Yatibersa Ziarah, Datuk Badiuzzaman Layak Jadi Pahlawan Nasional

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:54 WIB

Medan MPOL: Datuk Sri Diraja Badiuzzaman Sri indera Pahlawan Surbakti atau Datuk Badiuzzaman Surbakti layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional mengingat jasa-jasanya selama puluhan tahun melawan penjajahan Belanda.

Hal itu dikatakan Musa SH MH selaku pembina Yayasan Tiga Belas Bersaudara (Yatibersa) usai melaksanakan ziarah bersama keluarga, ke makam Datuk Badiuzzaman Surbakti di Kompleks Pemakaman Pamoyanan, Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (9/10) lalu.

“Alhamdulillah wasyukurillah road show perjalanan saya dan keluarga berziarah ke Makam Datuk Badiuzzaman Surbakti telah terlaksana lancar dan sukses atas izin dan ridho Allah SWT,” kata Musa kepada wartawan, Rabu (19/10).

Dijelaskan Musa, dalam perjalanan menuju makam, ia menyempatkan diri untuk menghubungi salah satu nasab atau turunan dari Datuk Badiuzzaman yaitu Datuk Syahlafati Ihsan untuk menanyakan keberadaan makam Datuk Badiuzzaman.

“Dengan penjelasan yang diberikan oleh beliau sedikit lebih terang tentang gambaran lokasi keberadaan Makam Datuk Badiuzzaman. Kami temukan lokasi pemakamannya memasuki lorong kecil yang mana tempat itu adalah wakaf perkuburan umum,” ucapnya.

Menurutnya, makam Datuk Badiuzzaman dirawat oleh seorang kuncen bernama Siti Zubaidah yang merupakan istri dari Jaiz Zainuddin, seorang penggali kubur.
“Di atas bagian kepala makam terdapat dua pas/pot sepertinya tempat meletakan bunga dan bagian atas dan bawah tulisan terdapat gambar bintang bersegi lima,” jelasnya.

Namun, melihat keberadaan makam Datuk saat ini yang kurang terawat dan dikelilingi makam umum, ia merasa sudah seharusnya makam tersebut menjadi perhatian agar dilakukan pembenahan. “Sangat kurang pantas dan tidak etis diperlakukan seperti ini, terlihat situasi dan kondisi keberadaan makam sangat kumuh dan tidak layak dihuni seorang yang telah berjasa melawan kejamnya kolonial Belanda,” ujarnya.

LAYAK JADI PAHLAWAN NASIONAL

Dikatakan Musa yang juga pemerhati sosial ini, Datuk Badiuzzaman yang telah melawan kolonial Belanda selama 23 tahun lamanya patut menjadi perhatian semua para pihak dan stakeholder yang ada untuk lebih dalam lagi menggali sejarah heroik yang dilakukan almarhum dan mengangkat harkat martabatnya dengan menobatkannya sebagai pahlawan nasional.

Ia berharap agar Datuk Sunggal yaitu Datuk Badiuzzaman pimpinan Perang Sunggal selama 23 tahun segera dinobatkan atau dianugerahi sebagai pahlawan nasional atas jasa-jasanya yang pernah melawan kolonial Belanda.

“Kami dari Yayasan Tiga Belas Bersaudara juga siap bergandengan tangan dan berkerjasama untuk mengangkat harkat dan martabat dan menjadikan kelak Datuk Badiuzzaman dinobatkan dan dianugerahi sebagai pahlawan nasional. Mari kita sama sama berjuang,” tutupnya.