Perda No. 6/2015 Diharapkan Berdampak Positif Menjaga Kebersihan Lingkungan

Minggu, 24 Januari 2021 | 19:45 WIB

Medan, MPOL : Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap perkembangan masyarakat Kota Medan, sesuai dengan tujuan perda itu yakni menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Hal ini disampaikan anggota DPRD Medan, Irwansyah, saat melaksanaan sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Pelita III, Kelurahan Sidorame Barat, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Ahad (24/01/2021).

“Kita sangat berharap Perda Pengelolaan Persampahan ini bisa memberikan implikasi positif terhadap perkembangan masyarakat dalam menjaga lingkungannya sehingga tercipta kesehatan. Hal ini sesuai dengan tujuan perda ini dibuat yakni menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat,” jelas Irwansyah.

Politisi PKS ini mengharapkan pentingnnya menjaga kebersihan ini muncul dari dalam hati nurani warga sendiri, sebagai suatu kebutuhan dalam upaya menjaga lingkungan.

“Kita juga tidak berharap kesadaran warga dalam menjaga kebersihan ini didorong oleh sanksi dalam perda ini, melainkan kesadaran menjaga kebersihan itu muncul dari hati nurani masing-masing warga,” ucap Irwansyah.

Dalam mewujudkan terlaksananya Perda ini di masyarakat, anggota Komisi III DPRD Medan ini mengajak warga menerapkan pemahaman tentang kebersihan lingkungan sedini mungkin dan memulainya dari diri masing-masing.

“Mari kita jaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kita dimulai dari diri kita masing-masing. Saya sangat yakin ketika setiap individu menjalankan pola kebersihan maka masyarakatnya akan terbiasa dengan suasana bersih dan nyaman,” ucapnya.

Sampah Tidak Diangkut…cop

Dalam kesempatan tersebut, Siti Aisyah, warga Kelurahan Sidorame Barat 1, menyampaikan bahwa sampah di lingkungannya kerap tidak diangkut petugas meski warga sudah membayar.

“Sampah sampi dua minggu tidak diangkut, saat banjir sampah hanyut bahkan kita juga sering menyaksikan warga membuang sampah di parit,” ucap Aisyah.

Hal serupa juga disampaikan Ivan, warga Medan Perjuangan, yang mengaku sering melihat warga membuang bangkai tikus di jalanan. “Ini yang sekarang kami keluhkan juga Pak, mohon diperhatikan, sepertinya banyak warga tidak menyadari potensi penyakit yang ditimbulkan,” ucapnya.

Menyikapi persoalan ini, Irwansyah mengatakan bahwa pihaknya sudah berbicara dengan Pemko Medan terkait pengadaan becak sampah untuk mengangkut sampah yang tidak bisa dijangkau petugas seperti di dalam lorong.

“Ini sudah kita sampaikan dan Pemko Medan sedang mengkaji soal efektifitas pengadaan becak sampah ini,” jelasnya.

Irwansyah mengatakan, persoalan sampah ini juga tidak terlepas dari buruknya kesadaran warga. “Persoalan sampah, banjir juga tidak terlepas dari buruknya kesadaran warga dalam mengelola lingkungan,” ucapnya. **