Walau Sempat Kecewa, PMPHI Apresiasi Himbauan Gubsu dan Presiden Tentang Doa Bersama

Kamis, 14 Mei 2020 | 00:17 WIB
Medan, MPOL.Com: Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi himbauan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dan Presiden Republik Indonesia kepada rakyat Sumut dan Indonesia yang akan menggelar doa bersama serentak pada Kamis, (12/5/2020).
Apresiasi tersebut dikemukakan Koordinator Wilayah (Korwil) PMPHI Sumut, Drs Gandi Parapat menjawab wartawan di Medan, Rabu (13/5) sore. Kata Gandi, walaupun sebelumnya pihaknya merasa kecewa, karena doa bersama tersebut telah diusulkannya kepada Gubsu Edy Rahmayadi dan Presiden RI Jokowi pada Februari 2020 lalu, sebelum wabah virus corona (Covid-19) melebar luas di Sumut dan di Indonesia, namun pihaknya tetap memberi apresiasi.
“Februari lalu, saya sudah  bertemu Gubsu dan menghimbau agar digelar doa bersama lintas agama untuk menangkal penyebaran  virus corona di daerah ini. Demikian juga saya telah menyurati Presiden RI bapak Jokowi  pada Februari agar dilakukan doa bersama”, kata Gandi Parapat.
Dalam suratnya tertanggal 18 Februari 2020 kepada Presiden RI, selain meminta dilegar doa bersama, PMPHI Sumut juga meminta agar menunda pembangunan /pemindahan Ibukota Negara, menunda pelaksanaan Pilkada serta mengurangi kegiatan kegiatan politik lainnya, agar Indonesia fokus menghindari wabah  Covid-19.
“Pun demikian, kami bangga kepada Presiden dan Gubsu walaupun sempat  kecewa.  Dengan adanya himbauan Presiden dan Gubsu untuk menggelar doa bersama, semoga doa kita didengar Tuhan Yang Maha Kuasa”, kata Gandi.
Doa bersama menurut Gandi, merupakan suatu itikad baik untuk mendapat kekuatan dan petunjuk dari Tuhan yang kita percayai mampu dan bisa mengatasi semua persoalan,  termasuk bencana non alam seperti virus corona. “Hanya kekuatan doa kitalah termasuk usaha usaha yang dilakukan pemerintah untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karenanya mari kita ikuti himbauan doa bersama ini”, ujar Gandi.
Selain itu, Gandi juga berharap masyarakat harus patuh terhadap  protokol kesehatan dan himbauan yang telah dikeluarkan pemerintah terkait pemutusan penyebaran Covid-19, seperti mengurangi kegiatan diluar rumah, tidak berkumpul-kumpul, rajin cuci tangan, menggunakan masker jika keluar dan himbauan lainnya.
“Sekali lagi, walaupun sebelumnya kami kecewa, tetapi saat ini menjadi bangga, karena Gubsu dan Presiden sadar jika kekuatan doa bersama yang lebih kuat dari segalanya. Mari kita dukung”, tutup Gandi.*