Terobosan baru pelayanan prima, BPN Medan Luncurkan Program “Terpikat Kantah”

Rabu, 14 April 2021 | 16:28 WIB

Medan,MPOL: Ditengah Pandemi Covid-19, pemerintah mengajak agar seluruh instansi pemerintah berperan aktif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dalam hal ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) membuat terobosan baru untuk menunjang pelayanan yang prima dengan membuat program “Terpikat Kantah”, Antar Sertifikat Kantor Pertanahan Kota Medan.

“Terpikat Kartah” bentukan Kepala BPN Medan, Dr Yuliandi, S Sit, M.H sudah berjalan jauh sebelum Pandemi Covid-19 muncul. Terobosan baru menuju pelayanan prima mendapat apresiasi dari warga Kota Medan.

“BPN Medan selaku pelayan publik harus hadir ditengah masyarakat. Bila selama ini mungkin masih banyak masyarakat yang kecewa dengan pelayanan yang terjadi, kami melalui kebijakan pak Dr.Yuliandi S.Sit.M.H akan berupaya memperbaiki, sehingga dibentuklah program ‘Terpikat Kartah Kota Medan,” kata Kepala BPN Medan Dr.Yuliandi S.Sit.M.H melalui Asmara Hadi selaku Koordinator Loket BPN Medan didampingi M.Rafensky Febriansyah Daulay saat mengantarkan langsung Sertifikat Tanah (SHM) kepada seorang tokoh masyarakat Tionghoa, Rudi Acai dan Siswanto Tam di Pondok Bodi Jalan Berlian Sari, Medan Johor, Rabu (14/4) pagi.

Asmara Hadi mengatakan, pelayanan prima “Terpikat Kantah” diprioritaskan kepada Lansia (Lanjut Usia) namun terbuka untuk masyarakat umum yang membutuhkan. “Kalau ada masyarakat diluar Lansia yang ingin sertifikatnya diantarkan kerumah, kita layani, ” sebutnya.

“Saat dia datang mengurus sertifikat petugas loket melihat kondisi fisik yang bersangkutan. Bila dia lanjut usia, apalagi dia pakai kursi roda, kemudian yang hamil dan memiliki anak baby, mereka tidak perlu datang ke kantor BPN, kita akan antarkan langsung SHM kepada yang bersangkutan kerumahnya. Bahkan kita melakukan komunikasi bilamana ada dokumen yang dibutuhkan agar mereka tidak bolak-balik,” jelas Asmara Hadi sembari memperlihatkan poto-poto dan video pengantaran sertifikat kepada masyarakat lansia dan cacat.

Selain itu, sambung pria yang energik dan ramah itu, “Terpikat Kantah Kota Medan” bertujuan untuk menghindari kerumunan dalam mengurus sertifikat di BPN dengan maksud memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Program Terpikat Kantah Kota Medan ini setiap hari kami lakukan, termasuk hari libur. Disini dapat kita lihat BPN Kota Medan dibawah kepemimpinan Pak Dr.Yuliandi harus benar-benar membuat perubahan baru dengan menyentuh hati masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rudi Acai dan Siswanto Tam sangat mengapresiasi progam Terpikat Kantah Kota Medan. “Program seperti ini yang diinginkan masyarakat selain keterbukaan informasi,” katanya.

Rudi Acai mengaku terkejut dengan program “Terpikat Kantah Kota Medan”. Saya tidak mengetahui kalau program ini sudah berjalan lebih setahun. Saya terkejut begitu dihubungi pak Asmara Hadi akan mengantarkan langsung Sertifikat yang saya miliki. Ini benar-benar pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Dia berharap agar program ini terus berlanjut sehingga pelayanan dapat dirasakan masyarakat. Demikian juga diharapkan BPN lebih profesional dalam mengidentifikasi sertifikat yang akan dikeluarkan sehingga tidak terjadi tumpang tindih SHM.

“Kita berharap tidak sampai terjadi proses hukum dengan sertifikat yang keluar dari BPN Medan karena hal seperti itu menjadi preseden buruk bagi kredibilitas BPN itu sendiri,” pungkasnya.***