Pimpinan Perwiridan Yasin 41 Kali Al Akromiyah Tuan Abdul Haris Nasution

Salut, Bobby Nasution Pelihara Cagar Budaya Kota Medan

Jumat, 5 Maret 2021 | 20:46 WIB

Medan, MPOL : Pimpinan Perwiridan Yasin 41 Kali Al Akromiyah Sumatera Utara Tuan Abdul Haris Nasution menyampaikan rasa hormat dan salut atas langkah awal Walikota Medan Bobby Nasution melestarikan cagar budaya kota Medan serta membangun kawasan Kesawan sebagai objek wisata kuliner.

Hal tersebut dikatakan Tuan Abdul Haris Nasution disela-sela pengajian rutin yang dipimpinnya, Jum’at (5/3).

Menurutnya, baru Bobby lah walikota yang menunjukkan kecintaannya akan pelestarian kota Medan, sebagai kota kelahiran kita semua. Tentu, kita bangga untuk adik saya ini, Bobby Nasution. Sebagai orang Mandailing, saya kira, kita memang mendukung pelestarian cagar budaya, kesenian maupun adat tradisional sebagai kearifan lokal kota Medan.

Tuan Haris menilai, bagian dari rencana Pemerintah Kota Medan yang akan mengembangkan kawasan Kesawan dan sekitarnya menjadi salah satu objek wisata kuliner benar-benar efektif guna menunjang perekonomian di daerah ini.

Saya yakin, beliau bisa membangkitkan semangat kita selaku warga Kota Medan untuk membangun kota ini bersama-sama.

Wajar, kalau sebelumnya kami sudah membuat pernyataan di beberapa media, Bobby memang sosok yang tepat membangun kota ini, layaknya kota Baldatun Thoyyibatun Waobbun Ghofur, yang intinya memiliki pemimpin yang amanah dan mengerti apa yang harus dilakukannya untuk membanggakan kita sesuai  slogan “Ini Medan Bung”.

Saya kira, dengan membangun kawasan Kesawan sebagai pusat jajanan malam, ini jelas potensi besar untuk menunjang perekonomian kita bangkit dari keterpurukan akibat dampak pandemi Covid -19,” tambah Tuan Haris yang juga wartawan Harian Medan Pos ini.

Sebelumnya, Bobby Nasution mengatakan jika Kesawan ini salah satu program pariwisata Medan dan menunjang perekonomian. Kesawan ini sangat bermanfaat untuk perekonomian, khususnya kuliner,” katanya.

Kesawan merupakan bagian dari sejarah Kota Medan, letaknya di pusat Kota Medan. Di lokasi ini banyak terdapat gedung-gedung tua dari zaman kolonial Belanda, salah satunya gedung Warenhuis yang merupakan bangunan supermarket pertama di Medan yang dibangun sekitar tahun 1916.

Bobby mengatakan Pemko Medan akan menyediakan tempat bagi para usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Kesawan. “Nanti kita siapkan, biar angkringan di sini enggak digusur, nanti kita siapkan tempatnya. Tapi tetap ada protokol kesehatannya, semua diikuti regulasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Bobby juga sudah menekankan agar masyarakat tidak mengubah bentuk bangunan-bangunan yang berada di kawasan Kesawan, khususnya di seputaran Gedung Warenhuis yang merupakan cagar budaya.

“Ini peringatan untuk bangunan-bangunan yang lain, terkhusus di daerah Kesawan ini. Janganlah mengubah bentuk, walaupun ada izinnya. Ikuti regulasinya, bentuk kita enggak boleh diubah,” katanya. (Bp)