merubah kultur dari aparat keamanan menjadi petugas kesehatan. Ini sebagai contoh Polri beradaptasi dan terlibat dalam urusan darurat. Kita (Sumut) khususnya bisa memasuki fase endemi karena aparat kita (Polri-TNI) semakin kompak. Selain mencegah perkembangan Covid-19 di Sumut, Kapoldasu beserta jajaran aktif membantu masyarakat yang terimbas pandemi dan terlibat langsung membantu masyarakat miskin seperti melakukan bedah rumah 17 unit.

 

 

Mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan juga jenderal bintang dua ini sangat aktif. “Karena itu, saya menilai kalau Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak patut menjadi inspirasi bagi polisi,” pungkas Aktivis sosial kemasyarakatan yang dikenal banyak membantu masyarakat yang terimbas pandemic Covid 19.(jos).